Jazz dan Esai Menyatu di Haul Mahbub Djunaidi

Jazz dan Esai-esai Mahbub Djunaidi di Unusia (5/10)
Jazz dan Esai-esai Mahbub Djunaidi di Unusia (5/10), Jazz dan Esai Menyatu di Haul Mahbub Djunaidi
Jazz dan Esai-esai Mahbub Djunaidi di Unusia (5/10), Jazz dan Esai Menyatu di Haul Mahbub Djunaidi
Jakarta, NU Online
Memeriahkan haul Mahbub Djunaidi, PMII Komisariat Unusia dan Komunitas Omah Aksoro menggelar Jazz dan Esai-esai Mahbub Djunaidi, Kamis (8/10). Acara bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jl Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, dimeriahkan penampilan musik jazz dan pembacaan esai-esai Mahbub Djunaidi oleh sejumlah tokoh dan aktivis.

"Enak sekali Mahbub malam ini. Di sana ia pasti sedang terkekeh dan menertawakan kekonyolan dunia bersama Gus Dur, Benyamin S, dan tokoh-tokoh lainnya," ujar Isfandiari MD, salah satu putra Mahbub Djunaidi di lokasi acara.

Yuri Mahatma, putra Mahbub lainnya mengungkapkan dirinya sangat terkesan dengan acara tersebut.

“Sudah 22 tahun papa meninggalkan keluarga besar. Dan pada hari ini kita diingatkan ulang dan papa sangat diapresiasi di sini. Jadi terima kasih banyak," ujar Yuri.

Sementara Beben Supendi Mulyana (Beben Jazz) berkomentar, musik jazz adalah musik yang penuh warna. Musik jazz itu bebas tapi juga bertanggungjawab.

“Kalau di dunia jazz, mungkin Mahbub adalah jazz. Karena Mahbub juga hidupnya penuh warna. Dia juga bebas, tapi kebebasannya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini, Ketua PBNU Syahrizal Syarif, Ketua PBNU M Sulton Fatoni, Rektor Unusia Maksum Maffoedz, selain hadir juga turut membacakan karya Mahbub Djunaidi.

Di sela-sela penampilan para tokoh, diluncurkan buku karya Isfandiari MD dan Iwan Rasta berjudul Bung Memoar tentang Mahbub Djunaidi, dan buku Simulakra Republik Tagar, karya komunitas Omah Aksoro. (Dwi Putri/Kendi Setiawan)

BNI Mobile