::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Purworejo Respon Cepat Tantangan Keagamaan Dewasa Ini

Senin, 23 Oktober 2017 10:00 Daerah

Bagikan

NU Purworejo Respon Cepat Tantangan Keagamaan Dewasa Ini
Ilustrasi.
Purworejo, NU Online
Merespon maraknya tantangan keagamaan dewasa ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengadakan Diklat ke-NU-an, Sabtu-Ahad (21-22/10) di Gedung Pendidikan Pondok Pesantren Al-Iman Bulus, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Muh. Wazir selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa acara ini terselenggara secara mandiri dari iuran peserta dan bantuan PCNU.

"Jumlah pesertanya 142, 87 laki-laki dari pengurus NU, Ansor, Ma'arif dan dosen STAINU. Sisanya adalah ibu-ibu dari Muslimat dan Fatayat NU," terang Wazir. "Bahkan, saya dikabari ada beberapa peserta yang menyusul setelah pembukaan ini," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah PCNU Purworejo Habib Hasan Agil Ba'abud mengapresiasi peserta yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat yang sudah tak asing.

"Di sini ikut sebagai peserta ada ketua partai, pegawai KUA, pegawai kecamatan, pengusaha, bahkan ada sepasang suami-istri dari unsur syuriyah NU. Insya Allah anda tidak akan kecewa, karena kegiatan yang konsepnya seperti ini tak ada di organisasi lain," terangnya.

"Insyaallah, nanti kita kerawuhan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh dari Semarang," imbuhnya.

Habib Hasan berharap, peserta patuh dan tunduk mengikuti semua aturan main dari panitia sampai acara selesai. Adapun pematerinya adalah dari tim instruktur PWNU Jawa Tengah.

"Ar ridho bissyai' ridho bima yatawalladu minhu. Jika anda sudah rela dengan sesuatu, berarti rela dengan konsekuensinya. Anda rela dan mau mengikuti acara ini, berarti rela dengan segala aturan-mainnya," terangnya, mengutip kaidah fiqh. (Ahmad Naufa/Fathoni)