IMG-LOGO
Nasional

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air

Kamis 2 November 2017 6:42 WIB
Bagikan:
Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air
Yogyakarta, NU Online
Semangat nasionalisme yang diwariskan oleh ulama-ulama NU merupakan semangat nasionalisme yang didasari ketulusan untuk mencintai tanah airnya. Maka bagi orang NU sebetulnya tidak membutuhkan argumentasi yang macam-macam, sebab jiwa nasionalisme itu sudah tertanam dan inheren dalam diri masing-masing.

Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini dalam acara Seminar dan Bedah Buku Negara Khilafah Versus Negara Kesatuan RI karya Sri Yunanto di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (31/10).

Dalam paparannya, pria kelahiran Cirebon tersebut mengungkapkan bahwa bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan muahadah wathaniyah (konsensus kebangsaan) sudah final. Maka saat ini tidak diperlu lagi memperdebatkan lagi soal bentuk dan format negara.

"Konsep bernegara kita sudah ideal dalam konteks merangkul kemajemukan masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam keputusan NU di Situbondo, Pancasila merupakan dasar ideal untuk menjembatani dan mengakomodasi apa yang disebut sebagai kebinekaan," jelas Helmy.

Terkait dengan tantangan dan semangat nasionalisme kaum muda saat ini, Helmy menegaskan pentingnya mentransformasikan pesan-pesan nasionalisme dalam bentuk yang kreatif. Ia mencontohkan pesan dan kampanye melalui media sosial.

"Jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah cukup banyak. Maka perlu ditekankan dan dipikirkan untuk membuat gerakan dan formulasi kampanye pesan-pesan nasionalisme melalui sarana-sarana yang disebut sebagai media sosial. Ini sangat penting sebagai bentuk respon perkembangan zaman," ujar Helmy.

Hadir dalam acara tersebut, Sri Yunanto (penulis buku), Muhammad Chirzin (Pembedah) dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi. (Red: Fathoni)
Bagikan:
Kamis 2 November 2017 22:1 WIB
Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian
Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian
Jakarta, NU Online 
Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Hisyam Said Budairy mengaku senang terhadap capaian dari pelaksanaan program Cepat-LKNU selama lima tahun.

"Capaiannya, menurut pendapat saya sangat luar biasa karena ini program pertama kali berbasis komunitas," katanya pada acara Serah Terima Program CEPAT-LKNU & Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11). 

Namun begitu, ia berharap, ke depan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia bisa menindaklanjuti capaian ini serta mampu meningkatkan model-model komunitas yang telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit Tuberkolosis (TB). 

Hal tersebut dikarenakan, penyakit TB tidak ada matinya, malah sampai saat ini tingkat kejadiannya masih sangat tinggi. "Bahkan di Indonesia kalau melihat statistik cukup tinggi," katanya prihatin. 

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia. 

Hadir pada acara bertema Peran Nahdlatul Ulama dalam Kesehatan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)(PBNU) KH Said Aqil Siroj, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, Chief of Party Esty Febriani, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)
Kamis 2 November 2017 20:45 WIB
LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT
LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT
Jakarta, NU Online 
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) melakukan Serah Terima Program Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) dan Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia.

Hadir pada acara ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Ketua LKNU Hisyam Said Budairy, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, dan lain-lain.

Chief of Party program cepat-LKNU Esty Febriani dalam laporannya menyampaikan tentang capaian program yang telah dilakukan selama lima tahun. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mendukung program nasional.

Selama lima tahun itu pula, program CEPAT-LKNU telah menemukan kasus dan memberikan dukungan kepada pasien TB hingga sembuh.

Program ini, menurutnya, berhasil melakukan kerja di sepuluh Kabupaten yang ada tiga provinsi, Jakarta, Jawa barat, dan Jawa Timur. Sementara wilayah cakupannya mencapai 35-50 persen di kecamatan.

Ia menerangkan, kerja yang dilakukan dalam waktu lima tahun ini, para kader telah menemukan 15247 orang terduga TB yang dirujuk dan menjalani tes. Dari hasil tersebut, sebanyak 1877 dinyatakan positif dan telah memulai pengobatan, sedangkan yang didampingi oleh kader berjumlah sekitar 3746 orang.

Selain melakukan pendampingan pasien, para kader juga melakukan kegiatan advokasi yang merupakan bagian untuk memastikan agar kegiatan ini terus berkesinambungan.

Di tingkat desa, program ini mengaitkan kegiatan dengan desa siaga sehingga telah terbentuk 31 desa siaga aktif. Di tingkat kecamatan, terdapat kelompok masyarakat peduli yang terdiri atas masyarakat, mantan pasien, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan di tingkat kabupaten terbentuk tiga kelompok kerja.

"Kita akan menjadikan bahan-bahan ini semua menjadi harta dan produk dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan siap digunakan oleh siapa saja, oleh pihak mana saja untuk menjalankan dukungan program ini," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)
Kamis 2 November 2017 20:0 WIB
Kemnaker Kembangkan Potensi Lokal Pedesaan Melalui Pelatihan Produktivitas
Kemnaker Kembangkan Potensi Lokal Pedesaan Melalui Pelatihan Produktivitas
Serang, NU Online
Masyarakat Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten mengikuti Program Pembinaan Desa Produktif yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Produktivitas (BBPP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). 

Program tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan produktivitas masyarakat pedesaan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, konsultasi dan pendampingan. 

"Kami memilih Desa Lontar menjadi tempat implementasi konsep pembinaan desa produktif karena daerah ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM)  yang besar namun sumber daya tersebut belum diberdayakan secara optimal," kata Kepala BBPP, Sri Indarti, saat membuka Program Pembinaan Desa Produktif di Balai Desa Lontar, Kamis (2/11). 

Desa Lontar yang secara geografis berada di pesisir memiliki potensi perikanan dan kelautan yang luar biasa. Potensi tersebut, lanjut Sri, jika dikelola dengan benar, dapat memberikan nilai tambah sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Untuk itu, perlu ada pembinaan agar masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat memanfaatkan potensi yang ada secara kreatif, inovatif, efektif, efisien, berkualitas dan ramah lingkungan," ujar Sri. 

Pada kesempatan ini Sri juga mengajak masyarakat dan para TKI purna di Desa Lontar untuk membangun desa melalui potensi alam yang ada. Apalagi, Sri menambahkan, Desa Lontar memiliki budi daya rumput laut nomor tiga nasional. Begitu juga budidaya ikan yang sangat menjanjikan.

"Itu bisa dikembangkan, mengingat saat ini sudah ada one vilage one produk berupa kerupuk rumput laut dan manisan rumput laut seperti yang ada di Nusa Tenggara Barat. Dengan mengembangkan potensi lokal maka perekonomian warga bisa berputar sehingga tak perlu bekerja di luar negeri," tutur Indarti.

Sementara itu, Kepala Desa Lontar Aklani mengatakan, melalui program Pembinaan Desa Produktif ini masyarakatnya dapat meningkatkan keterampilan. Selain itu, sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan terutama yang terkait potensi laut dan budi daya ikan. 

"Kami menyambut baik program ini dan mudah-mudahan TKI purna bisa mengembangkan perekonomiannya sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkat kesejahteraannya," tandas Aklani. (Red: Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG