IMG-LOGO
Daerah

Kesbangpol Trenggalek Siap Bina Pegawai Daerah Simpatisan Ormas Anti-Pancasila

Jumat 1 Desember 2017 20:25 WIB
Bagikan:
Kesbangpol Trenggalek Siap Bina Pegawai Daerah Simpatisan Ormas Anti-Pancasila
Trenggalek, NU Online
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Trenggalek siap melakukan pembinaan terhadap Pegawai Daerah yang terindikasi simpatisan ormas anti-Pancasila.

Hal itu disampaikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Trenggalek, Widarsono saat mengisi Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan Tahun 2017 di aula Hotel Jaas, Kamis (30/11).

Widarsono mengatakan Kesbangpol Trenggalek telah mengantongi nama-nama Pegawai Daerah Trenggalek yang menjadi simpatisan ormas anti-Pancasila.

"Kita tahu, pegawai ini, ini, yang masuk jaringan mereka (ormas anti-Pancasila, red). Itu kita tahu," kata Widiharsono di hadapan ratusan peserta dari berbagai suku yang ada di Trenggalek.

Widarsono enggan menjawab Dinas mana saja yang menjadi kantong pegawai simpatisan ormas anti-Pancasila. Menurutnya, perlu pendataan untuk mengetahui secara keseluruhan.

Lebih lanjut Widarsono mengatakan, amanat UU Ormas 16/2017 tidak sebatas melarang ormasnya tetapi juga menanggulangi paham-paham yang anti-Pancasila dan radikal. Oleh karenanya pembinaan di lingkungan pegawai diperlukan.

"Nanti itu (pembinaan, red) akan disampaikan kepada Bupati dan kita koordinasikan dengan Forkopimda, MUI, dan FKUB," pungkasnya. (Androw Dzulfikar/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Jumat 1 Desember 2017 21:0 WIB
Ansor Jatinangor Siap Meng-counter Gerakan Radikalisme dan Anti-Pancasila
Ansor Jatinangor Siap Meng-counter Gerakan Radikalisme dan Anti-Pancasila
Bandung, NU Online
Ketua GP Ansor Kecamatan Jatinangor Nanang Wahyu meminta, perguruan tinggi yang ada di Jatinangor tidak hanya mengajarkan ilmu akademik saja, melainkan harus mampu juga menekan beredarnya paham radikalisme di kalangan generasi muda.

"Selain itu mahasiswa harus mampu bersaing tidak hanya dari segi akademik maupun adaptasi terhadap globalisasi, tetapi harus mampu juga mempertahankan nilai luhur agama dan budaya bangsa untuk membantu mewujudkan ketahanan nasional," katanya, Kamis (30/11). 

Sementara itu Sekretaris GP Ansor Jatinangor, mengatakan GP Ansor dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan trend tanpa kehilangan jati dirinya sebagai GP Ansor dan Nahdlatul Ulama.

"Sebagaimana faedah almuhafadotu alal qodimis shalih wal ahdu bil jadidil wal aslah atau mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” ungkapnyadi sela-sela persiapan pembentukan ranting-ranting Desa Cileles dan Desa Mekargalih.

GP Ansor Jatinangor yang beberapa bulan baru saja dilantik mempunyai tugas berat yang harus dijunjung dalam menjalankan roda-roda organisasi.

"Harus mampu merancang strategi gerakan kedepan untuk senantiasa bahu membahu, jinjing menjingjing, pikul memikul setiap tanggung jawab dan menjadi  barisan terdepan  dalam meng-counter gerakan radikalisme. Sudah seharusnya Ansor sebagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan keislaman mampu mendayung di tengah rotasi zaman yang serba kompleks dan berubah secara terus menerus," papar Dudi.

Ketua Kaderisasi Ansor Jatinangor Agus Taufik Habibi mengatakan dalam upaya percepatan menangkal gerakan radikalisme Ansor Jatinangor  telah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar yang diadakan pada tanggal 10-12 November 2017 di Pondok Pesantren al-Falah. (Red: Kendi Setiawan)

Kaderisasi berlanjut dengan pembentukan ranting 12 desa yang direncakan selama 2 bulan kedepan.


Jumat 1 Desember 2017 15:6 WIB
Lakspesdam NU Kencong Advokasi Dusun Terpencil
Lakspesdam NU Kencong Advokasi Dusun Terpencil
Jember, NU Online
Pengurus Cabang Lakspesdam NU Kencong, Jember, berupaya mengadvokasi layanan publik di daerah terpencil, yaitu di Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger. 

Dengan menggandeng Pemerintah dan Puskesmas Puger, PC Lakspesdam NU Kencong menggelar penyuluhan kesehatan tentang bahaya pernikahan dini, kesehatan reproduksi dan program imunisasi di dusun tersebut, Senin (27/11),.

Menurut Ketua PC Lakspesdam NU Kencong, Mohammad Dasuki, penyuluhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga setempat agar memperhatikan kesehatan diri dan lingkungannya serta tidak terburu-buru menikah.

"Sebab, di pedesaan, apalagi di daerah terpencil, tidak ada pernikahan dini. Yang ada adalah penikahan sangat dini," kelakarnya kepada NU Online.

Mohammad Dasuki juga meminta Pemkab Jember untuk menambah jumlah Posyandu di Dusun Jadugan. Permintaan itu disetujui. Mulai bulan depan, Posyandu tambahan tersebut akan dibuka, dan tidak hanya melayani balita tapi juga lansia dan wanita hamil.

Ia menambahkan, selain fasilitas kesehatan dan pendidikan yang minim, fasilitas listrik juga masih jauh dari harapan. Dikatakannya, dari 23 Kepala Keluarga (KK) hanya terdapat 2 meteran listrik. 

"Kami pun sudah berusaha untuk memfasilitasi penambahan meteran, tapi belum terealisasi," jelasnya. (Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)
 

Jumat 1 Desember 2017 7:3 WIB
Bangun Ekonomi Keumatan, PCNU Subang Dirikan Koperasi
Bangun Ekonomi Keumatan, PCNU Subang Dirikan Koperasi
Subang, NU Online
Guna membangun ekonomi keumatan sekaligus berpartisipasi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat secara berjamaah, PCNU Kabupaten Subang akan segara mendirikan koperasi. Proses pendirian koperasi tersebut berlangsung dalam Rapat Pendirian Koperasi PCNU Subang yang digelar di aula kantor PCNU setempat di jalan Darmodiharjo Nomor 4 Sukamelang Subang. Rabu (29/11).

"Koperasi merupakan lembaga usaha yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia sekaligus sesuai dengan kontitusi kita dan Koperasi PCNU Subang ini ke depan akan menaungi empat badan usaha," kata Ketua Lembaga Perekonomian PCNU Subang H Abdul Aziz di awal presentasinya.

Pertama, kata dia, badan usaha dari Koperasi PCNU Subang ini adalah Koperasi Simpan Pinjam yang anggotanya akan diisi oleh para pengurus dan jamaah NU Subang dan Koperasi Simpan Pinjam ini akan memberikan stimulus berupa modal usaha untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Karena namanya koperasi simpan pinjam jadi harus bisa seimbang, jangan sampai yang pinjam lebih banyak dari yang menyimpan," selorohnya.

Badan usaha yang kedua dari Koperasi PCNU Subang ini adalah pendirian Rest Area Islami, program ini dianggap mempunyai prospek yang bagus karena saat ini jumlah wisatawan yang masuk ke Subang meningkat 20% dan untuk mendirikan rest area ini akan bekerja sama dengan pihak yang mempunyai lahan luas di sekitar jalan raya.

"Orang lain yang punya tanah, kita yang akan membangun nanti kita gunakan sistem bagi hasil," jelas Direktur Madani Home tersebut.

H Aziz menambahkan, badan usaha yang ketiga dari Koperasi PCNU Subang ini akan bergerak di bidang properti yaitu pendirian hunian islami untuk masyarakat Subang yang di dalamnya terdapat perumahaan rakyat dengan suasana islami. Badan usaha yang keempat adalah pembuatan market place atau pasar online yang diperuntukkan bagi penjual dan pembeli di sekitar wilayah Subang.

Dari keempat program Koperasi PCNU Subang tersebut, badan usaha yang langsung disepakati dan langsung direalisasikan adalah koperasi simpan pinjam. Dalam rapat ini para pengurus PCNU Subang langsung urunan mengumpulkan dana awal sebagai persyaratan administrasi untuk memperoleh legalitas dari pemerintah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG