IMG-LOGO
Nasional

NU Tarik Garis Batas antara Ujaran Kebencian dan Amar Makruf-Nahi Munkar


Senin 13 November 2017 14:04 WIB
Bagikan:
NU Tarik Garis Batas antara Ujaran Kebencian dan Amar Makruf-Nahi Munkar
Jakarta, NU Online
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Mahbub Maafi Ramdhan membacakan hasil musyawarah komisi bahtsul masail ad-dinyah maudhu‘iyah pra-Munas NU 2017 terkait ujaran kebencian (hate speech). Forum ini memutuskan bahwa amar makruf dan nahi munkar tidak bisa disandingkan dengan ujaran kebencian.

Demikian disampaikan Kiai Mahbub Maafi di akhir pembahasan ujaran kebencian (hate speech) pada bahtsul masail pra-Munas NU 2017 di Pesantren Al-Muhajirin 3, Purwakarta, Sabtu (10/11) sore.

Sidang untuk komisi ini dipimpin oleh Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Muhibbul Aman yang didampingi KH Najib Bukhori.

“Amar makruf dan nahi munkar tidak boleh menggunakan ujaran kebencian,” kata Kiai Mahbub.

Forum ini sepakat bahwa ujaran kebencian yang tampak marak di media sosial, khotbah Jumat, dan tabligh-tabligh akbar itu merupakan salah satu bentuk kemunkaran yang harus dicegah.

“Selama ini banyak orang berdalih bahwa ujaran kebencian yang dilakukan sekelompok dai merupakan amar makruf dan nahi munkar. Padahal amar makruf harus bil makruf dan nahi munkar harus bil makruf. Jangan sampai amar makruf dan nahi munkar menggunakan kemunkaran, yaitu ujaran kebencian. Jadi ini terkait cara,” kata Kiai Mahbub.

Forum bahtsul masail pra-munas ini diadakan dalam rangka menyempurnakan sejumlah konsep untuk dibawa ke forum Munas NU 2017.

“Kita menjaring masukan. Putusan finalnya nanti pada forum Munas NU di Lombok akhir November,” kata Ketua Panitia Komisi Bahtsul Masail Munas NU 2017 KH Mujib Qaliyubi kepada NU Online. (Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG