IMG-LOGO
Daerah

Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri


Jumat 20 Oktober 2017 16:01 WIB
Bagikan:
Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri
Tangerang, NU Online
Tidak akan ada hari pahlawan tanpa adanya resolusi jihad. Tidak ada resolusi jihad tanpa adanya santri. kemerdekaan bangsa Indonesia dan santri adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Demikian di sampaikan ketua Pengurus Pusat GP Ansor Abdul Haris Ma’mun dalam Majelis Kebangsaan Santri bertema Mewujudkan Santri Sebagai Pemuda Unggulan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzam Pinang Kota Tangerang, Kamis (19/10) siang.

“Kemerdekaan harus diisi santri dengan meningkatkan kualitas. Untuk menciptakan santri unggulan perlu keseimbangan dalam pendidikan santri,” tuturnya. 

Menurutnya, santri harus menempati jabatan-jabatan publik, pemerintah dan strategis. Untuk itu, santri tidak boleh malu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

“Sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang menerima paket C. Jadi santri salaf juga bisa mengenyam sarjana. Santri jangan apatis terhadap wacana kontemporer. Tapi harus berani meresponnya dengan memberikan alternative wacana ala santri yang khas” tegasnya.

Ia mengajak agar para orang tua jangan ragu untuk memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Di sela-sela materinya ia juga mengenalkan banom-banom NU kepada para hadirin yang mayoritas santri.

Sedangkan menurut Dosen STISNU Nusantara Mahfudz Fauzi, santri unggulan adalah santri yang berfikir global. Mereka tidak terjebak pada hal-hal formal dan pragmatis.

“Santri yang ikut memikirkan permasalahan bangsa. Santri Karena dia tidak terjebak pada pendidikan formal. Maka yang dilakukan adalah peduli terhadap pada permasalahan umat dan bangsa,” tegas Mahfudz yang sedang menempuh Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menambahkan, santri unggulan itu mampu menjadi agen of change. Ia tidak hanya memikirkan personal tapi juga ikut terlibat dalam perubahan sosial. Kiai-kiai dulu selain mengajar ngaji dan ibadah juga ikut memikirkan permasalaham bangsa. Jadi, santri itu harus menjadi inspirasi masyarakat.

Acara dihadiri para santri se-kota tangerang, seperti Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah, PP Ummul Falah, Miftahul Huda Annidzam, PP Nurul Huda Yadin, PP Jabal Nur dan sebagainya. Turut hadir juga GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU dan IPPNU Kota Tangerang dan masyarakat Sekitar Pesantren. (Suhendra/Fathoni)
Bagikan:
IMG
IMG