IMG-LOGO
Pesantren

Mengenal Pesantren Darul Hikmah Kota Mataram

Sabtu 11 November 2017 14:15 WIB
Bagikan:
Mengenal Pesantren Darul Hikmah Kota Mataram
Mataram, NU Online
Pondok Pesantren Darul Hikmah merupakah salah satu institusi dan lembaga pendidikan berbasis dakwah dan lembagaa sosial masyarakat di kota Maataram, yang jaraknya 1 kilometer dari pusat pemerintah Kota Mataram.


Keberadaannya, sebagai pusat dakwah dan pengembangan pendidikan, sosial sudah berkontribusi baik di tengah kehidupan masyarakat.

Pesantren Darul Hikmah didirikan oleh Almarhum TGH Mahmud Aminullah pada tahun 1994 di lingkungan Karang Genteng Pagutan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pesantren ini berdiri atas dasar kepedulian untuk mengembangkan risalah Islamiyah, serta atas dasar desakan dan kebutuhan memperbaiki ahklak kehidupan masyarakat sekitar.

Tujuannya adalah untuk mempertinggi dan memperluas cakrwala dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan mealui dakwah Islamiyah.

Seiring perjalanan waktu, pasca wafatnya pendiri yaitu TGH Mahmud Aminullah, pesantren dipimpin oleh TGH Abdul Hamid, yang merupakan putra TGH Mahmud Aminullah. Pesantren terus berkomitmen memajukan pendidikan dalam bidang pendidikan formal  SMP dan SMA, serta pendidikan non formal (diniyah).


Pesantren Darul Hikmah, selain mengelola juga mengembangkan lembaga majelis taklim pengajian dan Jam’iyah Ahluluttariqah Qadiriyah Wanaqsabandiyah Mu’tabarah di berbagai wilayah baik di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. (Red: Kendi Setiawan)


Bagikan:
Rabu 8 November 2017 14:46 WIB
Nurul Islam Sekarbela, Pesantren Aswaja Termuda di Kota Mataram
Nurul Islam Sekarbela, Pesantren Aswaja Termuda di Kota Mataram
Hj Wartiah, Pimpinan Pesantren Nurul Islam Kota Mataram
Mataram, NU Online
Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat terkenal dengan sebutan 'Pulau Seribu Masjid'. Sebutan ini tidaklah berlebihan mengingat populasi penduduk di pulau pedas ini hampir 90 persen memeluk agama Islam yang taat. Tak heran nuansa Islami juga sangat terasa di pulau yang dikenal juga dengan sebutan 'Sunda Kecil' tersebut.

Pusat pendidikan Islam tersebar hampir di seluruh pelosok di pulau yang populasi penduduknya mencapai tiga juta jiwa ini. Pondok pesantren tempat menggembleng akhlak dan meningkatkan pengetahuan agama hampir terdapat di setiap pelosok pulau kecil ini, tidak terkecuali di Kota Mataram.
 
Sebagai ibu kota provinsi dengan populasi penduduk yang heterogen dengan pemeluk agama yang beraneka ragam, juga tidak meninggalkan ciri khas Pulau Lombok yang Islami. Beberapa pondok pesantren berdiri dan istiqamah memberikan pelajaran agama serta menggembleng akhlak generasi muda, sehingga kelak menjadi insan yang mempunyai pengetahuan luas di bidang agama serta ilmu akademis formal lainnya.

Salah satu pondok pesantren yang cukup terkenal dan disegani adalah Pondok Pesantren Nurul Islam yang terletak di Jalan Swasembada No. 120, Kekalik, Sekarbela, Mataram, Nusa Tengara Barat. Pesantren yang didirikan pada Juli 2014 menjadikannya pesantren termuda di Mataram.

Meskipun terbilang sebagai pesantren termuda di Kota Mataram, namun popularitas pesantren yang dipimpin oleh Hj. Wartiah ini cukup disegani. Betapa tidak? Para pengasuh pesantren ini merupakan ustad yang memiliki pengetahuan di bidang agama yang mumpuni. Sebut saja Ustad Fathoni, Ustad H Tahkim, Ustadz H. Fakhrurrozi, Ustadz H. Siswadi, Ustadz Zulkifli,Ustadz Damanhuri, dan Ustad H. Ubaidillah.

Pesantren Nurul Islam merupakan pesantren yang berafiliasi dengan NU, sehingga menjadi salah satu pesantren berpaham Aswaja annahdliyah yang ada di Kota Mataram. Pimpinan pesantren, Hj. Wartiah menjelaskan Pesantren Nurul Islam tidak hanya fokus pada pengembangan nilai-nilai Islam, tetapi juga proses pembelajaran yangdisesuaikan (ekuivalen) dengan perkembangan zaman. Dengan demikian pesantren ini juga merupakan pesantren modern yang ada di Kota Mataram.

“Kami tidak hanya fokus pengembangan dan peningkatan nilai-nilai kesilaman, namun kami juga mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk membekali santri dan santriwati di kehidupan dunia mereka kelak,” papar Hj. Wartiah, Rabu (8/11).

Kehidupan pesantren juga membekali santri supaya memiliki pedoman hidup berdasarkan syariah Islam, Ahlusunnah Wal Jamaah Annahdliyah.

Dalam Konbes Munas NU 2017 mendatang, pesantren Nurul Islam dipercaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan beberapa kegiatan. Sejumlah persiapan untuk mendukung dan menyukseskan agenda Nasional tersebut terus dikebut. Pesantren Nurul Islam bahkan telah menyediakan 15 kamar sebagai tempat menginap peserta Konbes dan Munas. 

Selain menyiapkan akomodasi, Pesantren Nurul Islam juga menyediakan ruang sekretariat, penyediaan toilet yang berstandar, hingga ruang media center bagi jurnalis yang melakukan peliputan. 

Agenda yang akan digelar di Pesantren Nurul Islam adalah sidang Komisi Organisasi. 

Selain Pesantren Nurul Islam pesantren lainnya yang menjadi lokasi acara adalah Pesantren Darul Falah dengan agenda Sidang Bas'ul Masail, Pesantren Darul Qur'an dengan agenda sidang Komisi Rekomendasi, Pesantren Al Halimy dengan agenda sidang Program Kerja, dan Pesantren Darul Hikmah sebagai posko panitia pusat. Ada pun Sekretariat PWNU diproyeksikan sebagai tempat registrasi seluruh peserta.

Pesantren Nurul Islam sendiri mendapat jatah peserta sebanyak 99 orang, keamanan 25 orang dan sisanya dari santri yang ada di pesantren Nurul Islam. (Red: Kendi Setiawan)

Jumat 27 Oktober 2017 19:1 WIB
Nurul Jadid Paiton Perkuat Jejaring Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren
Nurul Jadid Paiton Perkuat Jejaring Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka memperkuat kelembagaan melalui jejaring perguruan tinggi berbasis pesantren dibawah naungan LPTNU, Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan dari Institut Dirosat Islamiyah Al-Amin Prenduan Kabupaten Sumenep, Kamis (26/10) di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Kegiatan silaturrahim ini bertujuan untuk semakin memupuk kerja sama antar lembaga perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Nahdlatul Ulama' (NU) dan berbasis pesantren di Indonesia.

Rektor IAI Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa untuk membangun hubungan yang baik, bukan kata-kata verbal saja akan tetapi substansi dari jalinan kerjasama dalam membangun ukhuwah jami'iyah.

“Islam itu bisa maju karena jejaring yang kuat antar institusi ataupun kelembagaan,” katanya.

KH Mubarok, selaku Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-Amin Prenduan Sumenep mengungkapkan bahwa tujuan silaturrahim ini tiada lain adalah untuk silaturrahim guna membangun jejaring yang kuat antar pesantren yang memiliki kultur dan karakteristik yang sama. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Ahad 1 Oktober 2017 13:5 WIB
Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren
Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi pesantren, Biro Dikti (Pendidikan Tinggi) di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mengadakan workshop, Sabtu (30/9). Kegiatan yang diadakan di aula STT Nurul Jadid ini diikuti oleh pimpinan dan karyawan pada tiga perguruan meliputi Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid, IAI Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadi Paiton.

Mengambil tema Orientasi Perubahan Kebijakan BAN PT Dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren, workshop ini menghadirkan keynote speaker H Mansyur Ramly (Majelis Akreditasi BAN PT).

Ketua STT Nurul Jadid Paiton KH Najiburrahman Wahid menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Nurul Jadid terus berbenah untuk menjadi lebih baik.

“Oleh karena itu kita ingin mendapatkan pembinaan dari orang yang ahli di bidangnya. Maka dari itu kita hadirkan beliau ke Nurul Jadid ini,” katanya.

H Mansyur Ramly mengatakan bahwa perguruan tinggi di pesantren, utamanya yang berbasis NU harus menjadi terdepan dan memiliki daya saing yang tinggi.

“Untuk mewujudkan itu semua, mari kita membangun jamaah yang bagus. Pemimpin yang baik kalau tidak memilki jamaah yang baik, akan susah untuk menjadi perguruan tinggi yang baik. Jadi semuanya harus berjamaah. Pemimpin baik, maka pengikutnya juga harus baik,” ungkapnya.

Tidak lupa Mansyur Ramly mengajak agar membenahi lulusan perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton dengan 2 (dua) hal penting, yakni melalui inovasi dan wirausaha.

“Kita harus bisa menghadapi tantangan dan peluang yang ada. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan lulusan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG