IMG-LOGO
Daerah

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri

Jumat 20 Oktober 2017 23:3 WIB
Bagikan:
Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri
Pacitan, NU Online
Tidak kurang dari 20 stand milik pesantren, madrasah, kampus, dan  badan otonom Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum ikut meramaikan Pameran Kreatif Santri yang digelar dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 22 Oktober di alun-alun Pacitan. Stand ini menampilkan berbagai macam produk unggulan milik para santri dan warga NU.

Beberapa produk unggulan dipamerkan dalam stand yang masing-masing berukuran 3×3 M itu, diantaranya baju muslim- muslimah, seragam NU, kain batik, berbagai buku bacaan, kaligrafi, aksesoris NU, poto pendiri NU dan kiai pesantren, serta aneka produk makanan.

Sejak dibuka pada Kamis sore (20/10) oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, stand ini ramai didatangi para pengunjung. Mereka datang dari berbagai latar belakang. 

Pengunjung juga dihibur dengan berbagai jenis penampilan santri yang berada di panggung utama acara. Selain itu, pengunjung dimanjakan pula dengan aneka jenis hidangan yang tersedia di kedai-kedai yang berdiri disisi lokasi pameran.

Stand pameran yang digelar hingga Ahad 22 Oktober besok ini, dibuka tiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. 
Sekretaris panitia hari santri Pacitan, Gus Zaki Alwan mengatakan, pameran kreatifitas santri ini digelar sebagai sarana mempromosikan produk yang dihasilkan oleh para santri dan warga Nahdliyin Pacitan.

"Pameran ini sebagai sarana memperkuat ekonomi santri, " terangnya kepada NU Online.

Wakil Bupati H Yudhi Sumbogo yang didaulat membuka pameran mengapresiasi pameran kreatifitas santri ini. "Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan sangat mengapresiasi pameran ini. Kami akan mendukung dan mensupport kegiatan hari santri pada tahun-tahun yang akan datang," kata Wabub.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Rais Syuriyah KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU KH Mahmud, Kepala Kankemenag H Nurul Huda, para kiai seperti KH Burhanuddin HB, KH Imam Faqih Sudjak, sejumlah pengurus Banom NU dan tamu undangan lainnya.

Selain pameran kreatifitas santri, pada Rabu (18/10) kemarin panitia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) telah menggelar Lomba Santri Madin. Dengan mempertandingkan lomba baca puisi islami, lomba pidato dan lomba kaligrafi. (Zaenal Faizin/Fathoni)
Bagikan:
Jumat 20 Oktober 2017 23:30 WIB
HARI SANTRI 2017
Di Sampang 4000 Santri Meriahkan Jalan-jalan Sarungan
Di Sampang 4000 Santri Meriahkan Jalan-jalan Sarungan
Peserta Jalan-jalan Sarungan Kabupaten Sampang menyanyikan Syubbanul Wathon, Jumat (20/10)
Sampang. NU Online 
Kegiatan bertajuk Jalan-jalan Sarungan digelar PCNU Kabupaten Sampang untuk memperingati Hari Santri Nasional 2017, Jumat (20/10). Sekitar 4000 santri se-Kabupaten Sampang terlibat dalam kegiataan ini. 

"Jumlah peserta sengaja kami batasi, kalau seluruh santri diturunkan khawatir memblundak dan tentunya akan merepotkan panitia," ujar Ketua Panitia, Mas'udi Kholili yang didampingi oleh Bendahara, Mohammad Hasan Jailani.

Acara tersebut sengaja dimasukkan dalam rangkaian kegiatan HSN 2017, untuk memupuk semangat para santri agar lebih mencintai dan menghormati ulama -ulama pejuang yang turun langsung ke jalan guna mengusir penjajah.

"Sepanjang jalan dari start hingga finish, peserta JJS menyanyikan mars NU Syubbanul Wathon. Tentunya ini menjadikan susasan lebih heroik dan peserta lebih semangat. Alhamdulillah, acara berlangsung sukses. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat," ucapnya.

Pantuan dilokasi, suasana semakin meriah karena panitia menyiapkan kupon undian berhadiah bagi peserta JJS.Bermacam hadiah disiapkan seperti jam dinding, kipas angin, televisi, dan sepeda. Selain itu juga tersedia hadiah utama berupa 10 jilid kitab Al-Fiqhul Islamy Wa Adillatuhu, karangan Syech Wahbah Az- Zuhaily.  Peserta yang beruntung mendapatkan hadiah utama, adalah santri dari Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Sampang, bernama Kholili.

Acara turut dihadiri Rais Syuriah, KH Syafiuddin Abd Wahid; dan ketua Tanfidziyah KH Muhaimin Abd Bari, serta jajaran pengurus PCNU setempat, 

Sementara Bupati Sampang, Fadhilah Budiono secara langsung memberangkatkan ribuan peserta JJS dari garis start di depan Pendopo Bupati Sampang di Jalan Wijaya Kusuma, Sampang. (Hadji/Kendi Setiawan)

Jumat 20 Oktober 2017 20:6 WIB
PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum
PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum
Pekalongan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan meminta kepada IPNU dan IPPNU untuk dapat memasuki sekolah-sekolah umum. Jika selama ini telah berhasil membentuk komisariat di madrasah atau sekolah di bawah lingkungan LP Ma'arif, maka saatnya sekolah sekolah umumnya menjadi program skala prioritas.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom saat memberikan sambutan pada pembukaan konferensi cabang IPNU dan IPPNU di Gedung Aswaja, Kamis (19/10).

Program prioritas IPNU dan IPPNU masuk ke sekolah sekolah umum menjadi sangat urgen mengingat perkembangan teknologi yang cukup pesat dan anak-anak sekolah harus diimbangi dengan pembentukan akhlakul karimah dan itu menjadi tugas kita.

"Anak-anak sekarang sangat beda ketika zaman saya masih muda, saat ini anak anak tidak bisa jauh dari yang namanya gadget, HP android, dan sejenisnya, padahal saya dulu mainannya cukup gelang karet, pecahan genteng, dan gasingan," ujarnya.

Menurut Tarom, tantangan IPNU dan IPPNU sekarang dan ke depan semakin berat dan berliku. Oleh karena itu, ia mengajak segenap kader IPNU dan IPPNU untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah agar bisa selamat dunia dan akhirat.

Sementara itu Ketua IPNU Kota Pekalongan Mohammad Saifullah berharap konfercab kali ini diharapkan dapat menghasilkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas anggota dan pengurus yang terpilih nanti dapat menjalankan program dan yang terpenting ialah meningkatkan jumlah ranting dan komisariat dari yang sudah ada.

Menurut Saifullah, saat dirinya menjadi Ketua IPNU jumlah ranting IPNU yang semula ada 20 hingga akhir periode berhasil ditingkatkan menjadi 30 ranting dari 47 ranting yang ada. Kemudian jumlah komisariat yang semula ada 5 saat ini sudah berdiri 7 komisariat.

Ia berharap, pengurus IPNU dan IPPNU ke depan harus lebih giat dan semangat, apalagi saat ini IPNU IPPNU ditunjang dengan pendanaan yang cukup dari usaha penyediaan seragam batik IPNU-IPPNU dan KSPPS Minna Lana.

Pembukaan Konferensi Cabang IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan ke-25 berlangsung cukup semarak. Acara yang dikemas dalam format gebyar sholawat juga diisi dengan tari-tarian sufi berlangsung sangat dinamis dan memukau ratusan pengunjung.

Tampak hadir dalam pembukaan, selain jajaran pengurus cabang NU, juga para ketua IPNU dan IPPNU periode sebelumnya, Ketua IPNU dan IPPNU Jawa Tengah juga tampak dalam pembukaan serta ratusan tamu undangan lainnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Jumat 20 Oktober 2017 16:1 WIB
Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri
Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri
Tangerang, NU Online
Tidak akan ada hari pahlawan tanpa adanya resolusi jihad. Tidak ada resolusi jihad tanpa adanya santri. kemerdekaan bangsa Indonesia dan santri adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Demikian di sampaikan ketua Pengurus Pusat GP Ansor Abdul Haris Ma’mun dalam Majelis Kebangsaan Santri bertema Mewujudkan Santri Sebagai Pemuda Unggulan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzam Pinang Kota Tangerang, Kamis (19/10) siang.

“Kemerdekaan harus diisi santri dengan meningkatkan kualitas. Untuk menciptakan santri unggulan perlu keseimbangan dalam pendidikan santri,” tuturnya. 

Menurutnya, santri harus menempati jabatan-jabatan publik, pemerintah dan strategis. Untuk itu, santri tidak boleh malu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

“Sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang menerima paket C. Jadi santri salaf juga bisa mengenyam sarjana. Santri jangan apatis terhadap wacana kontemporer. Tapi harus berani meresponnya dengan memberikan alternative wacana ala santri yang khas” tegasnya.

Ia mengajak agar para orang tua jangan ragu untuk memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Di sela-sela materinya ia juga mengenalkan banom-banom NU kepada para hadirin yang mayoritas santri.

Sedangkan menurut Dosen STISNU Nusantara Mahfudz Fauzi, santri unggulan adalah santri yang berfikir global. Mereka tidak terjebak pada hal-hal formal dan pragmatis.

“Santri yang ikut memikirkan permasalahan bangsa. Santri Karena dia tidak terjebak pada pendidikan formal. Maka yang dilakukan adalah peduli terhadap pada permasalahan umat dan bangsa,” tegas Mahfudz yang sedang menempuh Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menambahkan, santri unggulan itu mampu menjadi agen of change. Ia tidak hanya memikirkan personal tapi juga ikut terlibat dalam perubahan sosial. Kiai-kiai dulu selain mengajar ngaji dan ibadah juga ikut memikirkan permasalaham bangsa. Jadi, santri itu harus menjadi inspirasi masyarakat.

Acara dihadiri para santri se-kota tangerang, seperti Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah, PP Ummul Falah, Miftahul Huda Annidzam, PP Nurul Huda Yadin, PP Jabal Nur dan sebagainya. Turut hadir juga GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU dan IPPNU Kota Tangerang dan masyarakat Sekitar Pesantren. (Suhendra/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG