::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kokohkan Aswaja, IPNU IPPNU OKU Selatan Gelar Makesta

Senin, 30 Oktober 2017 22:30 Daerah

Bagikan

Kokohkan Aswaja, IPNU IPPNU OKU Selatan Gelar Makesta
Muaradua, NU Online
Ikatan Pelajar Nahldatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten OKU Selatan menggelar Masa Kesetian Anggota (Makesta) Raya, Sabtu- Ahad, 28-29 Oktober 20017 di SMA KH Hasan Basri Muaradua dan akan berakhir pada hari Ahad (29/10).

“Tujuan Makesta ini adalah untuk menciptakan kader yang mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme dan terorisme yang saat ini telah menyebar kemana-mana,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten OKU Selatan Rika Febriensi.

Selain itu, kegiatan orientasi itu juga bertujuan untuk mencetak kader yang mampu bersaing di kancah lokal, nasional bahkan internasional.

Rika berharap para peserta yang berjumlah 100-an orang untuk mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Dalam Makesta tersebut disampaikan materi-materi yang bertujuan agar generasi muda NU tetap konsisten untuk menegakkan manhaj ahlussunnah wal jamaah ala nahdhiyah.

"Acara Makesta Raya ini adalah yang pertama di Sumatera Selatan diantara 15 kabupaten/kota yang ada," tambah mahasiswa UIN Raden Patah tersebut.

Ketua PC NU Kabupaten OKU Selatan yang juga Wakil Bupati OKU Selatan Sholehien Abuasir menyatakan rasa bangganya atas terlaksananya kegiatan itu.

"Saya berharap kepada PC IPNU, program-program yang dibuat dapat (nantinya dapat-red) bermanfaat bagi masyarakat," kata Sholehien lebih lanjut.

Pihaknya menekankan agar program-program pembinaan dala PC IPNU untuk tetap fokus kepada pelajar.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat hingga daerah pada saat ini telah memberikan perhatian lebih kepada Islam dan para santri, salah satunya dibuktikan dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri.

Demikian juga pemerintah daerah yang dipimpinnya telah memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren, madrasah, santri termasuk juga para guru ngaji.

"Kami menitipkan supaya adik-adik bisa lebih peduli dengan lingkungannya, bentuk kepedulian itu dibuat dalam suatu program (yang bermanfaat -red)," tandasnya.

Pada Makesta yang diikuti sekitar 100 orang, Rais Syuriah PCNU OKU Selatan, Kiai Imam Sarbini turut memberikan materi ke-NUan; Ketua PCNU menyampaikan materi kepemimpinan. (Red: Kendi Setiawan)