IMG-LOGO
Daerah

NU Care-LAZISNU Purbalingga Gelontorkan 110 Juta untuk Calon Wirausahawan

Senin 4 Desember 2017 12:15 WIB
Bagikan:
NU Care-LAZISNU Purbalingga Gelontorkan 110 Juta untuk Calon Wirausahawan
Purbalingga, NU Online
Salah satu fokus program NU Care-LAZISNU Purbalingga adalah menumbuhkan semangat wirausaha kepada masyarakat Purbalingga. Oleh karenanya, NU Care-LAZISNU Purbalingga membatasi penyaluran dana zakat infak dan sedekah dalam bentuk konsumtif, melainkan lebih banyak  dalam bentuk yang lebih produktif.

Untuk mewujudkan hal tersebut, NU Care-LAZISNU Purbalingga memberikan bantuan modal usaha kepada 96 orang calon wirausahawan baru.

Total nilai bantuan yang diberikan mencapai 110 jt rupiah. Bantuan diberikan Sabtu (2/12) di aula Kantor PCNU Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Sarif Hidayat, salah satu pengurus NU Care-LAZISNU Purbalingga menerangkan bahwa besaran nilai bantuan kepada setiap penerima manfaat tidak sama. Angkanya berbeda menyesuaikan jenis usahanya.

"Bantuan diberikan dengan nilai mulai dari 500 ribu hingga 2,5 juta rupiah untuk setiap orangnya," kata Syarif.

Syarif menambahkan, dari program bantuan modal usaha ini diharapkan akan lahir wirausahawan-wirausahawan baru yang nantinya mampu hidup dengan kemandirian secara ekonomi.

"Karena pada saat ini Indonesia masih sangat membutuhkan banyak orang yang mau berwirausaha untuk bersaing dengan negara-negara lainnya," pungkasnya. (Riza/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Senin 4 Desember 2017 23:45 WIB
Lamandau Kini Punya Anggota Baru Banser-Fatser NU
Lamandau Kini Punya Anggota Baru Banser-Fatser NU
Lamandau, NU Online
Sebanyak 128 peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Dilatsar) angkatan pertama telah resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lamandau. Mereka berasal dari hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Mereka dinyatakan lulus menjadi Banser-Fatser setelah mengikuti seluruh proses Diklatsar yang diadakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Lamandau yang berlangsung di Nanga Bulik selama tiga hari, 1-3 Desember 2017.

"Alhamdulillah, dari 176 peserta yang mendaftar pada Diklatsar Banser-Fatser angkatan pertama ini, 128 diantaranya telah dinyatakan lulus dan kini resmi menjadi anggota Banser-Farser Lamandau. Adapun sisanya dinyatakan tidak lulus karena tidak menjalani semua atau sebagian proses selama Diklatsar berlangsung," ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamandau, Salman Azzuhri, Ahad (3/12) malam.

Salman menyebut, 128 peserta yang dinyatakan lulus Diklatsar meliputi 123 Banser (laki-laki) dan lima lainnya adalah Fatayat Serbaguna (Fatser/perempuan). Kesemuanya dipastikan telah mengikuti seluruh materi yang disuguhkan selama Diklatsar, baik materi yang sifatnya kognitif, afektif maupun psikomotorik,

"Mulai materi yang berkaitan dengan materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, ke-Indonesia-an atau wawasan kebangsaan, bela diri, hingga materi lapangan seperti pengamanan dan pengaturan lalu lintas," tambah Salman.

Diresmikannya anggota baru Banser-Fatser Lamandau ini juga ditandai dengan proses pembaiatan.

Salman mengatakan bahwa meski 128 peserta telah mengikuti semua materi yang disuguhkan, namun ditegaskan bahwa tanggung jawab untuk menjadi Banser-Fatser sesungguhnya belumlah selesai.

Pasalnya, kata dia, setelah Diklatsar tersebut para anggota Banser-Fatser yang baru ini tetap berkewajibkan untuk mengikuti proses pengkaderan selanjutnya dibawah komando Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser dan PC GP Ansor kabupaten Lamandau.

"Sebutannya juga Diklatsar, artinya semua materi yang disampaikan itu sifatnya adalah materi dasar, artinya anggota Banser-Fatser baru tersebut nantinya wajib untuk aktif mengikuti proses pengkaderan selanjutnya," tuturnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Lamandau, Saifudin Zuhri mengku bangga atas antusiasme serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh proses Diklatsar. Terlebih, kata dia, jumlah maksimal peserta yang awalnya hanya diarget sekira 70-100 orang, namun faktanya ternyata melampaui ekspektasi. 

Jumlah peserta Diklatsar tersebut juga disebut-sebut sebagai Diklatsar dengan peserta terbanyak dalam satu angkatan jika dibanding dengan peserta Diklatsar daerah lain di Kalimantan Tengah. Kondisi itu sangat disyukuri jajaran pengurus Ansor, apalagi Lamandau sendiri merupakan daerah baru karena baru berdiri sebagai kabupaten pada 15 tahun lalu.

"Saya juga berharap agar anggota Banser-Fatser yang baru hasil dari Diklatsar angkatan pertama di Lamandau ini tidak hanya banyak secara jumlah, namun juga dapat menjadi 'militer' NU yang militan, militan dalam menjadi benteng ulama, pembela agama, bangsa dan negeri. Karena bagi NU, Pancasila sudah Final dan NKRI Harga Mati!" serunya.

Diketahui, guna memastikan lancarnya kegiatan Diklatsar, pihak panitia juga sengaja mengundang sedikitnya tiga orang instruktur dari Satkornas Banser pusat selama Diklat berlangsung. Sebelumnya, kegiatan Diklatsar tersebut juga secara resmi dibuka oleh ketua PC NU Lamandau, Kiai Hamim, Jumat (1/12). (Hendi Nurfalah/Kendi Setiawan)

Senin 4 Desember 2017 23:15 WIB
LAZISNU Tangsel Berikan Beasiswa kepada Santri Tahfidz
LAZISNU Tangsel Berikan Beasiswa kepada Santri Tahfidz
Tangerang Selatan, NU Online
NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan memberikan beasiswa kepada para santri tahfidz, Ahad (3/12). Pemberian beasiswa berlangsung dalam rangkaian Maulid Nabi di Pondok Tahfidz Terpadu Nurul Quran Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

"Santri yang mendapatkan beasiswa adalah santri yang sudah menghafal Al Qur'an dua hingga tiga juz," kata Direktur NU Care-LAZISNU Tangsel, Rizki Subagia.

Menurut Rizki, diantara santri tersebut  ada 3 santri yang kurang mampu dari segi perekonomian, sehingga pemberian beasiswa juga sangat tepat sasaran.

"Bantuan beasiswa ini kami berikan kepada santri sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap generasi penghafal Al Quran," katanya.

Beasiswa berupa uang tunai untuk keperluan sekolah diberikan kepada Ira (12), Ridho (8), Nisa (10), Aldi (8).

Rizki menambahkan, dana beasiswa bersumber dari donasi warga melalui Kaleng Barokah NU Care-LAZISNU.

"Kaleng Barokah yang saat ini sudah tersebar sekitar 500 buah," tuturnya.

Kaleng Barokah tersebar di wilayah Tangerang Selatan, khususnya Kecamatan Setu, memudahkan warga yang ingin membantu memberikan sedekahnya.

"Kaleng barokah ini sangat membantu masyarakat menyalurkan bantuannya dan sangat berguna. Terutama untuk membantu beasiswa dan masyarakat yang tidak mampu", ungkapnya.

Salah satu penerima beasiswa, Ira mengungkapkan dirinya merasa terbantu dengan beasiswa ini.

"Saya akan gunakan untuk biaya sekolah memenuhi pembayaran SPP," ujar Ira.

Sementara itu, Kepala  Penyuluhan Agama Kecamatan Setu, Sanusi, mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini bernilai positif. Harapan saya, semoga LAZISNU dapat membantu bagi anak-anak yang semangat belajar tapi minim dalam pembiayaan," katanya.

Selain itu, keberadaan LAZISNU agar dapat terasa sampai kepada semua lapisan masyarakat yang tidak mampu.

"Semoga LAZISNU bisa terus membantu agar keberadaannya dapat dirasakan oleh semuanya,"  tuturnya. (Nubzah Tsaniyah/Kendi Setiawan)

Senin 4 Desember 2017 22:10 WIB
Mahasiswa Unusia Turun ke Jalan Bantu Korban Bencana Pacitan dan Yogyakarta
Mahasiswa Unusia Turun ke Jalan Bantu Korban Bencana Pacitan dan Yogyakarta
Jakarta, NU Online
Sebagai bentuk peduli bencana banjir dan longsor yang menimpa Pacitan Jawa Timur dan DIY Yogyakarta, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAINU Jakarta, Cabang Jakarta Pusat dan para mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melakukan penggalangan bantuan.

Penggalangan dilakukan dengan turun langsung ke jalan di berapa tempat, sejak Kamis-Senin, 30 November-4 Desember 2017.

"Aksi ini juga merupakan bentuk usaha untuk mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan dan paham Aswaja yang memang di anut oleh organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)," kata Koordinator Aksi, Dimas Prayoga.

Sementara itu, Erik Alga Laksana dari PMII Komisariat STAINU Jakarta mengungkapkan sejak pertama mendengar berita bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pacitan dan DIY Yogyakarta, sebagai mahasiswa sangat prihatin atas bencana yang menimpa dua daerah tersebut.

Pada hari pertama, sebanyak 10 mahasiswa diterjunkan, dengan menggunakan 7 kardus di tempeli kertas berslogan Mahasiswa dan Masyarakat Bergerak!!! Peduli Korban Banjir dan Tanah Longsor di Yogyakarta dan Pacitan. #Kamu.Kami.Temani. PK.PMII STAINU Jakarta Cabang Jakarta Pusat.

Melihat slogan dan aksi para mahasiswa tersebut membuat banyak orang ikut serta membantu dengan memberikan sumbangan berupa uang.

Ada beberapa tempat yang menjadi titik penggalangan dana, diantaranya di sekitar Stasiun Manggarai, Lampu Merah Metropol, Stasiun Cikini, Depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan di Bundaran Hotel Indonesia.

Pada Ahad (3/12) penggalangan dilakukan di area Car Free Day (CFD), Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Hingga berita ini diturunkan sedikitnya 5 juta rupiah telah terkumpul dari hasil penggalangan. Hasil dari aksi penggalangan dana tersebut nantinya akan diserahkan melalui NU Care-LAZISNU.

Selain penggalangan dana, kepedulian juga dilakukan dengan mengumpulkan pakaian-pakain layak pakai yang akan dikirimkan kepada warga di lokasi terdampak.

"Semoga bisa sedikit membantu dan meringankan korban bencana tersebut. Amin," harap Erik. (Red: Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG