IMG-LOGO
Nasional

Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek

Jumat 20 Oktober 2017 18:45 WIB
Bagikan:
Presiden Jokowi Hadiri Haul dan Khotmil Qur’an di Pesantren Kempek
Ilustrasi (© Biro Pers Setpres)
Jakarta, NU Online
Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, Jawa Barat mengadakan Haul dan Khotmil Qur’an di lapangan pesantren setempat pada Jumat (20/10).

Acara yang bertemakan Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI ini dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, dan sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.

Pengasuh Pesantren KHAS Kempek KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo telah berkenan hadir di Kempek.

Ia menilai, Jokowi merupakan presiden yang sangat memperhatikan pesantren. Jokowi, katanya, juga memberi isyarat mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Kiai Mustofa mengaku senang karena Presiden Jokowi berani membawa tahlil di istana negara. “Itu sejak zaman Nabi Adam belum pernah terjadi, Pak, tahlil di istana,” katanya diikuti tawa hadirin.

Keberanian Jokowi membuat Kiai Mustofa mengungkapkan perkataan KH Maimun Zubair. “Makanya Mbah Maimun Zubair mengatakan, dia itu bukan namanya ‘Jokowi’. (Dia) Ja’a Qowiyyun, datang orang kuat,” katanya. (Husni Sahal/Mahbib)

Tags:
Bagikan:
Jumat 20 Oktober 2017 23:20 WIB
NU Care-LAZISNU Meriahkan Haul Muassis Pesantren Kempek
NU Care-LAZISNU Meriahkan Haul Muassis Pesantren Kempek
Santunan Dhuafa di Haul Muasis Pesantren Kempek Cirebon, Kamis (19/10)
Cirebon, NU Online
NU Care-LAZISNU menyalurkan santunan kepada fakir miskin di sekitar Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (19/10). Santunan berupa sembako dan mukena diberikan kepada sedikitnya 110 kaum dhuafa dan ibu-ibu yang telah dipilih oleh panitia lokal.

Perwakilan NU Care-LAZISNU, Nur Hasan menyatakan pemberian santunan tersebut sebagai wujud kegembiraan atas haul muassis Pondok Pesantren Khas Kempek yang diperingati selama dua hari, Kamis-Jumat, 19-20 Oktober 2017.

“NU Care mengucapkan selamat atas haul muassis Pesantren Khas Kempek. Adapun pemberian santunan merupakan wujud kepedulian NU Care-LAZISNU kepada fakir miskin, terutama kaum ibu yang berada di sekitar pondok,” kata Hasan kepada NU Online di lokasi kegiatan.

Haul muassis Pondok Pesantren Khas Kempek mengacu kepada wafatnya KH Aqil Siroj pada tahun 1990. Tahun ini pelaksanaan haul memasuki kali keduapuluh delapan, bertema Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI.


Acara haul diisi dengan bakti sosial, pawai, khotmil Quran, seminar ekonomi. Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, sejumlah tokoh dan pejabat turut menghadiri puncak haul, Jumat (20/10) malam. (Kendi Setiawan) 

Jumat 20 Oktober 2017 22:30 WIB
Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri
Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri
Ilustrasi: Penyerahan KIP Santri di Pesantren Situbondo (© Kemenag)
Jakarta, NU Online
Malam puncak peringatan Hari Santri yang akan diselenggarakan Kementerian Agama pada 22 Oktober 2017 di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, akan dimeriahkan pembacaan shalawat bertajuk “Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri 2017”.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah dan sekitarnya bakal memadati lokasi tersebut. 

“Habib Lutfi bin Yahya, Habib Umar Muthahhar, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, serta para kiai dan pondok pesantren juga akan hadir pada Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jakarta, Jumat (19/10) dalam sebuah rilis.

Selain bershalawat bersama, lanjut Zayadi, Menag juga akan menyerahkan 20.056 Kartu Indonesia Pintar (KIP) santri. Secara simbolis, KIP ini akan diserahkan kepada lima perwakilan santri,” sambungnya.

“Menteri Agama juga akan memberikan penghargaan kepada Muhammad Abdul Faqih,  santri Pondok Pesantren al-Munawwir yang berhasil meraih juara III ajang Musabaqah Hifdzil Qur'an tingkat Internasional di Arab Saudi,” tutur Zayadi.

Menag Lukman bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin juga akan meresmikan dimulainya hitungan mundur (countdown) pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tahun 2017. 

“MQK ke-VI ini akan diselenggarakan pada 29 November hingga 7 Desember di Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin Balekambang, Jepara,” paparnya.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak saat itu, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Tema peringatan tahun ini adalah “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”. 

Selain shalawat dan pembagian KIP santri, sebelumnya acara tahunan ini dimeriahkan dengan pencatatan rekor pada Museum Rekor Indonesia (MURI) tentang pembuatan Komik Terpanjang. (Red: Mahbib)

Jumat 20 Oktober 2017 22:15 WIB
Kemendes PDTT Gandeng Gereja Bantu Pengawasan Dana Desa
Kemendes PDTT Gandeng Gereja Bantu Pengawasan Dana Desa
Jakarta, NU Online
Untuk meningkatkan pemanfaatan dan pengawasan dana desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Kerja sama ini meliputi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
 
"MoU dengan GMIT ini dalam rangka ikut membantu pelaksanaan dana desa. Misalnya pendampingan, pengawasan, ajak masyarakat untuk ikut partisipasi mengawasi. Masyarakat libatkan dalam musyawarah desa. Dengan adanya gereja,  dan tokoh agama pasti dihormati, bisa melibatkan masyarakat untuk itu," ujar Mendes PDTT, Eko Sandjojo setelah menyaksikan penandatanganan MoU dengan GMIT di Jakarta, pada Jumat (20/10).   

Ia berharap langkah ini bisa ditiru gereja dan lembaga keagamaan lainnya untuk sama-sama percepatan pembangunan di desa-desa.

"Saya kagum pada GMIT ini yang mau ikut bantu program dana desa, hari ini tambah energy baru dengan seribu gerejanya. Indonesia ini dibangun dari pilar-pilar keragaman," ujarnya.

Saat ini dana desa sudah terserap sekitar 90 persen. Kemendes PDTT memiliki empat program prioritas untuk akselerasi pembangunan ekonomi. Tahun depan rencananya dana desa akan digunakan untuk infrastruktur yang menunjang percepatan pertumbuhan ekonomi seperti Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan).

Selain itu, Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis mengapresiasi MoU ini karena melibatkan berbagai unsur dalam pengawasan dana desa. Dan mendorong masyarakat untuk ikut terlibat salah satunya melalui gereja.

"Kami mencoba fasilitasi melalui sinode GMIT ini bahwa gereja ikut terlibat memberikan dukungan dalam membantu pemanfaatan dana desa. Sebagai Komisi V terimakasih karena komponen masyarakat  dilibatkan," tegasnya.

Ia juga menambahkan catatannya atas evaluasi 3 tahun selama menjadi mitra kerja dengan Kemendes PDTT, terkait dana desa yaitu memberikan dukungan transparansi pemanfaatkan dana desa yang dinilai sekarang sudah transparan dengan adanya baliho.  Kedua, para pendamping desa dibekali satu pendekatan tentang pemberdayaan  masyarakat.

Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr.Merry Louise Kolimon menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, gereja akan ikut aktif terlibat dalam membangun desa.

"Terdapat 2000 gereja lokal di bawah GMIT ini yang merupakan gereja protestan di wilayah timur. Dan terdapat 1300 pendeta yang siap melayani di desa-desa,"ujarnya.

Ia berharap MoU ini akan berlanjut pada tahap yang lebih ril dalam upaya pembanguan masyarakat desa, karena memiliki perhatian yang sama pada kelompok marginal terutama di daerah-daerah tertinggal. Ia juga mendorong pendeta untuk bersama-sama mengawasi dana desa.

Bentuk realisasi kerja sama ini, dalam program gereja ada lokakarya dana desa dengan mengundang pendeta dan kepala desa. Dengan demikian, menurutnya gereja sebagai unsur masyarakat sipil bisa mengawasi dana desa supaya benar-beenar berdampak. Kemudian, sumbangan demokrasi ekonomi, partisipasi yang baik dalam mengawasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat.

Kesepahaman bersama meliputi pemberdayaan masyarakat melalui dana desa; peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan; peningkatan kesehatan masyarakat; peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat melalui dana desa; pengawasan dan pemanfaatan penggunaan dana desa.  (Red: Kendi Setiawan)
 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG