IMG-LOGO
Nasional

Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut

Kamis 16 November 2017 15:52 WIB
Bagikan:
Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut
Jakarta, NU Online
Alun-alun depan Masjid Agung Garut, Jawa Barat bakal dipadati oleh puluhan ribu nahdliyin pada Sabtu (17/11). Pasalnya, di tempat ini akan diselenggarakan pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Garut dan apel akbar Barisan Ansor Serba Guna (Banser) sebanyak lima ribu pasukan.

Pada acara yang akan dimulai pukul 08.00 pagi-13.00 siang akan dihadiri oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Kholil Qoumas, PWNU Jabar, Ketua PW Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Pengurus Cabang NU Kabupaten Garut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Kapolres Garut, Kodim Garut, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan akbar ini rencananya ditutup dengan taushiyah oleh Rais Aam Jam’iyah Ahlu Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyah (Jatman) Habib Luthfy Al-Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Yahya Pekalongan.

Pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr Kabupaten Garut Muhammad Salim melalui sambungan telepon mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa eksistensi kader NU, khususnya Ansor dan Banser diperhitungkan di Kabupaten Garut.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan asupan informasi bagi warga Garut yang sedang berkembang di Kabupaten Garut terkait isu pembubaran pengajian oleh Banser.

“Kita buktikan siapa yang membubarkan pengajian, dan siapa yang suka mengisi dan mengamankan pengajian,” jelasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Bagikan:
Kamis 16 November 2017 18:20 WIB
Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU
Jokowi Bakal Hadiri Munas Konbes NU
Mataram, NU Online
Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri beserta puluhan Menteri Kabinet Indonesia Hebat akan menghadiri acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Islamic Center, Rabu siang, 23 November 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Panitia Daerah Munas Konbes NU 2017, H Marinah Hardi di Aula PW NTB dalam siaran pers yang disampaikan Kamis (16/11).

Lebih jauh ia mengatakan besar kemungkinan Presiden Jokowi dan rombongan akan bermalam di Mataram, mengingat rangkaian jadwal dan acara Munas dan Konbes NU dimulai sebelum pembukaan seperti pawai ta'aruf yang akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 yang melibatkan 15 ribu jamaah dan santri NU . 

Selanjutnya Marinah memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Mataram yaitu Pasar Rakyat, Lomba Hadrah dan  khitanan massal yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU dan Alfamart.

"Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung tanggal 21 hingga 24 November 2017 di lapangan Karang Genteng, Pagutan, Mataram dan Pesantren Darul Hikmah," kata Marinah. 

Marinah Hardi menambahkan, khitanan massal akan diikuti sedikitnya 50 anak yang masing-masing anak akan mendapat hadiah sepeda sumbangan dari Alfamart.

"Acara ini tujuannya untuk menghidupkan tradisi lama tentang nilai luhur khitanan massal di kalangan masyarakat," kata Marinah Hardi yang didampingi Ketua Panitia Daerah Lalu Winengan . 

Selain itu Marinah juga mengatakan rangkaian acara Pra-Munas dan Konbes NU juga diadakan sosialisasi Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pada tanggal 22 November 2017 di Pesantreb Bagu Lombok Tengah. 

Koordinator kegiatan, M Husni Abidin menyampaikan untuk  kegiatan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Provinsi NTB akan menjual sembako murah untuk masyarakat sekitar agar bisa menikmati suasana Munas dan Konbes NU.

"Acara ini akan dibuka oleh Walikota Mataram langsung," ujar Husni sembari menunjukkan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Mataram .

Sementara itu Ketua PW Lakpesdam NU NTB, M. Akbar Jadi (Viken Madrid) dan Koordinator Riset dan Kajian PW Lakpesdam NU NTB, Habibul Umam Taqiuddin mengatakan untuk memeriahkan dan menyukseskan Munas dan Konbes NU di Mataram, pihaknya akan menggelar bedah buku Maha Karya Ulama Nusantara TGH. M. Saleh Hambali (TGH Bengkel).

TGH Bengkel yang hidup antara 1896-1968 yang telah menghasilkan 9 kitab karya diantaranya Ta'lim al shinta bi Ghayat al-Bayan (1354 H), Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Bintang Perniagaan (fiqih) pada 1376 H dan Wasiat Al Musthafa. 

Menurut Habibul Umam Taqiuddin maksud dan tujuan diadakan bedah buku ini untuk mengingatkan generasi muda dan pengurus NU tentang sejarah para kiai dan ulama.

"Menggali intisari dari pemikiran buah karya TGH Saleh Hambali untuk direlevansi dengan kondisi kekinian," ujar Viken Madrid sembari mengatakan acara bedah buku ini akan dilaksanakan tanggal 22 November 2017 jam 09.00 WITA di Aula PWNU NTB. Sejumlah pembicara akan hadir diantaranya Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi, H Muttawali, Ari Fadli, Fairuzzabadi, Akhdiansyah, TGH Sohimun Faisal, TGH Achmad Taqiuddin, TGH Khalisusabri.

Koordinator seksi Transportasi, Agus Mulyadi menegaskan untuk memperlancar antar-jemput peserta Munas dan Konbes NU , pihaknya sudah menyiapkan 92 kendaraan dari berbagai tipe dan jenis seperti minibus, bus , SUV.

"Semua kendaraan sudah ready untuk dipergunakan oleh peserta Munas dan Konbes beserta sopirnya selama kegiatan berlangsung," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)
Kamis 16 November 2017 13:45 WIB
Ini Sejumlah Universitas Top Dunia di Pameran Pendidikan Islam Internasional
Ini Sejumlah Universitas Top Dunia di Pameran Pendidikan Islam Internasional
Ilustrasi: Humas Pendis.
Jakarta, NU Online
Pameran Pendidikan Islam Internasional (International Islamic Education Expo-IIEE) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tidak hanya diikuti oleh lembaga pendidikan Islam di tanah air, tetapi juga sejumlah universitas terkemuka dunia.

Dalam kegiatan yang dihelat pada 21-24 November 2017 di ICE-BSD City Serpong, Tangerang Selatan, Banten bertajuk Indonesia Islamic Education for Global Peace ini, Mizan Sya’roni Ketua Panitia Pelaksana mengungpkan, ada sekitar 18 universitas top dunia yang akan berpartisipasi.

“18 universitas lintas negara bakal berpartisipasi, delapan partner institusi, dan lima kedutaan besar yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya lewat online,” kata Mizan Sya’roni dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (15/11).

Dia mengatakan beberapa universitas yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya di antaranya University of Sydney, University of Western Australia, London South Bank University (LSBU), University of Nottingham, University of Sheffield, Victoria University, Monash University, University of Canberra, dan universitas lainnya.

Lebih lanjut, Mizan menjelaskan bahwa  dalam pameran tersebut total akan menempati lebih dari 200 gerai atau stan pameran dari berbagai unsur termasuk dari kalangan lembaga pendidikan Islam dalam negeri.

Semantara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya telah menghubungi Presiden Jokowi untuk membuka pameran pendidikan Islam internasional pertama di Indonesia ini bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin.

"Presiden Joko Widodo sedang dalam konfirmasi untuk bersedia membuka pameran ini,” ujar Kamaruddin dalam kesempatan yang sama didampingi Sekretaris Ditjen Pendis M. Isom Yusqi.

Dia mengungkapkan, seluruh elemen masyarakat akademik dan umum bisa mengakses berbagai layanan yang disediakan oleh Kementerian Agama seperti layanan beasiswa, layanan pencatatan hak kekayaan intelektual, sertifikasi guru, dan layanan lainnya.

Pameran ini juga akan menggelar beberapa forum internasional seperti Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pendidikan Islam (API), seminar internasional tentang studi pesantren, dan kompetisi robotik madrasah. (Fathoni)
Kamis 16 November 2017 13:0 WIB
Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Mensos Minta Pemda Maksimalkan Aplikasi SIKS-NG
Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Mensos Minta Pemda Maksimalkan Aplikasi SIKS-NG
Yogyakarta, NU Online
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Daerah memaksimalkan sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG). 

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017, di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Rabu (15/11).

Khofifah mengatakan, saat ini Kemensos terus berupaya memaksimalkan percepatan validasi data dari daerah. Updating data ini merupakan upaya perbaikan data fakir miskin secara berkala agar bansos lebih tepat sasaran. 

"Kami berharap daerah bisa memberi feedback signifikan terhadap perbaikan data kemiskinan, mengingat akhir November ini akan dikeluarkan surat keputusan Menteri Sosial tentang data fakir miskin yang akan dijadikan acuan intervensi program bansos," tuturnya. 

Khofifah mengungkapkan, update rutin data sangat penting mengingat kemiskinan bersifat dinamik. Karenanya, proaktif pemerintah daerah sangat kami harapkan. 

Apabila ditemukan data kemiskinan tidak valid, maka pemda dapat mengkonfirmasi mana penerima manfaat yang tidak eligible (memenuhi syarat-red) sebaliknya apa ada masyarakat yang berhak tetapi belum tersisir (inclusion dan exclusion error). 

Setiap tahunnya, kata Khofifah, Kementerian Sosial melakukan perbaikan data kemiskinan dan disahkan dalam bentuk surat keputusan (SK). SK tersebut diterbitkan pada bulan Mei dan November. 

Pengembangan SIKS-NG sendiri, lanjutnya, adalah salah satu ikhtiar yang dilakukan Kementerian Sosial melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) untuk meningkatkan validitas data fakir miskin. Penggunannya sendiri bisa dilakukan secara online maupun offline. Data yang terdapat dalam SIKS-NG sudah berupa By Name By Address

"Data By Name By Address yang ada di SIKS-NG menjadi acuan sasaran pelaksanaan program penanganan fakir miskin dan perlindungan sosial yang tahun ini secara bertahap mulai diintegrasikan. Misalnya penerima bansos rastra atau BPNT juga akan menerima PKH," katanya. 

Sebelumnya, lanjut Khofifah, telah ada Sistem Informasi dan Konfirmasi Data Sosial Terpadu (Siskadasatu). 

"Konfirmasi ini penting agar pemuktahiran data warga miskin dapat terus berjalan sehingga bantuan sosial (bansos) lebih mutakhir dan lebih tepat sasaran," imbuhnya. 

Khofifah memaparkan, sesuai undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang fakir miskin, seyogyanya masyarakat kurang mampu secara pro aktif mendaftarkan ke kepala desa/kelurahan dan dibahas dalam musyawarah desa/kelurahan selanjutnya diteruskan ke Camat, Bupati/Walikota, Gubernur dan ahirnya diteruskan ke menteri yang menyelenggarakan bidang kesejahteraan sosial.

Khofifah menambahkan, tahun 2018 sejalan arahan Presiden, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH ditambah sebanyak 4 juta KPM. Sehingga total KPM mencapai 10 juta. Sementara BPNT yang saat ini menyasar 1,28 juta juga menjadi 10 juta KPM. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG