Gema Hari Santri 2017 di Eropa

Berlin, NU Online
Hari Santri Nasional, ditetapkan pemerintah sejak 2015 silam bertepatan dengan 22 Oktober, tidak hanya disemarakkan oleh kalangan santri dan masyarakat di Indonesia. Di Eropa pun hari besar ini turut digemakan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung di dalam komunitas nahdliyyin se-Eropa.

Pengurus Cabang Istimewa (PCI)  NU Jerman tak kalah ketinggalan. Bersama dengan PCI NU Belgia, Shalawat Nariyah diamalkan serentak di kedua negara. Di Jerman, misalnya, lantunan shalawat dikumandangkan di berbagai kota seperti Kassel, Karlsruhe, Bremen, Frankfurt, Berlin, Göttingen, Oldenburg.

Sementara di Belgia, warga di kota Brussel dan Leuven bersama-sama ikut melantunkannya.  Ajakan berhalawat Nariyah dalam laman Facebook Ketua Tanfidziyah PCI NU Jerman, Muhammad Rodlin Billah, juga menyedot perhatian warga Surabaya untuk ikut mengamalkannya. 

Shalawat Nariyah, yang bermula ratusan tahun silam dari Afrika Utara dan masih menjadi tradisi di negeri asalnya, diiimbau PBNU untuk dibaca demi memperoleh dua tujuan. Pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apa pun. Kedua, mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan tanah air. Tak salah jika kedua tujuan tersebut sekaligus dianggap sebagai aspek vertikal dan horizontal dari zikir. 

Bagi Nahdliyin di Eropa, membaca shalawat itu ditambahkan niat dan doa khusus, terutama dua hal. Pertama, agar PCI NU Jerman senantiasa dapat terus memperjuangkan Islam Aswaja An-Nahdliyah. Kedua, supaya rekan-rekan PCI NU Belgia bersama segenap diaspora masyarakat Indonesia dimudahkan Allah SWT untuk mendirikan masjid.

Selain itu, PCI NU Jerman juga memprakarsai lomba pembuatan video "Hari Santri" berskala internasional berhadiah dengan tagar #SantriMandiri #NKRIhebat. Tak kurang dari 20 video diterima. Masing-masingnya berdurasi 60 detik didaftarkan dari berbagai negara di seluruh dunia seperti Arab Saudi, Maroko, Mesir, Tunisia, Sudan, Skotlandia, Jerman, Taiwan dan Jepang. 

Setelah melalui proses penjurian yang panjang, panitia akhirnya menentukan pemenang utama perlombaan ini yang berasal dari Maroko, Tunisia, Sudan dan Rusia serta tiga video yang diberikan Honorable Mention yakni dua dari Jerman dan satu dari Jepang. Video kompilasi dapat dilihat di laman resmi Facebook PCI NU Jerman: https://www.facebook.com/NUJerman/. (Red: Kendi Setiawan)

BNI Mobile