IMG-LOGO
Daerah

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter

Rabu 18 Oktober 2017 14:0 WIB
Bagikan:
Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter
Ilustrasi istighotsah santri di Sidoarjo.
Jombang, NU Online 
Jelang Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober setiap tahunnya, banyak kalangan menyoroti terkait keberadaan santri dari berbagai sisi. 

Di antaranya datang dari salah satu politisi PKB Jombang, Kartiyono. Kalangan santri menurutnya merupakan cikal bakal pemimpin yang memang diharapkan bangsa saat ini. Sebabnya ada banyak bekal dalam dunia kepemimpinan yang sudah dimiliki santri. Itupun, paparnya, sudah dibidik sejak dini.

"Santri adalah cikal bakal pemimpin bangsa yang handal. Ketangguhan mental, kecerdasan berpikir dan kekuatan spiritual santri tidak perlu diragukan lagi, ini terbukti semua aspek itu dimiliki oleh santri," ujarnya, Rabu (18/10).

Selain itu menurutnya, santri sudah terbiasa dididik dengan disiplin, jujur dan tanggung jawab serta mandiri dari usia yang masih sangat muda. Dari pola didikan tersebut, imbuhnya, maka sebenarnya santri sudah memiliki karakter dan ciri khas tersendiri saat ditarik di dunia kepemimpinan.

"Kematangan dalam memimpin, kearifan dalam bertindak serta jujur, peduli serta punya jiwa gotong royong yang tinggi dan akhlaqul karimah sudah menjadi ciri khas kepemimpinan santri," urai Kartiyono.

Bahkan Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang ini menyebutnya, tampuk kepemimpinan di tangan santri akan lebih bermartabat. Disamping itu, lanjutnya, santri akan lebih bisa membawa bangsa ini mempunyai jati diri dan karakter yang kuat. 

"Itu juga sudah dibuktikan mulai bangsa ini sebelum kemerdekaan, peran serta kontribusi santri dalam andilnya merebut kemerdekaan dan menegaskan harga diri bangsa ini yang kita kenal dengan Resolusi Jihad yang diserukan Hadratus Syeh KH Hasyim Asy'ari," jelas Kartiyono.

Ia mencontohkan kepemimpinan di era reformasi saat almaghfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Gus Dur yang kental dengan kesantriannya, paparnya, mampu membawa bangsa dan Negara Indonesia disegani oleh berbagai negara di dunia. 

"Nah ini adalah bukti bahwa santri akan bisa memimpin bangsa ini, dan menjadi bangsa yang berkarakter," tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)
Bagikan:
Rabu 18 Oktober 2017 17:2 WIB
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat
Tegal, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal periode 2017-2018, Ahad (15/10) dilantik.

Kegiatan yang dipusatkan di BMT SM NU Kramat dihadiri pengurus MWC NU Kramat, pengurus IPNU-IPPNU terpilih dan undangan lainnya.

Ketua IPNU Kecamatan Kramat Bagus Widi didampingi Ketua IPPNU Azizatul Munawaroh mengatakan, amanah yang diberikan kepada keduanya akan dijalankan sesuai dengan program kerja yang ada.

Itu semua, kata dia, tidak akan berhasil tanpa dukungan dari pimpinan cabang serta pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.

Dengan demikian, IPNU-IPPNU bisa menjadi sarana bagi kalangan muda untuk berorganisasi dengan baik dan benar serta memiliki jenjang ke atas yang jelas.

Sebagai kader muda NU yang saat ini masih duduk di bangku sekolah, tentu saja kesempatan yang diberikan kepada dia dan seluruh jajaran pengurus akan dijalankan dengan baik. Tujuannya adalah agar IPNU-IPPNU bisa memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat luas.

Pembina IPNU-IPPNU Kramat Suharno mengingatkan kembali kepada pengurus terpilih agar dapat menjalankan tugas sekaligus roda organisasi dengan baik.

Ketua IPNU, kata dia, merupakan wakil dari Desa Jatilawang. Sementara Ketua IPPNU merupakan wakil dari Desa Plumbungan.

Sebagai pembina, ia juga berharap agar pengurus terpilih bisa berkoordinasi dengan pimpinan ranting di setiap desa yang ada di Kecamatan Kramat agar semua kegiatan bisa mendapatkan dukungan dari seluruh anggota.

Selain ke bawah, pengurus harus bisa berkoordinasi dengan pimpinan cabang agar setiap kegiatan di tingkat kabupaten dapat didukung.

Sebagai generasi muda, peran serta pengurus dan seluruh anggota IPNU-IPPNU tentu saja sangat diharapkan karena di tangan mereka tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan. Itulah sebabnya, kiprah mereka harus dilatih sejak dini sehingga bisa menghasilkan karya terbaik.

"Kami akan terus memberikan dukunan agar IPNU-IPPNU Kecamatan Kramat bisa aktif di dalam berbagai kegiatan," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Rabu 18 Oktober 2017 12:3 WIB
Melalui LPBINU, Siswa SMP Negeri 1 Sampang Donasi 5 Juta untuk Rohingya
Melalui LPBINU, Siswa SMP Negeri 1 Sampang Donasi 5 Juta untuk Rohingya
Sampang, NU Online
Duka yang menimpa umat muslim Rohingya akibat Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, mengetuk hati para siswa SMP Negeri 1 Sampang, Madura.

Uang sebesar Rp.5.000.000 yang berhasil mereka kumpulkan disumbangkan. Donasi itu disalurkan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) setempat, Rabu (18/17).

Bagian Kesiswaan SMPN 1 Sampang Muhammad Wahyudi didampingi oleh Pembina OSIS Ariyanto. Serta tiga siswa, yakni Ketua Osis, Danar Ikram Tirta Kusuma, Kordinator bidang budi pekerti luhur dan ahlaq, Dwi Maulidya Agustin dan Kordinator bidang ketuhanan dan keimanan, Alief Nur Imami mendatangi kantor Sekertariat LPBINU yang berada di area Kantor PCNU Sampang, Jalan Diponegoro, Sampang.

"Ini bukti peduli kami terhadap Muslim Rohingya, ini murni kegiatan dari siswa yang dilaksanakan oleh Osis. Sengaja kami membawa para siswa agar mereka bisa langsung menyerahkan sendiri. Intinya, dari kegiatan ini para siswa menjadi tau, kalau dari milik mereka ada hak orang lain," ujar Wahyudi.

Dijelaskan olehnya, kegiataan siswa peduli Rohingya sudah lama direncanakan, dan baru hari ini terealisasi. Sumbangan tersebut murni berasal para siswa yang juga diketahui oleh para wali murid, termasuk sumbangan yang dikumpulkan dari program kegiaatan siswa, Jum'at amal.

Sementara itu, Ketua Osis SMPN 1 Sampang, Danar Ikram Tirta Kusuma mengatakan, kegiataan peduli Rohingya mendapat respon positif dari siswa lainnya. Terbukti, banyak siswa yang ikut terlibat menyisihkan uang jajannya bagi saudara Muslim Rohingya.

"Responnya positif, dari kejadian itu (krisis kemanusiaan Rohingya) teman-teman siswa menjadi tahu kalau di luar sana banyak membutuhkan kepeduliam kita," ujar siswa kelas IX ini.

Ketua LPBINU Sampang Mohammad Hasan Jailani pun menanggapi kepedulian para siswa dengan ucapan terima kasih. Ia akan segera menyampaikan amanah tersebut ke LPBI PBNU.

"Terima kasih banyak, adik-adik. Sampaikan salam kami kepada keluarga besar SMPN 1 Sampang, para guru dan juga orang tua. Segera donasi ini akan kami kirim ke LPBI PBNU, Jakarta. Sampai hari ini tim relawan LPBI PBNU masih berada di Myanmar, donasi ini akan membantu meringankan penderitaan saudara kita umat Muslim Rohingya," tutur pria yang akrab dipanggil Mamak.

Sebelumnya, lanjut Mamak, LPBINU Sampang telah mengirimkan donasi sebesar Rp. 4.775.000. dari para Pengurus NU dan ulama serta warga nahdliyin. Dan selanjutnya donasi sebesar Rp. 8.050.000 dari para santri putri Pesantren Al-Ihsan dan Muslimat NU Desa Jrangoan. Dirinya pun masih membuka membuka pintu posko peduli Rohingya, apabila ada masyarakat yang ingin berbagi dengan Muslim Rohingya, melalui LPBINU. (Hadji/Alhafiz K)

Selasa 17 Oktober 2017 23:45 WIB
HARI SANTRI 2017
Tanamkan Cinta Tanah Air, PCNU Sampang Gelar Halaqah Pesantren
Tanamkan Cinta Tanah Air, PCNU Sampang Gelar Halaqah Pesantren
Halaqah Pesantren PCNU Sampang, Selasa (17/10)
Sampang, NU Online
Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Jawa Timur menggelar Halaqah Pesantren bertema Santri Mandiri, NKRI Hebat. Ratusan perwakilan dari berbagai pondok pesantren, lembaga dan banom serta alumni PKPNU dan Fatayat NU mengikuti kegiatan yang digelar di gedung PKP-RI, Jalan Rajawali, Sampang, Selasa (17/10).

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sampang, KH Nuruddin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk ikut bersama-sama mendorong dan mempertahankan ajaran ahlussunnah wal jamaah.

"Mari bersama-sama kita mendorong adik-adik pelajar dan pemuda mempertahankan ajaran ahlussunnah wal jamaah. Ingat, bukan NU yang butuh kita tapi kita yang butuh NU, untuk kepentingan agama dan negara. Sebagaimana sejarah berdirinya NKRI yang tidak lepas dari perjuangan ulama dan pahlawan yang lain," ujar Kiai Nuruddin.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono menyampaikan perintah menarik yakni agar para santri utamanya Nahdliyin untuk mempergunakan nada dering di handpone masing-masing dengan Mars NU, Syubbanul Wathon (Cinta Tanah Air).

"Saya perintahkan santri NU, nada dering hp ringtone-nya berisi Syubbanul Wathon. (Berlaku untuk) semuanya, biar cinta kita pada NU dan NKRI lebih kuat," perintah Fadhilah yang disambut tepuk tangan oleh hadirin.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Marjuki Mustamar  yang menyampaikan materi Santri Mandiri, NKRI Hebat; dan Wakil Ketua PW LPNU Jatim, KH. Arifin Hamid menyampaikan materi Cara Rasulullah SAW Taklukkan Ekonomi Yahudi. (Hadji/Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG