::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketika Maulid Nabi Dibid'ah-bid'ahkan

Kamis, 23 November 2017 23:40 Internasional

Bagikan

Ketika Maulid Nabi Dibid'ah-bid'ahkan
Yordania, NU Online
Pengurus Lembaga Dakwah PBNU, KH Muhammad Nur Hayid atau yang sering disapa Gus Hayid mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ustad saat ini yang tidak mau membaca dan belajar kitab-kitab para ulama yang jelas silsilah keilmuannya. Alhasil mereka dengan gampangnya menyalahkan dan menilai sesat orang lain yang mengamalkan ajaran turun temurun dalam tradisi Islam selama ini.

"Kalau ada orang yang sedikit-sedikit bid'ah, Maulid Nabi dibid'ahkan dan banyak lagi ajaran NU yang dianggap sesat, calon doktor yang jadi pengurus PCI NU Jordan harus bisa menjelaskan dengan baik kepada mereka. Suruh baca kitabnya Ibnu Hajar Alhaitsami yang berjudul Annikmatul Kubro alal alami fi maulidi sayyidi waladi adam," katanya saat Peringatan Maulid Nabi yang digelar oleh PCI NU Jordan, Rabu (22/11).

Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini menjelaskan bahwa dalam kitab tersebut Rasulullah Muhammad SAW sendiri selalu memperingati hari lahirnya dengan puasa hari Senin. Dalam kitab tersebut juga diungkapkan keutamaan bagi ummat Islam yang memperingati serta memberikan sadaqah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Jadi jangan ragu dan bimbang lagi memperingati acara Maulid Nabi ini. Apalagi niatnya lillahi taala, liqtidaan lisunnati rasulullah, li syiar islam rahmatan lilalamin dan liajli silaturrahim wasshodaqoh. Insyaallah kita berada di jalan dan benar dan diridlai Allah dan semoga kita mendapatkan syafaatul udhma di hari kiamat kelak," ungkap Gus Hayid.

Ia berharap Peringatan Maulid Nabi jangan hanya dijadikan sebagai acara seremonial saja. Namun, lebih dari ituharus menjadi upaya dan komitmen umat Islam untuk meneladani Rasulullah Muhammad SAW secara utuh.

Dengan membaca kembali sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad pada peringatan Maulid diharapkan ummat Islam mampu mengambil berbagai mutiara hikmah yang terkandung.

"Salah satunya berniat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bisa menjadi ajang silaturahmi dan belajar kembali tentang bagaimana rasullullah memperjuangkan Islam dan menjaga perdamaian," katanya.

Sementara pada kesempatan yang sama Rais Syuriah PCI NU Jordan, Asyikin Sumarto berharap kehadiran Gus Hayid, yang sering mengisi acara serambi Islami di TVRI ini, mempererat silaturahmi antara warga muslim dari Indonesia yang ada di Jordania. 

Selain itu, Asyikin berharap peringatan Maulid tersebut dapat menjadi upaya untuk meneladani semua akhlaq rasulullah, dengan kembali mengingat perjuangan dan sejarah perjalanan Rasulullah dan memperbanyak membaca salawat kepadanya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)