IMG-LOGO
Nasional

Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Jumat 8 Desember 2017 15:20 WIB
Bagikan:
Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Bandung, NU Online
Wakaf dapat digunakan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Misalnya untuk mengurangi kemiskinan, menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan, menyediakan air bersih dan sanitasi layak, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
 
Demikian salah satu poin yang disampaikan Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI), Fahruroji, pada lokakarya dan diskusi grup terfokus dengan tema Waqf for Sustainable Development Goals, Kamis (7/12) di Unpad Training Center, Bandung, Jawa Barat.
 
Untuk mewujudkan hal itu, kata Fahruroji, wakaf harus dikelola secara produktif.

"Sehingga harta wakaf berdayaguna dan bermanfaat," ujar Fahruroji.
 
Menurutnya, beberapa nazhir wakaf yang sudah terdaftar di BWI sudah melaksanakan pola pengelolaan wakaf secara produktif dan sebagian keuntungannya disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan salah satu dari 17 tujuan yang ingin dicapai program SDGs.
 
Sementara itu, Wakil Direktur UNDP Francine Pickup dalam sambutannya menyatakan bahwa UNDP sangat serius untuk mengurangi kemiskinan melalui program SDGs. Kesuksesan pogram itu bisa didorong melalui sektor keuangan sosial Islam, yaitu zakat dan wakaf.
 
"Tanah wakaf di Indonesia besarnya tiga kali luas negara Singapura. Ada pula dana wakaf yang terus meningkat. Ini bisa kita gunakan untuk pembiayaan yang memberi dampak sosial SDGs," kata Pickup.
 
Untuk zakat, kata Francine Pickup, UNDP sudah mempunyai program bersama dengan Baznas di Provinsi Jambi. Maka melalui kegiatan ini diharapkan akan ada kerja sama yang kongkrit dengan BWI dalam mensukseskan program SDGs di Indonesia. Untuk mensukseskan program wakaf yang selaras dengan SDGs, UNDP akan berkoordinasi lebih intens dengan instansi terkait, seperti BWI, BI, OJK, Bappenas, dan KNKS. 
 
Pickup pun mengapresiasi Indonesia sebagai pelopor keterlibatan keuangan Islam wakaf dan zakat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs.

"Bukan hanya sebagai sumber pendanaan, tapi juga filosofi mendasar dan kemitraan," tambahnya. (Red: Kendi Setiawan)
 
Bagikan:
Jumat 8 Desember 2017 22:18 WIB
Kemenag Tuntut Pemuda Kembali Semangat Makmurkan Masjid
Kemenag Tuntut Pemuda Kembali Semangat Makmurkan Masjid

Maros, NU Online 
Setelah Senin (4 /11) diadakan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 diadakan di Kota Makassar, pada Selasa (5/12) tim LTM PBNU melakukan hal serupa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Adapun peserta yang mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 ini berjumlah 50 orang. 

Hadir pada kegiatan yang berlokasi di Aula Kementerian Agama Kabupaten Maros ini Pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Sopti Popiyanti, Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros Syamsuddin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Maros H A. Mannan Hasan, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris LBM PBNU H Sarmidi Husna, dan lain-lain. 

Kepala Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Maros H Syamsuddin dalam sambutannya menjelaskan kata revitalisasi pada tema Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017. Tema yang di maksud, ialah "Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI".

Menurutnya, revitalisasi itu mengembalikan semangat yang selama ini terpendam. Mengembalikan semangat kerja, termasuk semangat memakmurkan masjid dan semangat mengaktifkan Nahdlatul Ulama. 

Masjid, katanya, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga untuk shalat berjamaah. "Ini juga kembalikan semangat berjamaah di masjid," pintanya. 

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan LTM PBNU ini dibuka Pejabat Kemenpora Sopti Popiyanti. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Jumat 8 Desember 2017 20:45 WIB
Di Kedubes AS, Ratusan Warga NU Kecam Donald Trump
Di Kedubes AS, Ratusan Warga NU Kecam Donald Trump
Jakarta, NU Online 
Ratusan warga NU melakukan aksi massa di halaman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 1-20, Jakarta, Jumat (8/12). Mereka mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (6/12) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Karena itu, ia akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke kota itu. 

Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aasep Irfan Mujahid dalam orasinya menyatakan, warga NU mengutuk pernyataan sepihak Trump atas tanah suci Yerusalem, Palestina, itu.

Menurutnya, pernyataan Trump merupakan bagian dari perenggutan hak-hak kemanusiaan, hak Palestina sebagai bangsa yang merdeka. 

“Sebagai bangsa yang berdaulat, telah direnggut oleh Zionis dan Amerika,” tegasnya. “Kita harus lawan bersama-sama,” lanjutnya. 

Orator lain, Husni Mubarok Amir menyatakan hal sama. Menurut dia, PBNU dan seluruh KBNU menegaskan, pernyataan Trump merupakan penyingkiran kadaulatan Palsetina. Dengan demikian, tindakan Trump adalah pelanggaran hak asasi manusia. 

“Ini adalah Pelanggaran terhadap Palestina, terhadap hak asasi manusia. Siapa pun di sini, layak dan wajib membela Palestina,” tegasnya. 

Menurut dia, tokoh NU, Wahab Hasbullah pada tahun 1938, sebelum Indonesia merdeka, telah mengakui kedaulatan Palestina. 

“PBNU juga telah mengecam Kedubes Amerika. Kami diperintahkan kiai-kiai kami untuk menyampaikan aspirasi kami. Kita di sini, punya satu tujuan menolak pernyataan Trump.”

Salah seorang anggota Banser, M. Firdaus juga menegaskan, warga NU melakukan aksi massa adalah bukti keprihatinan terhadap sikap Donald Trump.

“Kami hadir di sini mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak kebijakan Trump dan meminta umat Islam seluruh dunia untuk menolak kebijakan Donald Trump,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Jumat 8 Desember 2017 19:20 WIB
Media Muslim Moderat Perlu Sasar Muslim Urban
Media Muslim Moderat Perlu Sasar Muslim Urban
Sleman, NU Online
Kemajuan teknologi, khususnya di dunia informasi media daring, perlu dimaanfaatkan untuk menyebarkan konten Islam moderat.

Hal tersebut disampaikan founder situs Islami.co, Syafi'i Alielha pada Pertemuan Penulis Keislaman, Jumat (8/12) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Savic, demikian sapaan akrabnya, memaparkan konten Islam moderat penting untuk disebar ke semua lapisan masyarakat.

"Harus ada yang menyasar kepada Muslim kota," kata dia.

Ditambahkannya konten-konten sederhana dan bersifat keseharian justru paling banyak diminati warga warganet.

"Justru tulisan seperti doa, tata cara shalat dan sebagainya, banyak dicari dan dibaca," ungkapnya.

Senada dengan Savic, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi (Cak Usma) mengatakan sudah saatnya media NU merambah dakwah untuk segmen perkotaan. 

"Targetnya dakwah di perkantoran, perkotaan, dan kalangan ibu muda yang selama ini belum begitu tersentuh oleh Nahdlatul Ulama," terang Cak Usma. (Ajie Najmuddin/Kendi Setiawan)