::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

LTM PBNU Ciptakan Pemuda Penggerak Masjid di Pulau Sulawesi

Senin, 04 Desember 2017 11:00 Nasional

Bagikan

LTM PBNU Ciptakan Pemuda Penggerak Masjid di Pulau Sulawesi
Makassar, NU Online 
Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) kembali mengadakan roadshow Pelatihan Pemuda Pelopor Masjid Tahun 2017 selama 13 hari (4-16/12) di Pulau Sulawesi. Pelatihan ini bertujuan agar para pemuda menjadi penggerak masjid. 

Ada enam Provinsi di Sulawesi yang akan menjadi titik roadshow kali ini, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Nizar Idris, nantinya satu provinsi terdapat lima kabupaten atau kota yang menjadi lokasi pelatihan dan satu kabupaten akan ada 50 calon penggerak masjid. Jadi, katanya, total enam provinsi yang menjadi titik terdapat 1500 calon kader penggerak. 

Kegiatan yang mengusung tema Kepeloporan Pemuda dalam Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini atas kerja sama antara LTM PBNU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Dikatakan Nizar, jalinan kerja sama antara LTM PBNU dengan Kemenpora ini karena kedua pihak mempunyai kesamaan program dalam hal kepemudaan. Oleh karena itu, nantinya para pemuda yang akan menjadi muharrik atau penggerak masjid. 

"Muharrik khusus pemuda yang di bawah umur 30 tahun," katanya. 

Pria asal Cirebon, Jawa Barat ini berharap, hasil dari pelaksanaan pelatihan ini tidak hanya menjadi muharrik masjid tapi juga dakwah. 

"Pertama, mereka menjadi penggerak-penggerak masyarakat untuk datang ke masjid. Kedua, menjadi da'i yang secara tidak langsung menyebarkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah," jelasnya.

Sebelumnya, LTM PBNU juga menyelenggarakan pelatihan kader penggerak masjid di beberapa daerah seperti Purwakarta, Banten, dan Madiun. (Husni Sahal/Fathoni)