IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Ini Alasan Pak Jimmi Peluk Agama Islam

Selasa 31 Oktober 2017 16:2 WIB
Bagikan:
Ini Alasan Pak Jimmi Peluk Agama Islam
Jakarta, NU Online
Jimmi didampingi dua sahabatnya mendatangi Kantor Lembaga Takmir Masjid (LTM PBNU) di Lantai 4 Gedung PBNU, Selasa (31/10) pagi. Dengan mengenakan kemeja tangan panjang ia datang dengan suka rela untuk menyatakan keislamannya di depan pengurus harian PBNU.

Menurut pria setengah baya lebih ini, ia untuk sekian lamanya mengamati praktik keislaman dan mempelajari ajaran Islam. Pada agama Islam ini ia kemudian menemukan jawaban.

“Saya ingin memiliki pegangan hidup. Saya merasa cocok dengan Islam. Saya sudah mengamati sejak lama. Islam lebih cocok bagi saya dibanding agama saya sebelumnya,” kata Jimmi kepada NU Online.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya ingin sekali sejak lama tertarik pada NU karena NU menurutnya simpel dalam praktik agama, terutama praktik shalat. “Sebenarnya saya sudah lama tertarik dengan NU. Tetapi tidak ada yang bawa ke sini. Syukurlah ini dibawa pak Anto.”

Jimmi mengatakan bahwa ia memeluk Islam tanpa paksaan dari pihak manapun. Ia menyatakan setuju kalau ikrar keislamannya dipublikasi di NU Online.

“Saya tinggal di Setiabudi. Saya memeluk Islam karena kemauan saya sendiri,” kata Jimmi kepada NU Online.

Ia dibimbing untuk membaca dua kalimat syahadat oleh Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Mahbub Maafi. Ia tampak mantap dalam mengikuti bacaan dua kalimat shayadat sehingga para saksi segera menyatakan bahwa ikrarnya sah. Ia dianjurkan untuk mempelajari tatacara shalat dan mengerjakannya secara berjamaah di mushalla atau di masjid. Ia diberikan buku pedoman praktis shalat oleh pengurus harian LTM PBNU.

“Saya sebenarnya ingin nama baru, nama Islam.” (Alhafiz K)

Bagikan:
Selasa 31 Oktober 2017 23:15 WIB
Menaker Dukung Kerjasama Vokasi Kadin Jerman-Indonesia
Menaker Dukung Kerjasama Vokasi Kadin Jerman-Indonesia
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menyambut positif langkah kerjasama antara Kadin Jerman- Kadin Indonesia, termasuk dukungan dari pemerintah Jerman dalam pendidikan dan pelatihan vokasi. Menaker berharap dukungan tersebut terus dikembangankan oleh kedua pihak di masa depan.

"Pokoknya pemerintah akan support full kerjasama ini. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa meningkatkan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia," kata Menaker Hanif saat memberikan sambutan pada simposium Pendidikan Vokasi (Kejuruan) Sistem Ganda yang Berorientasi pada Praktik-Peluang bagi Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (31/10)

Turut hadir dalam simposium tersebut Wakil Dubes Jerman Hendrik Berkeling; Wakil Ketua Umum bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik Raden Pardede; Ketua Apindo Anton J. Supit; Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin.

Menaker Hanif menjelaskan pendidikan vokasi menjadi penting karena; Pertama agar seluruh input pengembangan SDM baik melalui skema pendidikan dan pelatihan benar-benar dengan driven. Kedua, memiliki terobosan dalam percepatan pembangunan SDM atau peningkatan kompetensi dari tenaga kerja. Ketiga, sesuai postur angkatan kerja yang masih didominasi oleh lulusan SD/SMP.

Namun, Menaker mengakui masalah yang dihadapi vokasi saat ini adalah persoalan akses dan mutu vokasi masih sangat terbatas. Idealnya di mana pun manusia Indonesia berada, harus memperoleh akses pelatihan kerja, vocasional training secara berkualitas.Menaker berpendapat hingga saat ini akses masih menjadi persoalan. Kalaupun ada, mutunya sudah kedaluarsa dan tidak bisa menyesuaikan kebutuhan pasar kerja saat sekarang. 

"Jadi akses dan mutu vokasi masih menjadi masalah. Jadi ini harus digenjot dan diperkuat di seluruh Indonesia," katanya.

Persoalan lain, kata Menaker adalah image pelatihan vokasi masih dipandang sebagai second class, tidak bergengsi dan tidak keren. Masyarakat masih lebih memilih anaknya masuk ke pendidikan umum di perguruan tinggi dibandingkan ke Politeknik atau vokasional.

"Jadi orientasinya kita harus diubah yang formalistik dan akademik, karena tidak nyambung dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Seharusnya, kata Menaker, negara Indonesia bisa berkaca dari pengalaman di Jerman dan negara-negara Skandinavia yang  berhasil melakukan pembangunan ekonomi melalui kontribusi vokasi.

Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di negara Eropa berhasil menggenjot pembangunan ekonomi secara optimal.

"Inilah yang perlu dan bisa dilakukan ke depan di Indonesia," ujarnya.

Menaker meyakini, apabila pendidikan dan pelatihan vokasi telah dipercaya, vokasi akan berkembang di Indonesia.

Rekruitmen dari dunia usaha juga  harus mulai mendasarkan diri dari basis kompetensi sehingga pemuda punya harapan.

"Ketika dunia usaha mau buka rekruitmen berbasis kompetensi, tidak melulu pada ijazah, pasti akan membantu merubah image vokasi sebagai second class," tambahnya

Lebih jauh, Menaker menyatakan Kemnaker  bersama Apindo pihaknya telah melakukan kerjasama dalam program pemagangan. Direncanakan pada 2018 nanti, akan ada 400 ribu pemuda yang akan ikut program pemagangan.

"Kita menyiapkan 4000 mentor dan 4000 instruktur untuk bantu pemagangan. Mentor dan instruktur dibutuhkan untuk membantu para pemagang benar-benar bisa menguasai kompetensi," katanya. (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 31 Oktober 2017 22:45 WIB
Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018
Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri mengatakan penetapan upah minimun provinsi (UMP) 2018  menjadi kewenangan Gubernur dan harus berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE)   Menteri Ketenagakerjaan  tanggal 13 Oktober 2017, dengan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017.

“Jadi bukan saya yang menetapkan besaran kenaikannya.  Yang menetapkan UMP- nya itu kan Gubernur sesuai dengan kewenangannya. Datanya itu berasal dari BPS. Itulah yang saya informasikan melalui surat edaran,“ kata Menaker Hanif usai memberikan sambutan pada simposium Pendidikan Vokasi (Kejuruan) Sistem Ganda yang Berorientasi pada Praktik-Peluang bagi Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (31/10).
          
Hanif mengatakan aturan soal pengupahan yang tertuang dalam  PP 78 sudah mempertimbangkan banyak kepentingan. Dari sisi para pekerja agar upahnya bisa naik setiap tahun. Jadi ada kepastian mengenai kenaikan upah.
          
“Kemudian kepentingan dari dunia usaha bahwa kenaikan upah itu harus predictable. Karena kalau tidak predictable tiba-tiba bisa melejit sehingga mengguncangkan dunia usaha dan berdampak kepada tenaga kerja juga," kata Hanif.
          
Selain itu, kata Hanif peraturan pengupahan juga mempertimbangkan kepentingan calon pekerja. Mereka yang masih menganggur butuh pekerjaan. Jadi jangan sampai yang sudah bekerja menghambat mereka yang belum bekerja. Apalagi di tengah situasi ekonomi sekarang.
 
“Yang pasti kenaikan UMP telah memperhitungkan semua kepentingan. Kalau hitung-hitung sendiri, kalian juga kalau disuruh ngitung pasti minta lebih. Menuntut boleh saja, tapi kita tetap mempertimbangkan banyak kepentingan, termasuk dari  dari para pekerja yang ingin agar  naik upahnya setiap tahun," kata Hanif.
 
Dalam SE Menteri Ketenagakerjaan  tanggal 13 Oktober 2017, dengan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017, disebutkan bahwa Gubernur wajib menetapkan UMP tahun 2018.
          
UMP tahun 2018 ditetapkan dan diumumkan secara serentak pada tanggal 1 November 2017. Dalam SE tersebut, kenaikan UMP 2018 dihitung berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan Produk Domestik Bruto) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 31 Oktober 2017 22:5 WIB
Sundulan Rafli Buka Pesta Kemenangan Garuda Nusantara
Sundulan Rafli Buka Pesta Kemenangan Garuda Nusantara
Jakarta, NU Online
Alumni Liga Santri Nusantara (LSN) Muhammad Rafli Nursalim membuka pesta gol timnas sepakbola U-19 di ajang Pra Piala Asia U-19 2018 melawan Brunei Darussalam di Stadion Paju, Korea Selatan, Selasa (31/10). Dalam laga tersebut, timnas yang berkostum dominan warna merah unggul telak 5-0.

Gol Rafli pada menit ke-12 mampu memberikan tambahan semangat kepada rekan-rekannya untuk bermain lebih apik dan agresif.

Proses gol Rafli terjadi, setelah menerima umpan Firza dari Andika dari sayap kiri, bola disundul Rafli tanpa ampun ke gawang kiper lawan yang bergerak kalah cepat. Gol! 1-0 untuk Garuda Nusantara.

Gol-gol berikutnya disumbangkan masing-masing dari bunuh diri pemain lawan. Kemudian di babak kedua torehan gol dari Iqbal, Egy, dan terakhir sebuah tendangan keras dari Saddil Ramdani menutup keunggulan timnas menjadi 5-0.

Hasil positif ini, untuk sementara mengantarkan skuad asuhan pelatih Indra Sjafri bertengger di puncak klasemen.

Gol Rafli ini tentu juga menjadi bukti positif dari kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) yang belum lama ini telah menuntaskan perhelatan yang ketiga di Bandung. Dalam laga final tersebut memunculkan juara baru pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG