IMG-LOGO
Internasional

Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

Senin 9 Oktober 2017 16:16 WIB
Bagikan:
Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid
Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir (© Arab News)
Moskow, NU Online
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir, Ahad (9/10), kepada wartawan Rusia di Moskow, mengatakan pihaknya telah memecat beberapa ribu imam masjid karena menyebarkan ekstremisme.

"Kami tak akan membiarkan siapa pun menyebarkan ideologi kebencian, mengeluarkan biaya untuk ideologi semacam itu atau terorisme," katanya sebagiamana dikutip Arab News tanpa menyebut jumlah pasti imam yang dipecat.

Untuk persoalan ekstemisme, ia mengaku pendekatan yang negaranya terapkan sangat ketat, dengan apa yang Al-Jubeir sebut sebagai "memodernisasi sistem pendidikan guna menghindari kemungkinan salah tafsir terhadap teks agama".

Al-Jubeir mengatakan, Riyadh akan bekerja sama dengan Moskow dalam perang melawan terorisme. Menurutnya, banyak militan dari kedua negara tersebut yang menjadi pengikuti dan bergerak bersama ISIS.

"Mereka menimbulkan ancaman bagi negara kita dan negara-negara lain dari mana saja. Jadi kita punya kepentingan yang kuat dalam hal kerja sama," paparnya.

Menteri luar negeri tersebut juga menuduh Qatar membiayai terorisme dalam rang mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Kami yakin bahwa ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh semua negara: Katakan 'tidak' pada terorisme, pendanaan terorisme, ekstremisme dan propaganda kebencian, dan upaya untuk mengganggu urusan dalam negeri di negara-negara lain," katanya. (Red: Mahbib)

Tags:
Bagikan:
Senin 9 Oktober 2017 22:0 WIB
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis
Pengurus PCINU Korsel berpose bersama
Incheon,NU Online
Sebanyak 300 anggota Nahdatul Ulama (NU) hadir pada Konferensi ke-3 Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Korea Selatan di Incheon, Ahad (8/10). 

Konferensi berhasil memilih Mahdi Ar-rasyid, buruh migran Indonesia asal Indramayu sebagai Ketua PCINU Korea Selatan periode 2017-2019 yang dipilih lewat pemungutan suara dari muktamirin yang hadir. 

Selain itu terpilih Gus H Ulin Huda dan Ustad Burhanudin sebagai Rais Syuriah PCINU Korsel masa bakti 2017-2019 yang dipilih lewat musyawarah AHWA yg terdiri dari 9 Orang.

Duta Besar RI, Umar Hadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama WNI di Korea. 

“Tanpa silaturahmi, maka masa depan bangsa tidak akan cerah,” ungkap Hadi.
Semangat menjaga tali silaturahmi dan sukarela kumpul dalam wadah NU begitu tinggi. 

“Saya sangat terharu sekaligus senang. Masa depan Indonesia akan lebih baik jika melihat wajah anak-anak yang ada disini,” tambahnya.

Umar Hadi berharap PCINU berfungsi sebagai kendaraan dan pendorong untuk menjadikan semua anggota dan seluruh WNI di Korea berhasil, baik di dunia maupun akhirat. PCINU juga didorong sebagai pemersatu dan pemecah masalah dengan cara merangkul semua orang.

Sebagaimana di berbagai acara yang melibatkan WNI, Umar Hadi menekankan pentingnya setiap buruh migran Indonesia untuk memperhatikan keselamatan kerja. 

"Tolong fokus, jaga kesehatan, makan yang benar dan saling mengingatkan agar kita terhindar dari kecelakaan kerja. Apabila terdapat hal-hal yang tidak memenuhi kriteria keselamatan kerja silahkan dilaporkan ke KBRI," harapnya.

Ketua PCINU terpilih, Mahdi Ar-rasyid menyatakan siap melaksanakan pesan Dubes Umar Hadi tersebut. Mahdi juga menyerukan agar semua anggota menjaga akidah agar terhindar dari paham-paham radikal.

Ia memaparkan program PCINU Korea ke depan antara lain menjaga akidah teman-teman NU agar tetap mengedepankan Islam rahmatan lil alamin dan menjauhi paham radikal.

"Selain itu, kami akan terus mendorong agar fokus kerja dan mempersiapkan calon purna TKI agar siap membuka usaha sendiri saat kembali ke Indonesia,” kata Mahdi.

Konfercab ke-3 PCINU Korsel juga menghasilkan poin-poin strategis diantaranya rencana pengelolaan aset Nahdliyin di korea, pengiriman dai dari LDNU secara berkesinambungan, kaderisasi Nahdliyin ditiap-tiap mushala dan masjid di Kosel, serta silaturrahmi tahunan Nahdliyin di Korea Selatan. (Imam Sibaweh/Kendi Setiawan)

Senin 9 Oktober 2017 14:30 WIB
30 Ribu Perempuan Palestina dan Israel Unjuk Rasa di Yerusalem
30 Ribu Perempuan Palestina dan Israel Unjuk Rasa di Yerusalem
Demonstrasi puluhan ribu perempuan Israel dan Palestina (© The Media Line)
Yerusalem, NU Online 
Puluhan ribu perempuan Israel dan Palestina melakukan aksi turun jalan di Yerusalem meminta kedua negara menjalin kesepakatan damai. 

Seperti dilansir kantor berita Xinhua, demonstrasi damai yang digelar di Taman Kemerdekaan Yerusalem itu diikuti sekitar 30.000 orang.

Aksi unjuk rasa kali ini merupakan sesi akhir dari serangkaian demo serupa sejak 24 September lalu yang diselenggarakan oleh gerakan Women Wage Peace atau perempuan untuk perdamaian.

Pawai peserta aksi dimulai di kota selatan Sderot dan melewati Tepi Barat yang diduduki Israel.

Mantan anggota parlemen Arab, Shakib Shanan, yang anaknya terbunuh dalam serangan di Masjid al-Aqsa pada Juli lalu, juga mendesak para pengambil keputusan untuk mencapai kesepakatan damai.

"Atas nama khalayak yang besar ini di sini dan ratusan ribu orang Israel, saya berseru kepada Abu Mazen (Presiden Palestina Mahmoud Abbas) dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu: cukup! Kami menginginkan perdamaian," katanya.

"Women Wage Peace" didirikan sekitar tiga tahun lalu untuk menuntut kesepakatan damai dan mengakhiri konflik berdarah antara Israel dan Palestina. Gerakan ini mencakup sekitar 24.000 anggota, dengan sebuah jargon "kami tak akan berhenti sampai ada kesepakatan damai." (Red: Mahbib)

Senin 9 Oktober 2017 12:30 WIB
Kapal Terbalik, 12 Muslim Rohingya Meninggal, Puluhan Hilang
Kapal Terbalik, 12 Muslim Rohingya Meninggal, Puluhan Hilang
Ilustrasi (© AP)
Cox’s Bazar, NU Online
Sedikitnya 12 orang Rohingya meningal dunia dan puluhan lainnya hilang setelah sebuah kapal yang mengangkut mereka terbalik dalam perjalanan melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar, Senin (9/10). Selain orang dewasa, kapal tersebut juga banyak ditumpangi anak-anak.

Pejabat penjaga pantai dan penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan, terjungkalnya kapal itu disebabkan oleh muatan yang berlebih. Para penumpang pun tumpah pada Ahad malam di mulut sungai Naf yang memisahkan Myanmar dari Bangladesh.

Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) Abdul Jalil melaporkan, mayat-mayat telah ditemukan setelah berlangsungnya operasi penyelamatan sepanjang malam. "Mereka termasuk 10 anak, seorang wanita tua dan seorang pria," ujarnya sebagaimana dilansir AFP.

Komandan penjaga pantai daerah, Alauddin Nayan mengatakan, kapal tersebut terbalik di dekat desa pesisir Galachar dengan hampir 100 orang di dalamnya. Menurutnya, sekitar 40 orang di kapal tersebut adalah orang dewasa Rohingya yang melarikan diri dari desa mereka di Rakhine.

"Sisanya adalah anak-anak," katanya.

Kapal penjaga perbatasan telah menyelamatkan 13 orang Rohingya termasuk tiga wanita dan dua anak setelah menjelajahi muara sungai Naf, kata Jalil.

Karena kapal tersebut terbalik di dekat perbatasan Myanmar, Jalil mengatakan banyak orang mungkin telah berenang ke pantai Rakhine.

Penjaga pantai mengatakan bahwa kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 10 malam waktu setempat. 

Media lokal mengutip seorang yang selamat mengatakan bahwa kapal tersebut tenggelam karena gelombang tinggi dan cuaca buruk.

Hampir 520.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine menuju Bangladesh sejak akhir Agustus. Mereka berjalan kaki berhari-hari melewati hutan lebat sebelum akhirnya melakukan perjalanan berbahaya dengan perahu melintasi sungai Naf. (Red: Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG