IMG-LOGO
Daerah

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BEM UNU Sidoarjo Berdayakan Kerajinan Kerang

Rabu 1 November 2017 9:5 WIB
Bagikan:
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BEM UNU Sidoarjo Berdayakan Kerajinan Kerang
Sidoarjo, NU Online
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sidoarjo, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (BEM UNU) Sidoarjo memberdayakan Program Hibah Bina Desa (PHBD) melalui kerajinan.

Ketua Tim PHBD BEM UNU Sidoarjo Muhammad  Zakaria Dimas Pratama menyatakan, program PHBD diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar kampus. Tak hanya itu, melalui program tersebut dapat memperkuat konsep wilayah program Desa Bluru Kidul menjadi destinasi wisata penghasil kerang berbasis edukasi dan religi.

"Program ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, meningkatkan perekonomian dengan memaksimalkan produksi olahan dan kerajinan kerang," harap Dimas saat ditemui di UNU Sidoarjo, Selasa (31/10).

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan tim, lanjut Dimas, di antaranya pembuatan makanan dengan bahan dasar kerang yang dilakukan ibu-ibu PKK dan karang taruna desa yang tergabung dalam komunitas Wonderful Kampung Kerang. Hasilnya berupa krupuk kerang, bakso kerang, dan nuget kerang.

Tim PHBD juga menghias kampung kerang dengan menambahkan ornamen payung hias, lampion, dan pengecatan perahu nelayan.

Program PHBD BEM UNU Sidoarjo sebelumnya juga mendapatkan evaluasi dari Kemristekdikti pada Rabu (25/10) lalu. Proses evaluasi berlangsung selama tiga hari yang meliputi laporan hasil kegiatan dan kunjungan asesor ke lokasi program selama dua hari. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 1 November 2017 23:12 WIB
Capres BEM Unej Janji Hadang Gerakan Radikalisme di Kampus
Capres BEM Unej Janji Hadang Gerakan Radikalisme di Kampus
Jember, NU Online
Pemilu Raya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember (Unej) yang akan dihelat tanggal 2 November 2017 mendatang memunculkan fenomena baru. Muncul calon pasangan presiden dan wakil presiden dari kalangan santri, yaitu pasangan nomor urut 1 atas nama Agus W dan Ahmad Muzayin.

Agus adalah santri dari sebuah pesantren di Madura. Sementara Muzayin adalah santri Pondok Pesantren Genggong, Kraksan, Probolinggo.

Keduanya akan bersaing dengan sejumlah pasangan lain untuk memperebutkan suara sekitar 32.000 mahasiswa Unej. Itulah pemilihan Presiden  BEM pertama dengan melibatkan seluruh mahasiswa Unej. Sistem pemilihannya pun melalui e-vote.

Dalam kampanye belum lama ini, Agus mengaku gelisah dengan kecenderungan mahasiswa yang terjebak pada dunia apatisme dan menyepelekan perannya dalam  membangun bangsa. Yang cukup ironi, katanya, bibit-bibit penolak ideologi negara (Pancasila) juga sudah muncul di kalangan  mahasiswa. Tentu gerakan yang bersumbu pada radikalisme itu harus dilawan dengan berbagai cara. Sebab jika tidak, maka lama kelamaan kampus akan menjadi persemaian subur bagi tumbuhnya kelompok intoleran yang ujung-ujungnya berbahaya bagi tegaknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

"Mereka harus kita bimbing agar kembali ke jalan yang benar, tentu saja dengan cara yang bijaksana," urai mahasiswa Fakultas Fisip Unej itu.

Mahasiswa Fakultas Hukum Unej Davin Djojoastro menyatakan bahwa visi pasangan Agus-Muzayin seirama dengan kebanyakan visi mahasiswa Unej, bahkan masyarakat. Sebab, memerangi gerakan radikalisme memang menjadi arus besar keinginan bangsa Indonesia.

"Kalau melihat statmen Kapolres Jember, bahwa salah satu kampus di Jember sudah terdeteksi adanya mahasiswa, bahkan dosen yang terindikasi ikut gerakan radikal, tentu kita harus waspada," jelas alumni Pondok Pesantren Tarbiatut Thalabah, Lamongan itu. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Rabu 1 November 2017 22:16 WIB
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa
Boyolali, NU Online
Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Rabu 1 November 2017 22:0 WIB
Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017
Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017
Kemeriahan Hari Santri. Foto: NU Online
Jember, NU Online
Pimpinan Cabang GP Ansor Jember, Jawa Timur menginisiasi Jalan Sehat Santri. Kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2017 tersebut dijadwalkan Ahad, 5 November 2017 mulai pukul 06.00 WIB, berpusat di Alun-alun Kabupaten Jember.

Saat ini persiapan telah seratus persen rampung dan tinggal menunggu hari H nya. Pantauan NU Online, Rabu (1/11) hari ini tampak panitia sibuk melayani para pendaftar dari berbagai kalangan.

“Diperkirakan JSS diikuti 30 ribu lebih peserta baik santri dari pondok pesantren atau lembaga pendidikan maupun masyarakat umum,” ungkap H Kholidi Zaini, salah satu panitia pelaksana.

Kholidi menyebut, yang unik dari kegiatan rutin tahunan ini mewajibkan pesertanya memakai busana muslim.

"Syaratnya bersarung bagi para peserta putra dan berbusana muslimah untuk peserta putri,” ujar Kholidi.

Syarat pemakaian sarungan bagi peserta putra karena sarungan sudah menjadi identitas santri terlebih bagi warga Nahdliyin dan merupakan salah satu kearifan budaya lokal. 

“Di samping itu, kegiatan ini mudah-mudahan menjadi semakin mengeratkan kebersamaan dan persatuan antarsesama anak bangsa, khususnya warga masyarakat Kabupaten Jember,” papar Kholidi.

Untuk menjadi peserta JSS, tidak dipungut biaya pendaftaran. Meskipun gratis, peserta berpeluang mendapatkan puluhan hadiah utama dan ratusan hadiah menarik lainnya.

Jalan Sehat Santri terlaksana berkat kerjasama dengan PCNU Jember, SBA Institute dan dukungan banom NU.
Masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan, dapat mendaftarkan diri di Kantor PC GP Jember, Jl.Danau Toba No.1 Tegalgede Sumbersari Jember. Pendaftaran dibuka pukul 09.00-15.00.

Berikut syarat dan ketentuan pendaftaran:
1. Membawa fotokopi KTP/SIM/Kartu Pelajar/Mahasiswa/Kartu Santri untuk ditukar dengan 1 Kupon JSS.
2. Peserta utk 1 keluarga membawa fotokopi KK untuk ditukar dengan Kupon JSS.
3. Peserta dari lembaga/Pondok pesantren membawa surat rekomendasi dari pengurus/pengasuh untuk ditukar dengan Kupon JSS.

(Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG