IMG-LOGO
Nasional

Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim

Rabu 8 November 2017 22:45 WIB
Bagikan:
Tim Sidak Kemnaker Temukan 7 Calon TKI Ilegal di Jaktim
Jakarta, NU Online
Tim sidak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Satgas TPPO Bareskrim Polri menggerebek tempat penampungan calon TKI Ilegal di Batu Ampar, Jakarta Timur.

“Kami temukan 7 (tujuh) calon TKI yang akan berangkat ke Timur Tengah. Sebagian besar berasal dari Malang, Jawa Timur,” kata Adi Wijaya salah satu Tim Sidak Kemnaker, Rabu (8/11).

Menurut pengakuannya, penggerebekan ini merupakan tindak lanjut laporan warga sekitar yang melihat aktivitas mencurigakan dari rumah tersebut.

“Rumah Bapak Endaryanto sudah lama diduga menampung calon TKI ilegal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sudah beberapa orang diberangkatkannya,” kata AKP Andhika Fitransyah, Kasubtim II Satgas TPPO Bareskrim Polri. 

Pada saat dimintai keterangan, Pak Endaryanto mengaku tidak mengetahui perihal pemberangkatan ke sembilan calon TKI ini. 

Namun, Ajis dan Muji disebut sebagai orang yang menitipkan para calon TKI ini di rumah Pak Endaryanto. 

“Dalam rumah tersebut juga ditemukan mantan TKI Timur Tengah yang paspornya ditahan pihak yang mensponsori keberangkatannya yang lalu,” kata AKP Andhika.

Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Kemnaker dan Satgas TPPO Bareskrim Polri. Untuk sementara, hingga terusutnya kasus ini, ke tujuh calon TKI akan dibawa ke Rumah Persinggahan Trauma Center (RPTC) Panti Sosial TKI binaan Kementerian Sosial. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Rabu 8 November 2017 23:45 WIB
Berdayakan Pelatihan Kerja, Kemnaker Gandeng Pemda Muara Enim dan Swasta
Berdayakan Pelatihan Kerja, Kemnaker Gandeng Pemda Muara Enim dan Swasta
Bandung, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) sinergi multi pihak dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim (Sumsel), Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Serang, Bandung serta PT Tanjung Enim Lestari (TEL) Pulp and Paper.

Penandatanganan MoU tentang penyelenggaraan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, Presiden Direktur PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper Koji Yamanaka dan Bandung Edy Hernanto mewakili tiga BBPLK (Bandung, Bekasi, Serang).

Komitmen kerja sama dengan Pemkab Muara Enim ini akan mensinergikan penyelenggaraan pelatihan di BLK dengan program CSR perusahaan di wilayah Muara Enim.

"Pemerintah  mengajak swasta/industri ikut berkontribusi dalam pengembangan SDM di Indonesia. Sebab jika hanya mengandalkan dana pemerintah saja, tidak akan berjalan optimal mengingat dana pemerintah terbatas, kata Dirjen Bambang di kantor Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/11).

Menurut Bambang, pengembangan SDM dengan melibatkan swasta/industri dinilai wajar, karena pengembangan SDM melalui CSR atau melalui pemagangan juga bertujuan untuk kepentingan pihak swasta.

"Pendanaan pilot project ini menggunakan CSR mereka (TEL dan Pemda). Ini baru embrio dan baru 1 perusahaan. Kalau ada 561 kabupaten di Indonesia, 1 kabupaten 100 orang saja, ratusan ribu akan terserap," kata Bambang.

Diakui Bambang, agar kebijakan pemerintah melalui Kementerian teknis dapat berjalan  baik, maka dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan dukungan swasta atau perusahaan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.

"Salah satunya melalui CSR  yang selama ini banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Dirjen.

CSR pada dasarnya kata Bambang, bukan semata amal baik perusahaan kepada masyarakat, baik membantu kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Tapi CSR, ada nilai lebih terkait strategi akan bisnis menjadi berkelanjutan, perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dalam jangka panjang dengab kondisi lingkungan sekitar yang kondusif.

"Pemerintah mendukung CSR bermanfaat dan tepat sasaran. Perusahaan hendaknya jeli melihat kehidupan masyarakat sekitar dari segala aspek dan menelaah pokok permasalahan dasar di sekitar lingkungan perusahaan," lanjut Dirjen seraya mengatakan Muara Enim ini menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya.

Ditegaskan Bambang, menghadapi prioritas pembangunan nasional diproyeksikan akan membutuhkan 3,2 juta tenaga kerja sehingga pelatihan di BLK tahun 2018 ditargetkan sebanyak 703.246 orang. Untuk memenuhi proyeksi itu, maka program di BLK difokuskan dan dimasifkan untuk bidang pelatihan tertentu melalui program Reorientasi, Revitalisasi dan Rebranding (3R).

Dirjen Bambang menegaskan dunia usaha dan industri sangat berkepentingan terhadap tenaga kerja terampil. Tetapi investasi dunia usaha/industri dalam bidang ini masih sangat terbatas. Salah satu faktornya adalah turn over tenaga kerja yang cukup tinggi akibat persaingan usaha.
 
Karenanya, penting bagi pemerintah untuk memimpin dan menyiapkan daya dukung yang memadai bagi investasi SDM mukti jalur. Baik jalur formal, pelatihan kerja, pemagangan, pengalaman lapangan (on the job training) sehingga investasi SDM harus benar-benar inklusif dan berkualitas.
 
Sementara Edy Hernanto mengatakan melalui Keputusan Menaker No.23 Tahun 2017, tentang Reorientasi, Revitalisasi dan Rebranding (3R) Balai Latihan Kerja mulai dilakukan tahun 2017 di BLK yakni BLK Bandung, Bekasi dan Serang. Selanjutnya disusul BLK Medan dan Semarang.

Progran 3R ini kata Edy didisain untuk memberi kesempatan kepada saudara-saudara di wilayah pinggiran untuk mendapat akses informasi dan memperoleh pelatihan kerja di BLK-BLK yang telah menerapkan program 3R yakni Bekasi, Serang dan Bandung.
 
Masalah Kompleks
Bupati Muzakir mengakui permasalahan ketenagakerjaan saat ini sangat kompleks baik soal kesempatan ksrja maupun SDM. Permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri, tapi menjadi tanggung jawab besama dan harus saling mendukung semua pihak.
 
Muzakir berharap kerjasama Binalattas melalui BBPLK Bandung, Bekasi dan Serang diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM yang ada di Muara Enim.
 
"Kerja sama yang diinisiasi PT TEL ini diharapkan juga akan lebih terarah sesuai dengan program kegiatan ketenagakerjaan yang kita laksanakan. Mudah-mudahan akan berlanjut dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya," kata Muzakir.
 
Sedangkan Koji Yamanaka mengatakan PT TEL memiliki komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dengan berkelanjutan secara harmonis karena pihaknya peduli untuk meningkatkan kualitas SDM.
 
PT TEL lanjut Koji memfasilitasi kesempatan kepada pemuda Muara Enim untuk mengikuti pelatihan kejuruan dan berharap program ini akan berhasil serta memberikan kontribusi yang besar terhadap kualitas pemuda setempat.
 
"Kami yakin dengan dukungan BBPLK dan Pemkab Muara Enim, pemuda setempat memiliki kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik di masa depan dan memungkinkan bersaing di pasar global," katanya.
 
Turut hadir menyaksikan acara tersebut diantaranya Ketua DPRD Muara Enim Aries HB,  Kadisnaker  Kab. Muara Enim, Kepala BBPLK Bandung Bekasi Helmiati Basri, Kepala BBPLK Serang Fauziah dan Kepala BBPLK Tanjung Enim Ali Rahman. (Red: Kendi Setiawan)
Rabu 8 November 2017 22:28 WIB
Empat Faktor Penting Sebabkan Gen Z Intoleran dan Radikal
Empat Faktor Penting Sebabkan Gen Z Intoleran dan Radikal
Jakarta, NU Online
Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyebutkan, ada empat faktor penting yang menyebabkan generasi Z, mereka yang lahir di atas tahun 1995, intoleran dan radikal. Pertama, guru agama Islam. 

“Guru atau dosen berpotensi berkontribusi munculnya intoleransi dan radikalisme (di kalangan generasi Z,” kata Saiful di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Kedua, akses internet untuk mendapatkan pengetahuan agama. Selain dari pelajaran pendidikan agama Islam, anak-anak muda generasi Z mendapatkan informasi seputar keagamaan dari media sosial. Presentase sumber pengetahuan agama generasi Z adalah media sosial dan website adalah 54,87 persen, buku atau kitab 48,57 persen, TV 33,73 persen, dan pengajian umum14,31 persen.

“Mereka yang tidak memiliki akses internet cenderung memiliki opini yang moderat dibandingkan dengan yang memiliki internet,” jelas lulusan Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen itu.

Ketiga, persepsi tentang kinerja pemerintah terutama dalam masalah ekonomi dan hukum. Anak-anak muda generasi Z menganggap kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin berada dalam taraf yang parah. 52,29 persen menyatakan parah dan sangat parah. Sedangkan, 43,46 persen menganggap sedang atau cukup parah.

“Soal hukum pun sama. Sekitar 69,80 persen menyatakan penerapan hukum itu kurang hingga sangat tidak adil,” jelasnya.

Keempat, persepsi umat Islam sebagai korban. Mayoritas anak muda generasi Gen Z menganggap bahwa umat Islam saat ini sedang berada dalam kondisi yang terdzalimi. Mereka juga berpendapat kalau non-muslim lebih diuntungkan dalam bidang ekonomi.

“36,79 persen siswa dan mahasiswa percaya bahwa orang non-muslim bertanggungjawab atas ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia,” terangnya.

Ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Survei ini dilaksanakan pada 1 hingga 7 Oktober 2017 dan melibatkan 2181 responden: 264 guru, 58 dosen, 1522 siswa, dan 337 mahasiswa. (Muchlishon Rochmat)
Rabu 8 November 2017 22:15 WIB
Kiai Ma'ruf Puji Paduan Nilai Budaya dan Agama Pernikahan Kahiyang dan Bobby
Kiai Ma'ruf Puji Paduan Nilai Budaya dan Agama Pernikahan Kahiyang dan Bobby
Solo, NU Online
Rais Aam PBNU yang juga Ketum MUI KH Ma'ruf Amin memuji acara mantu Presiden Jokowi yang memadukan nilai-nilai budaya adat jawa dan nilai-nilai agama Islam. Pada kesempatan tersebut Kiai Ma'ruf bersama Wapres Jusuf Kalla dipercaya menjadi saksi ijab qabul pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/11). 

"Acaranya luar biasa ada nuansa keagamaan Qur'an, nasehat pernikahan, doa dan ada juga budayanya.  Acaranya luar biasa perpaduan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya," katanya saat diwawancarai salah satu stasiun televisi di sela-sela resepsi.

Selaku saksi, Kiai Maruf menilai proses ijab qabul dapat berjalan dengan baik dan lancar. Presiden Jokowi dan mempelai putera Bobby Nasution mengucapkan kalimat-kalimat ijab qabul dengan baik. 

"Beliau (Presiden) lancar sekali menyampaikan kalimat ijab qabul. Tegas, gamblang, walaupun baru kali ini. Tidak ada keragu-raguan," kata Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf juga mengapresiasi acara mantu tersebut karena Presiden mengundang para ulama dari seluruh provinsi di Indonesia.

"Yang hadir meliputi semua lapisan masyarakat. Ulama, menteri, pejabat, gubernur, masyarakat biasa, bahkan kiai-kiai dari daerah datang semua. Dari Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Sulawesi dari mana-mana," terang Kiai Ma'ruf didampingi Ketum MUI Lampung KH. Khairuddin Tahmid.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menyampaikan Khutbah Nikah pada ijab qabul tersebut juga sempat menyampaikan penjelasan terkait pernikahan dan kebudayaan. 

"Pernikahan adalah ibadah. Setiap ibadah harus sesuai dengan syariat Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Akad nikahnya merupakan syariat dan selebihnya adalah budaya yang kita lestarikan yang merupakan bagian dari Islam Nusantara," katanya.

Perjodohan yang terjadi diantara dua insan manusia menurutnya juga bukan hanya pertemuan fisik semata. Namun yang lebih penting dari itu, pernikahan adalah pertemuan akhlaq, budaya, peradaban, martabat dan kepribadian.

"Mudah-mudahan mendapatkan keturunan yang bermartabat, berguna bagu agama, bangsa dan negara," ujar Kiai Said menjelaskan tafsir surat Ar Rum ayat 21 yang menjelaskan tentang hal tersebut. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG