IMG-LOGO
Nasional

Kader Remaja GP Ansor Ini Raih Juara Mingguan Video Pendek Keindonesiaan


Kamis 16 November 2017 12:03 WIB
Bagikan:
Kader Remaja GP Ansor Ini Raih Juara Mingguan Video Pendek Keindonesiaan
(© Antara)

Jakarta, NU Online
Yudha Iswanto muncul sebagai salah seorang dari tiga pemenang mingguan Periode 6 November-12 November 2017 sayembara video pendek yang diselenggarakan oleh XL Axiata, AJI Kota Solo, dan Rumah Blogger. Kader GP Ansor yang masih belia ini ditetapkan oleh dewan juri sebagai pemenang kontes pesan instagram mingguan.

Alumnus Program Magang Multimedia di NU Online ini berhak mendapatkan satu buah Powerbank 16000 mah.

Pembukaan sayembara dibuka sejak tanggal 28 Oktober-24 November 2017. Sayembara diadakan kurang lebih hanya tiga pekan. Dewan juri akan mengumumkan juara umum pada tanggal 24 November 2017.

Para pemenang nanti tidak diambil dari tiga pemenang mingguan yang diumumkan dewan juri. “Nggak juga (diambil dari pemenang mingguan), tapi (pemenang mingguan) berkesempatan lebih besar,” kata Yudha Iswanto, salah seorang peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan aktivis GP Ansor Kebayoran Lama Jumat-Ahad (20-22/10).

Dewan juri menyiapkan uang sebesar Rp 10.000.000 untuk pemenang I, Rp 5.000.000 untuk pemenang II, Rp 3.500.000 untuk pemenang III, dan Rp 1.500.000 untuk lima pemenang harapan.

Panitia meminta peserta sayembara minimal caption tiga paragraf. Pesan dalam keterangan (caption) yang diminta berisi antara lain (1) ajakan untuk bijak dalam menyikapi pesan negatif seperti ajakan bermusuhan, ujaran kebencian; (2) pandangan/sikap/opini tentang pesan-pesan dan/atau informasi negatif; (3) cara menyikapi pesan bernada hasutan, ajakan permusuhan; (4) cara menyeleksi pesan dan tindakan yang akan dilakukan; dan (5) tanggapan atau opini yang relevan dengan tema lomba.

Yudha mengangkat video pendek bertema Tolak Khilafah, Cintai NKRI yang menayangkan seorang pelajar yang terpapar ideologi Negara Islam dengan memasang pamflet bertuliskan kalimat tauhid. Setelah menyaksikan video testimoni para veteran pergerakan atas aspirasi sebagian mahasiswa yang menyarakan khilafah islamiyah, pelajar ini tersadar dan kemudian mengganti pamflet itu dengan poster Pancasila.

Silakan buka videonya di link ini: Tolak Khilafah, Cintai NKRI

“Ideologi Pancasila sudah paling tepat, karena kita memerjuangkan negara ini bersama-sama dan bukan satu kaum saja,” kata kader GP Ansor yang masih duduk di bangku kelas III SMKN 40.

Menurutnya, dalam tulisan-tulisan Gus Dur yang tersebar di Majalah Aula NU tahun 1990-an, dikatakan bahwa “Ketuhanan Yang Esa” merupakan konsep tauhid dalam Islam sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk menolak  Pancasila.

“Jika para ulama ikut merumuskan Pancasila, kenapa kita harus meragukannya?” kata Yudha.

Biasanya mereka menggunakan kata "Orang Yang Tidak Berhukum dengan Hukum Allah" dan dijelaskan pendapat-pendapat mereka disebar banyak akun di media sosial untuk mempengaruhi pemahaman kita.

“Jika kamu menemukan post seperti itu, janganlah mempercayai dan menyebarnya. Jangan biarkan perbedaan suku, ras, dan agama memperpecah-belah kita. Toh, Rasulullah SAW mendirikan negara Madinah yang berbeda suku dan agama,” tulis Yudha dalam akunnya. (Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG