IMG-LOGO
Nasional

Saat Shalawat Sharla Martiza Membius Agnez Mo dan Maher Zain

Senin 30 Oktober 2017 17:17 WIB
Bagikan:
Saat Shalawat Sharla Martiza Membius Agnez Mo dan Maher Zain
Sharla Martiza (The Voice Kids Indonesia).
Jakarta, NU Online
Gadis asal Jombang, Jawa Timur, Sharla Martiza (13) ramai dibicarakan warganet (netizen) saat tampil dalam blind audition di ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia. Ia menyanyikan lagu Memory (Cats-Musical) dan berhasil membius penonton.

Suaranya yang merdu dan khas juga menyihir ketiga mentor atau coach, Agnez Mo, Tulus, dan Bebi Romeo. Bahkan perempuan yang dijkenal bernama Agnes Monica ini menyalakan tombol putih untuk memilihnya dalam Team-nya.

Kekaguman para mentor tersebut membuat Sharla tak bisa memendam rasa bahagianya. Namun, Agnez Mo tidak berhenti menantang Sharla untuk kembali membius pemirsa dengan suaranya.

Akhirnya, Agnez meminta Sharla menyanyikan lagu yang ia sukai. Tak ada yang menyangka dara bernama lengkap Sharla Martiza Isya’iyah Putri ini kembali menunjukkan kemampuannya dalam dunia tarik suara dengan menyanyikan lagu “Assalamualaika” yang dipopulerkan Maher Zain. 

"Bagus loo... Suara kamu bagus banget, stabil," ungkap Agnez Mo sesaat setelah Sharla menyenandungkan shalawat “Assalamualaika” milik Maher Zain itu. 

Bukan hanya Agnez yang terkesima dengan suara perempuan yang pernah menjuarai lomba baca Al-Qur’an dan puisi tingkat kabupaten ini, bahkan sang penyanyi asli, Maher Zain lewat akun Instagramnya, @maherzainofficial, juga turut mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan Sharla.

"Amazing mashaAllah, May Allah bless you Sharla," tulis Maher Zain.

Tonton videonya di sini: Shalawat Sharla Martiza

Maher Zain memposting video penampilan Sharla ketika dirinya berada di Birmingham, Inggris. Video berdurasi sekitar 4 menit dalam akun Maher tersebut ditonton sebanyak 447.375 kali dan dikomentari 6.505 orang.

Ketertarikan warganet terhadap penampilan Sharla juga terdapat di YouTube ketika akun resmi The Voice Kids memposting video penampilan Sharla. Saat ini, video Sharla di YouTube telah ditonton oleh sekitar 2,8 juta viewer sejak diposting pertama kali pada Kamis, 26 Oktober 2017 lalu atau dalam waktu 4 hari saja. 

Melihat antusiasme masyarakat terhadap bakatnya dalam dunia tarik suara, tidak sedikit pemirsa yang tidak sabar menunggu penampilan-penampilan selanjutnya di The Voice Kids setiap Kamis pukul 18.00 WIB di channel GTV. (Fathoni)
Bagikan:
Senin 30 Oktober 2017 23:15 WIB
Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2017 Capai 75,6% dari Target
Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2017 Capai 75,6% dari Target
Jakarta, NU Online
Pada periode Triwulan III (Juli - September) Tahun 2017 ini, telah tercatat angka realisasi investasi sebesar Rp 176,6 triliun, yang terdiri dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 64,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 111,7 triliun. Angka realisasi investasi ini secara konsisten terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Capaian realisasi investasi pada periode Triwulan III Tahun 2017 ini meningkat sebesar 13,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, dengan komposisi realisasi PMDN meningkat 16,8% dan PMA meningkat sebesar 12,0%.

Secara kumulatif sembilan bulan pertama, Januari – September 2017 realisasi investasi sebesar Rp 513,2 triliun, sudah 75,6% target 2017 (Rp 678,8 triliun), terdiri dari PMDN Rp 194,7 triliun (37,9%) dan PMA Rp 318,5 triliun (62,1%) sedangkan realisasi investasi di luar jawa sebesar Rp 230,4 triliun (44,9%) dan di jawa Rp 282,8 triliun (55,1%).Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa capaian realisasi pada periode ini semakin menambah optimisme pemerintah untuk mencapai target realisasi investasi tahun 2017 yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

“BKPM berkomitmen mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Perizinan Berusaha, diantaranya melakukan revisi beberapa Peraturan Kepala BKPM untuk mewujudkan terlaksananya percepatan dan kemudahan berusaha. Selain itu BKPM juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam menciptakan kemudahan pelayanan perizinan melalui perizinan dengan single submission, digital signature, serta tetap menjalankan langkah - langkah nyata dalam memfasilitasi penyelesaian hambatan investasi baik dari sisi perizinan maupun dalam implementasi di lapangan yang diharapkan akan mempercepat realisasi penanaman modal,” ungkap Thomas Lembong dalam konferensi pers di kantor BKPM, Senin (30/10).

Realisasi penanaman modal pada Triwulan III Tahun 2017 telah menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 286.497 orang dengan rincian sebanyak 109.711 orang dari proyek PMDN dan sebanyak 176.786 orang dari proyek PMA.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi tetap berperan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. BKPM akan terus mengawal terealisasinya investasi yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja,” papar Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal - BKPM. 

Ketenagalistrikan dan Industri Pengolahan Logam MendominasiBKPM mencatat bahwa realisasi investasi di Pulau Jawa pada periode Triwulan III ini mencapai Rp 101,1 triliun sedangkan di luar Pulau Jawa sebesar Rp 75,5 triliun. Dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama Tahun 2016, realisasi di Pulau Jawa mengalami peningkatan sebesar 15,4%.

Sedangkan realisasi di luar Pulau Jawa juga mengalami peningkatan sebesar 11,5%.BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) periode Triwulan III 2017 berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 28,8 triliun, 16,3%); DKI Jakarta (Rp 25,7 triliun, 14,6%); Banten (Rp 18,1 triliun, 10,2%); Jawa Timur (Rp 15,7 triliun, 8,9%) dan Jawa Tengah (Rp 12,6 triliun, 7,1%).

Sementara itu, realisasi investasi (PMDN & PMA) periode Triwulan III 2017 berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Listrik, Gas, Air (Rp 22,1 triliun, 12,5%); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 19,9 triliun, 11,3%); Industri Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 18,9 triliun, 10,7%), Pertambangan (Rp 18,2 triliun, 10,3%); dan Industri Kimia dan Farmasi (Rp 16,3 triliun, 9,2%).Lima besar negara asal PMA Periode Triwulan III 2017 adalah: Singapura (US$ 2,5 miliar, 30,1%); Jepang (US$ 1,1 miliar, 13,3%); R.R. Tiongkok (US$ 0,8 miliar, 9,6%); Amerika Serikat (US$ 0,6 miliar, 7,2%) dan Korea Selatan (US$ 0,4 miliar, 4,8 %).Perkembangan Realisasi Investasi 2012 – September 2017: Per Triwulan Rincian data realisasi investasi PMDN dan PMA periode Triwulan III dan Januari – September 2017, sebagaimana terlampir.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: 
M. M. Azhar Lubis 
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Jl. Jend. Gatot Subroto 44, Jakarta 12190, Indonesia 
Telepon: 021-5252008 ext.7001 HP: 08159525035 e-mail: azhar@bkpm.go.id

Lampiran Data Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2017

Terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan III Tahun 2017 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 sebesar 16,8%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 55,6 triliun menjadi Rp 64,9 triliun.Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan III Tahun 2017 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 juga meningkat sebesar 12,0%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 99,7 triliun menjadi Rp 111,7 triliun.

Berikut hal penting dari capaian realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan III Tahun 2017:

1. Realisasi Investasi PMDN
Realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Listrik, Gas, dan Air (Rp 8,8 triliun); Konstruksi (Rp 8,5 triliun); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp 8,3 triliun); Industri Makanan (Rp 6,3 triliun); dan Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 5,1 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar Rp 20,9 triliun atau 32,2% dari total PMDN.Realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Timur (Rp 11,4 triliun); DKI Jakarta (Rp 10,7 triliun); Jawa Barat (Rp 8,1 triliun); Jawa Tengah (Rp 5,3 triliun) dan Banten (Rp 3,6 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA
Realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin, dan Elektronik (US$ 1,2 miliar); Pertambangan (US$ 1,0 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 1,0 miliar); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi (US$ 0,9 miliar); dan Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$ 0,9 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar US$ 3,4 miliar atau 41,0% dari total PMA.

Realisasi investasi PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (US$ 1,5 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,1 miliar); Banten (US$ 1,1 miliar); Papua (US$ 0,6 miliar); dan Riau (US$ 0,5 miliar).

Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 2,5 miliar); Jepang  (US$ 1,1 miliar); R.R Tiongkok (US$ 0,8 miliar); Amerika Serikat (US$ 0,6 miliar); dan Korea Selatan (US$ 0,4 miliar).

3. Sebaran Investasi di Jawa dan di luar Jawa
Realisasi investasi di Pulau Jawa pada periode ini mencapai Rp 101,1 triliun sedangkan di luar Pulau Jawa sebesar Rp 75,5 triliun. Dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama Tahun 2016, realisasi di luar Pulau Jawa mengalami peningkatan sebesar 11,5%.

4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada periode ini mencapai 286.497 orang yang terdiri dari 109.711 orang dari investasi PMDN dan sebanyak 176.786 orang dari investasi PMA.

Kumulatif Realisasi Investasi Periode Januari – September 2017

1. Realisasi Investasi PMDN
Realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Industri Makanan (Rp 27,9 triliun); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 25,7 triliun); Listrik, Gas, dan Air (Rp 21,9 triliun); Pertambangan (Rp 19,9 triliun); dan Konstruksi (Rp 19,6 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar Rp 73,0 triliun atau 37,5% dari total PMDN.

Realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Timur (Rp 36,4 triliun); DKI Jakarta (Rp 32,7 triliun); Jawa Barat (Rp 29,0 triliun), Jawa Tengah (Rp 13,1 triliun); Banten (Rp 11,2 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA
Realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Pertambangan (US$ 3,2 miliar); Industri Logam, Mesin, dan Elektronik (US$ 3,1 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 2,7 miliar); Industri Kimia dan Farmasi (US$ 2,2 miliar); dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (US$ 2,0 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar US$ 10,5 miliar atau 43,9% dari total PMA.Realisasi investasi 

PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (US$ 4,0 miliar); DKI Jakarta (US$ 3,2 miliar); Banten (US$ 2,3 miliar); Jawa Tengah (US$ 1,5 miliar); dan Papua (US$ 1,4 miliar).

Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 6,1 miliar); Jepang (US$ 4,0 miliar); R. R. Tiongkok (US$ 2,7 miliar); Amerika Serikat (US$ 1,5 miliar); dan Korea Selatan (US$ 1,4 miliar).

3. Sebaran Lokasi Proyek
Pada periode Januari – September Tahun 2017, realisasi  investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 282,8 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 230,4 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 sebesar Rp 203,1 triliun terjadi peningkatan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar 13,4%.4. Realisasi investasi berdasarkan Wilayah pada periode Januari sampai dengan September tahun 2017 adalah:
a. Wilayah Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 89,2 triliun (17,4%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 34,2 triliun dan PMA sebesar US$ 4,1 miliar.
b. Wilayah Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 282,7 triliun (55,1%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 122,5 triliun dan PMA sebesar US$ 12,0 miliar.
c. Wilayah Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 49,1 triliun (9,6%), terdiri dari  PMDN sebesar Rp 21,3 triliun dan PMA sebesar US$ 2,1 miliar.
d. Wilayah Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 47,4 triliun (9,2%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 8,8 triliun dan PMA sebesar US$ 2,9 miliar.
e. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 18,4 triliun (3,6%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 6,0 triliun dan PMA sebesar US$ 0,9 miliar.
f. Wilayah Maluku dan Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 26,4 triliun (5,1%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 1,8 triliun dan PMA sebesar US$ 1,8 miliar.

(Red: Kendi Setiawan)
Senin 30 Oktober 2017 22:15 WIB
Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Qur'an Nasional Ketiga
Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Qur'an Nasional Ketiga
Jakarta, NU Online
Musabaqah Hifzhil Qur'an Tingkat Nasional ketiga antar pesantren se-Indonesia yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta sejak 28 Oktober lalu resmi ditutup Senin (30/10) siang. Sejumlah pemenang pun diumumkan dalam acara penutupan yang sangat meriah tersebut.


Musabaqoh Hifzhil Qur'an tahun ini diikuti sekitar 426 peserta putra dan putrid. Pemenang (terbaik) pertama pada tiap golongan, baik putra dan putri mendapatkan hadiah ibadah umrah. Sedangkan terbaik 2, terbaik 3, harapan 1, dan harapan 2 mendapatkan dana pembinaan.

Sofwan Manaf, Pimpinan Pesantren Darunnajah menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menajdi upaya mencerdaskan kader bangsa bagi umat agar mencintai agama dan negara.

“Juga membawa nilai-nilai agamis serta mampu menjaga toleransi dan keberagaman antar etnis yang ada di Indonesia, berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila demi terciptanya ruh untuk menjaga keutuhan Indonesia ini," ujarnya.


Dari 426 hafidz dan hafidzah yang terdaftar sebagai peserta, berikut adalah daftar 12 besar juara Musabaqah Hifzhil Qur'an Tingkat Nasional ketigatahun 2017
1.Lalu M. Hayyi (Darunnajah 2)
2.Juara 1: Rofiqoh (Darunnajah 2)
3.M. Nasrullah Jamil (Rumah Tahfizh Zam-Zami)
4.Hikmatul Husna (Dayah Insan Qur'ani)
5.Rihanul Azhar (Bani Arsyad Ganjar)
6.Nabilah Suharso  (Yayasan Islamiv Centre Sumatera Utara)
7. Muhammad Rif'at (Syekh muhammad Arsyad Al Banjari, Balikpapan)
8. Miftahul Rizkiah Haling (Tahfidz Qur'an Al Hudzaifiyyah, Kolaka)
9. Syaiful Anam (Riyadhus Sholihin, Probolinggo)
10. Rasine Orti Utama (Tahfidz Al-Falah 2, Nagreg Bandung)
11. Abdurrohman (Ma'had Ihya As Sunnah, Tasikmalaya)
12. Siti Nadlifah (Pesantren Takhassus Iiq)
(Red: Kendi Setiawan)

Senin 30 Oktober 2017 22:0 WIB
Trofi Juara LSN 2017 Kado Manis Harlah Ke-50 Pesantren Darul Huda
Trofi Juara LSN 2017 Kado Manis Harlah Ke-50 Pesantren Darul Huda
Darul Huda Ponorogo, jawara LSN 2017.
Bandung, NU Online
Keluarga besar pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo, Jawa Timur patut berbangga dan  bersyukur, sebab di usianya yang kini memasuki setengah abad, timnya berhasil mengukir cerita manis di ujung musim Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 dengan menjadi jawara sepak bola santri.

Kepada NU Online, Senin (30/10) Manager tim Aslih Maulana membeberkan beberapa rahasia tim sehingga Darul Huda bisa menjuarai kompetisi yang diselanggakan oleh PP RMI-NU dan Kemenpora RI itu.

Pertama, katanya, usaha keras yang dilakukan tim Darul Huda selama mengikuti gelaran LSN mulai seri Region hingga Nasional salah satunya didasari keinginan untuk mempersembahkan kado terindah di momen ulang tahun pesantrennya.

"Kami ingin memberikan kado yang terbaik untuk pesantren kami. Dan Piala kejuaraan yang berhasil kami raih ini, secara spesial kami persembahkan untuk Anniversary pesantren Darul Huda yang ke-50," katanya dengan nada bangga.

Kedua, lanjutnya, saat ini banyak pemantau bakat dari tim nasional Indonesia yang sedang mencari bibit-bibit pesepakbola dari kalangan santri. Sehingga para pemain Darul Huda begitu termotivasi dan berharap dapat dilirik untuk bergabung di tim nasional.

"Jadi istilahnya para pemain ini menjual dirinya agar laku. Makanya mereka tampil habis-habisan dalam liga santri ini," jelasnya dengan nada berapi-api.

"Yang ketiga, mereka kita iming-imingi, kalau juara akan diajak jalan-jalan ke Eropa," ucapnya.

Darul Huda Mayak Ponorogo saat ini bisa dibilang sebagai tim yang patut diperhitungkan dalam kancah persepakbolaan pesantren di Indonesia. Pasalnya, pada laga LSN tahun lalu, Darul Huda yang hanya lolos pada babak 16 besar kini bisa menjadi juara pertama Liga Santri Nusantara.

"Jadi kami kira ini merupakan lonjatan yang luar biasa yang ditunjukan oleh Darul Huda," tandasnya.

Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo, akhirnya keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 setelah mengalahkan Pondok Pesantren Darul Hikmah Cirebon pada partai grand final di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad malam (29/10). 

Atas keberhasilan tersebut, Darul Huda mendapatkan piala bergilir Liga Santri Nusantara dan hadiah uang senilai Rp 100 juta. Menpora Imam Nahrawi menyerahkan piala itu setelah mengalungkan medali kepada tim juara.

Sementara itu, Darul Hikmah, sebagai juara dua, meraih hadiah uang senilai Rp 75 juta plus trofi. (Zaenal Faizin/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG