IMG-LOGO
Daerah

Yang Bertempur Lawan Tentara Inggris itu Berkopiah dan Bersarung


Senin 20 November 2017 20:51 WIB
Bagikan:
Yang Bertempur Lawan Tentara Inggris itu Berkopiah dan Bersarung
Trenggalek, NU Online
Pondok Pesantren Qomarul Hidayah (PPQH) —salah satu pesantren tertua di Trenggalek— menggelar Bincang Santai Nasionalisme Kaum Santri, Ahad (19/11). Kegiatan bertempat di aula PPQH II Tugu, Trenggalek, Bincang Santai mengambil tajuk Nasionalisme Religius Kaum Santri, Meneguhkan Kecintaan Kepada NKRI.

Bincang Santai yang diikuti seratusan santri dan banom NU Trenggalek menghadirkan Rijal Mumazziq Z, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PCNU Surabaya, dan Dosen UIN Maliki Malang Misbahus Surur.

Dengan selingan humor khas santri, Gus Rijal bercerita panjang lebar mengenai perjuangan para santri dan kiai dalam pertempuran November di Surabaya, karena adanya fatwa Resolusi Jihad dari Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.

"Jadi, jangan dikira yang bertempur melawan tentara Inggris itu berpakaian doreng bersenjata lengkap, gagah, seperti di film Rambo. Tapi (yang bertempur itu) mereka yang memakai sarung dan kopiah, dengan senjata seadanya," tutur Gus Rijal.

Sementara Surur memaparkan tentang kebhinekaan dan sifat toleran yang menjadi karakter masyarakat nusantara sejak sebelum Islam datang.

Selepas acara, Ketua Panitia, Gus Mahbub Cholil (Gus Abub) mengatakan kegiatan Bincang Santai tersebut merupakan agenda awal sebelum diadakan pelatihan jurnalistik santri.

"Santri Trenggalek harus menguasai jurnalistik untuk menghadapi propaganda dari media-media radikal dan intoleran yang merongrong NKRI," tutur Gus Abub. (Androw Dzulfikar/Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG