IMG-LOGO
Nasional

PBNU Kembali Bimbing Warga Jepang Jadi Mualaf

Selasa 21 November 2017 6:8 WIB
Bagikan:
PBNU Kembali Bimbing Warga Jepang Jadi Mualaf
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mendapat kepercayaan untuk membimbing orang berkebangsaan Jepang mengucapkan dua kalimat syahadat. Seorang pria bernama Takahashi Toshio di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengikrarkan diri masuk Islam.

Secara perlahan Kiai Said menuntun pria kelahiran Tokyo, 18 Februari 1945, itu membaca dua kalimat syahadat di hadapan saksi di kantornya di Gedung PBNU Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (20/11) sore. Prosesi masuk Islam ditutup dengan doa.

Turut menyaksikan prosesi sakral tersebut pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) Masrur Ainun Najih dan Ketua PBNU Eman Suryaman. Dalam kesempatan itu Takahashi yang datang bersama beberapa orang secara resmi menandatangani surat keterangan menjadi mualaf dan mengubah namanya menjadi Abdurrahman Takahashi Toshio.

Ini adalah kesekian kali PBNU membimbing ikrar masuk Islam warga Jepang. Pada 6 Januari lalu dua pemuda asal Jepang bernama Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka melakukan hal serupa. Disusul pada 10 Juni, Sakai Nobukazu dan Suzuki Masayuki, mengucapkan dua kalimat syahadat melalui bimbingan Kiai Said.

Sebelumnya, pada 9 Desember 2015, dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo dan Suzuki Nobukazu juga resmi memeluk Islam di PBNU. Bahkan praktik yang sama terjadi di luar kantor PBNU. Dalam kunjungan ke Jepang 13-17 Februari 2015, Kiai Said diminta mengislamkan 12 orang yang merupakan sahabat dan teman dari Muhammad Suzuki dan Ahmad Ogawa.

Tidak hanya dari Jepang, warga yang menyatakan mualaf di kantor PBNU juga datang dari berbagai latar belakang kebangsaan dan profesi. Umumnya mereka memilih PBNU sebagai pembimbingnya lantaran tahu semangat NU yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan kasih sayang. (Mahbib) 


Bagikan:
Selasa 21 November 2017 22:30 WIB
Genjot Percepatan Peningkatan Kompetensi Instruktur, Kemnaker Gelar KKIN 2017
Genjot Percepatan Peningkatan Kompetensi Instruktur, Kemnaker Gelar KKIN 2017
Semarang, NU Online
Untuk mempercepat peningkatan kompetensi instruktur Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) ke-6 tahun 2017 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Selasa-Sabtu, 21-25 November 2017.

KKIN dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diikuti oleh 108 kompetitor/instruktur dari 12 regional/wilayah. Mereka adalah para instruktur dari lembaga pelatihan pemerintah, industri dan swasta yang berhasil meraih peringkat satu pada KKIN VI tingkat regional sebelumnya.

Ada sembilan bidang keahlian yang dilombakan pada KKIN ke-6, yaitu Pengelasan, Otomotif Kendaraan Ringan, Pendingin dan Tata Udara, Elektronika, Desain Grafis, Tata Busana, Instalasi Listrik, Perancangan Rekayasa Mekanik CAD dan Solusi Perangkat Lunak Teknologi Informasi untuk Bisnis. 

Dirjen Pembinaan Pelatihan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, berharap melalui KKIN para instruktur bisa semakin kompetitif dan berdaya saing. 

"Saya berharap instruktur termotivasi dalam meningkatkan kompetensinya baik secara individu maupun kedinasan sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja secara nasional," kata Bambang saat membuka KKIN yang mengusung tema Melalui Kompetisi Kita Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Instruktur, Selasa (21/11).

Selain sebagai aja peningkatan kompetensi, Bambang menilai KKIN juga menjadi instrumen untuk mengukur dan memantau peta kompetensi instruktur sesuai dengan bidang keahliannya.  

"Peta persaingan instruktur dapat menjadi rujukan pemerintah dalam perencanaan program pembinaan instruktur di masa yang akan datang," ungkap Bambang. 

Lebih jauh Bambang mengatakan, KKIN ini dapat mempererat hubungan kerja sama antara pemerintah, swasta, serta dunia usaha dan industri. Sekaligus sebagai media untuk tukar pengalaman dan informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kepelatihan. 

"KKIN dapat menambah wawasan dan pengalaman berkompetisi bagi instruktur dan pengelola lembaga pelatihan kerja sehingga mereka mampu menyiapkan calon kompetitor pada ASEAN Skills Competition (ASC) dan mampu menyiapkan diri pada ajang kompetisi trainer tingkat Asia Tenggara maupun tingkat yang lebih luas lagi," kata Bambang. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sangat mendukung penyelenggaraan KKIN ini. Menurut Ganjar KKIN bisa meningkatkan kompetensi instruktur sehingga bisa menyiapkan calon tenaga kerja yang kompetitif dan berdaya saing. 

"Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini sebagai salah satu langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing dalam rangka menyongsong Bonus Demografi di Indonesia yang diperkirakan terjadi pada tahun 2020-2030," kata Ganjar Pranowo. 

Berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, peran BLK & Instruktur yg kompeten sangat diperlukan dalam rangka menjembatani link and match antara dunia pendidikan dunia dunia kerja.

"Dengan instruktur yang kompeten diharapkan akan menghasilkan calon tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja," ujar Ganjar. 

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah bulan Agustus 2017, jumlah Angkatan Kerja di Jawa Tengah sebanyak 18,01 juta orang. Penduduk yang bekerja sebanyak 17,19 juta sehingga jumlah pengangguran 0,82 juta orang dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah sebesar 4,57%. Dari jumlah tersebut pengangguran dari lulusan tingkat SLTA sebesar 50,56%.

Banyaknya jumlah pengangguran lulusan SLTA tersebut salah satu penyebabnya adalah tidak sinkronnya kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja.

"Untuk itu solusinya adalah penjurusan di SMK harus betul-betul sesuai kebutuhan dunia kerja. Demikian pula, pelatihan Calon Tenaga Kerja. Ke depan perlu disinkronkan dengan kebutuhan investor, berapa jumlah tenaga kerja dan jabatan-jabatan yang dibutuhkan," ungkap Ganjar. (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 21 November 2017 21:57 WIB
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU
Ratusan Anggota Pagar Nusa Ikut Sukseskan Munas-Konbes NU
Mataram, NU Online
Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa NTB Murokieb Usman mengatakan bahwa untuk pengamanan Munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang Pagar Nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU," katanya Selasa (21/11) malam, di Aula PWNU, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU 2017 seluruh anggota Pencak Silat NU Pagar Nusa NTB wajib menjadi penjaga kehormatan para ulama yang hadir.

“Untuk itu Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa," ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa.

Pimpinan Pondok Pesantren Ta'limus Sibyan Bonder Lombok Tengah ini juga mengatakan bahwa keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU. 

Selanjutnya, TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa agar tetap rendah hati dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti. "Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota Pagar Nusa yang menjalankan tugasnya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa Athoilah Habib mengatakan, setiap kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari para ulama karena roh organisasi pencak silat NU itu bersumber dari barokah, doa, dan restu para ulama.

"Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru akhlaqul kharimah para ulama," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Selasa 21 November 2017 21:30 WIB
Hari Ikan Nasional,
Ikan untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Ikan untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Jakarta, NU Online
Hari Ikan Nasional (Harkannas) ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI No 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional dan bertepatan dengan Peringatan World Fisheries Day atau Hari Perikanan Dunia.

Pada tahun ini, Indonesia memperingati Harkannas untuk keempat kalinya dengan tema Ikan untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.

Tema tersebut ditetapkan dengan pertimbangan bahwa ikan sangat relevan untuk mendukung program pemerintah dalam hal perbaikan gizi masyarakat. Ikan sebagai bahan pangan dan sumber protein memiliki keunggulan antara lain; kandungan Omega 3 tinggi sangat baik untuk perkembangan mata, otak dan jaringan syaraf, komposisi asam amino lengkap dan mudah dicerna serta diserap tubuh.

Keunggulan lainnya keragaman ikan yang tinggi dari  jenis, bentuk, warna, rasa dan ukuran sehingga dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai macam produk olahan, keragaman harga yang dapat memenuhi semua segmen kelas ekonomi. Ikan sebagai sumber protein dapat berperan mendukung Gerakan Peningkatan Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1.000 HPK), remaja usia produktif dan ibu hamil dalam kerangka strategi percepatan perbaikan gizi masyarakat (RPJMN 2015 – 2019).

Ikan sebagai sumber bahan pangan sehat berperan mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dalam rangka mengurangi beban penyakit sehingga dapat mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas.

Dalam rangka mendukung kebijakan strategis pangan dan gizi, dengan terbitnya Inpres Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional dan Perpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, KKP terus melakukan beberapa program, antara lain peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya yang didukung oleh penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, serta penguatan sistem logistik ikan untuk memenuhi ketersediaan ikan bagi industri dan konsumsi dalam negeri.

Peningkatan konsumsi ikan nasional sangat penting sebagai penghela industri perikanan nasional dalam rangka meningkatkan produktivitas industri dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Tujuan dari peringatan Hari Ikan Nasional Ke4 Tahun 2017 adalah meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dengan menjadikan makan ikan sebagai budaya nasional mengingat ikan sebagai asupan pangan memiliki keunggulan kandungan gizi, ragam pilihan ikan dan ragam kreasi olahan.

Peringatan Hari Ikan Nasional ke-4 dilaksanakan di area Pelataran Keong Mas selama 4 (empat) hari dari tanggal 18 – 21 November 2017. Acara puncak peringatan Harkannas Ke-4 tanggal 21 November 2017 akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan dan akan menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Pusat, Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan seluruh Indonesia (34 Provinsi), Organisasi Mitra Gemarikan (29 organisasi), Asosiasi Perikanan, Kementerian/Lembaga terkait dan pelaku usaha/UKM perikanan. 

Adapun rangkaian acara Harkannas ke-4 adalah pelaksanaan Indonesia Seafood Expo 2017 tanggal 18-21 November 2017 akan diikuti oleh 32 booth provinsi dan 16 booth UKM/Mitra KKP, festival Perikanan Nusantara (FPN) tanggal 20-21 November 2017 akan diikuti oleh 34 UKM Provinsi yang menampilkan kuliner nusantara berbahan baku ikan dan lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-15 dengan bahan baku ikan patin dilaksanakan tanggal 21 November 2017 akan diikuti oleh Pemenang Lomba Masak Tingkat Provinsi (Tim Penggerak-PKK) dari 29 Provinsi.

Acara pendukung meliputi Demo Mobil ATI Gemarikan, Klinik Mutu Hasil Perikanan, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Senam Sehat dan Jalan Sehat, Lomba Menggambar dan Mewarnai dengan Tema Aku Cinta Ikan, Lomba Menangkap Ikan, Lomba Masak Ikan Kategori Umum (Tingkat Pelajar), Bakar Ikan dan icip-icip olahan ikan, Demo Masak Ikan  dan Edukasi Manfaat Ikan. Angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2016 mencapai 43,94 kg/kapita (setara ikan utuh segar). Pada tahun 2017 konsumsi ikan nasional ditargetkan sebesar 47,12 kg/kapita dan pada tahun 2018 sebesar 50,65 kg/kapita.

KKP terus melaksanakan kegiatan kampanye peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat ikan, menumbuhkan kreativitas dalam mengolah ikan untuk keperluan konsumsi dan usaha kuliner sebagai sumber pendapatan keluarga, serta mendekatkan ikan kepada masyarakat.  

Momentum peringatan Harkannas ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat.

Dengan demikian ikan dapat dijadikan tumpuan sumber protein yang selalu hadir di dalam menu keluarga dalam rangka mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia (Nawacita 5), meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa (Nawacita 6), dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya sektor kelautan dan perikanan (Nawacita 7). (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG