IMG-LOGO
Daerah

Wujud Kepedulian, GP Ansor Probolinggo Santuni Ratusan Yatim

Selasa 10 Oktober 2017 6:3 WIB
Bagikan:
Wujud Kepedulian, GP Ansor Probolinggo Santuni Ratusan Yatim
Probolinggo, NU Online
Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo di Pendopo Kecamatan Wonomerto, Ahad (8/10/2017) malam berbeda dari biasanya. Pasalnya dalam kegiatan tersebut, mereka  berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Ansor Peduli dalam rangkaian peringatan di tahun baru 1439 Hijriyah ini dihadiri oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis didampingi Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya, Camat Wonomerto Taufik Alami dan jajaran Muspika serta para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Wonomerto.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa kegiatan santunan kepada ratusan anak yatim ini merupakan salah satu upaya pemuda Ansor untuk berbagi kebahagiaan dan wujud kepedulian terhapad anak yatim.

“Pemberian santunan kepada anak yatim ini merupakan salah satu program yang kami lakukan untuk memakmurkan dan mensejahterakan anak yatim di berbagai PAC, bukan hanya di Kecamatan Wonomerto saja,” katanya.

Selain berbagi santunan jelas Muchlis, pemuda Ansor juga mendistribusikan beras kepada ratusan kaum dhuafa di berbagai PAC GP Ansor.

“Beras ini didapat dari hasil pengumpulan dari pengurus Ansor baik di tingkat cabang sampai anak cabang. Tidak ada paksaan, ada yang mengumpulkan 1 mangkok atau 1 kilogram setiap pengurus. Intinya beras ini murni berasal dari pengurus sendiri,” jelasnya.

Setelah beras terkumpul jelas Muchlis, barulah pemuda Ansor dan Banser mendistribusikannya kepada para kaum dhuafa di semua PAC GP Ansor.

“Dalam pendistribusian beras ini, kami tidak pandang bulu. Jatah setiap PAC setiap bulannya diambil rata. Untuk teknis pendistribusiannya diserahkan kepada masing-masing PAC. Alhamdulillah, program ini disambut antusias oleh para kaum dhuafa,” tegasnya.

Sementara Camat Wonomerto Taufik Alami menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh para pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Probolinggo. Diharapkan apa yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para anak yatim dan kaum dhuafa, khususnya di Kecamatan Wonomerto.

Selain di Kecamatan Wonomerto, kegiatan serupa pada waktu yang bersamaan juga digelar di Kecamatan Tegalsiwalan. Sama halnya di Kecamatan Wonomerto, kegiatan ini juga dihadiri oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Tegalsiwalan. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 10 Oktober 2017 22:2 WIB
Koramil Bekali Pramuka SMA Ma'arif NU Wasbang
Koramil Bekali Pramuka SMA Ma'arif NU Wasbang
Tegal, NU Online
Pangkalan Gugusdepan (Gudep) SMA Ma'arif NU Jatinegara, Tegal menggelar Pelatihan Pengelolaan Dewan Kerja (PPDK), Ahad (8/10) di sekolah setempat.

Wakil Kepala SMA Ma'arif NU Jatinegara In'amul Auva mengatakan, kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk mempersiapkan pengurus dewan kerja Ambalan yang baru dalam mengelola kegiatan di pangkalan Gugusdepan.

"Dalam kegiatan itu, kita sengaja menggandeng Koramil Jatinegara untuk menyampaikan tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme," ujarnya.

Harapannya, lanjut Auva, pengurus baru Dewan Kerja Ambalan Syarif Hidayatullah dan Siti Khodijah SMA Ma'arif NU Jatinegara sejumlah 30 orang akan lebih siap, disiplin dan cakap dalam mengelola Ambalan.

"Selain itu, rasa kebangsaan dan nilai-nilai Nasionalisme dan Cinta tanah air juga wajib dimiliki oleh Pramuka Ma'arif NU," tandasnya

Dalam pelatihan itu, selain materi wawasan kebangsaan, diberikan pula materi tentang praktek PBB oleh Babinsa Koramil Adiwerna dan tatakelola Administrasi Dewan Kerja oleh pengurus Kwartir Ranting Jatinegara. (Hasan/Alhafiz K)

Selasa 10 Oktober 2017 21:3 WIB
LSN 2017
Walisongo Juara LSN Region Jateng II
Walisongo Juara LSN Region Jateng II
Sragen, NU Online
Pesantren Wali Songo Sragen meraih Juara Liga Santri Nusantara (LSN) Region II Jateng setelah di laga final menundukkan Darul Muttaqien dari Temanggung dengan skor telak 5-0 di Stadion Taruna Sragen, Sabtu (7/10).

Hasil ini membuat Songo FC berhasil menjadi yang terkuat untuk ketiga kalinya secara berturut, di Wilayah Region Karesidenan Surakarta dan Kedu.

Striker Faishal menjadi bintang kemenangan Wali Songo dengan tiga gol yang diciptakannya. Disaksikan ribuan suporternya sendiri yang memadati Stadion Taruna, Wali Songo tampil perkasa.

Laga baru berjalan lima menit, Triyono mampu membawa Wali Songo unggul 1-0 atas wakil Temanggung. Faishal mampu menggandakan keunggulan Wali Songo pada menit ke-28. Dua menit berselang, Faishal mencetak gol keduanya yang membawa timnya menang 3-0 di babak pertama.

Pada babak kedua, Wali Songo tidak mengendorkan serangan. Namun, lini belakang Darul Muttaqien tampil disiplin sehingga mampu menggagalkan sejumlah peluang dari Wali Songo di awal babak kedua. Terus menerus digempur, gawang Darul Muttaqien akhirnya bobol juga.

Faishal mencetak gol ketiganya pada menit 59 yang membawa Wali Songo unggul 4-0. Di pengujung babak kedua, Wali Solo kembali menambah gol melalui kaki Muarif. Skor 5-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Wali Songo berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp5 juta. Sementara Darul Muttaqien berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp4 juta. Wali Songo berhak melaju ke putaran nasional pada akhir Oktober 2017 di Bandung,” papar Koordinator LSN Region II Jateng Ali Sutopo. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Selasa 10 Oktober 2017 18:4 WIB
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah
Jakarta, NU Online
Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin menjelaskan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.

Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.

“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui NU Online di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.

Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.

“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG