IMG-LOGO
Nasional

Bangun Kemaslahatan Umat dengan Filantropi Islam

Senin 11 Desember 2017 4:0 WIB
Bagikan:
Bangun Kemaslahatan Umat dengan Filantropi Islam
Semarang, NU Online
Tantangan dalam pengembangan lembaga filantropi islam seperti zakat dan wakaf di Malaysia adalah karena aset wakaf yang belum dimanfaatkan sepenuhnya dan zakat relatif lebih maju dalam bentuk pembangunan. Selain itu, integrasi antara zakat memiliki lebih banyak ruang untuk dijelajahi.

Pandangan tersebut diungkapkan Dosen Universti Teknologi Mara (UTM), Melaka, Malaysia, Abdul Halim Molid Noor, pada seminar Islamic Philanthropy Peran Wakaf dalam Pengembangan Ekonomi Umat di Malaysia dan Indonesia, di ruang sidang rektorat lantai 3, Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, Jumat (8/12).

"Tantangan selanjutnya yaitu dilema antara pemerintah dan NGO dan dilema pasar dengan nonpasar," jelasnya.

Menurutnya,  meski filantropi tidak sepopuler dengan ekonomi, akan tetapi hal itu sangat penting untuk dikembangkan, dan perlu dikenalkan kepada tenaga manusia untuk meningkatkan kemaslahatan masyarakat.

"Di Indonesia saya melihat wakaf hanya ditujukan untuk pemakaman/kuburan, dan masjid," katanya.

Ia membeberkan langkah-langkah untuk memperkuat sektor filantropi Islam dan membawanya ke arus ekonomi utama yaitu dengan cara memprioritaskan lembaga Islamic Philanthropy (IP) sebagai institusi inti untuk keadilan sosial termasuk yayasan swasta dalam agenda Asean Economic Community (AEC), dan untuk menekankan peran memberi dalam agenda sosial.

"Terlepas dari fokusnya pada isu ekonomi, AEC juga mengalokasikan cukup banyak porsi untuk mengembangkan komunitas filantropi. Untuk mengembangkan kemandirian wakaf di negara ASEAN perlu adanya pendirian bank wakaf," jelas  Prof Abdul Halim Molid.

Sementara itu, H Mohammad Saladin Abdul Rasool, yang juga dosen dari UTM Malaysia, menjelaskan bahwa kepentingan penelitian dalam bidang filantropi yaitu untuk menjelaskan hukum berkaitan zakat dan wakaf; mengenal pasti dan mengetahui banyak unsur-unsur yang saling berkaitan dalam bidang zakat dan wakaf.

"Membantu membina strategi dan teknik yang lebih berkesan dan sesuai untuk menyuburkan budaya zakat dan wakaf serta mengembangkan disiplin ilmu zakat dan wakaf dengan menemukan sumber-sumber baru zakat dan wakaf," jelasnya.

Di Indonesia sendiri, menurut H Ahmad Furqon, jika mayoritas orang Indonesia adalah orang Islam maka mayoritas orang miskin di Indonesia juga orang Islam.

"Hutang bukan jalan satu-satunya yang baik, kalau bisa menghindari hutang. Solusinya yaitu dengan memunculkan instrumen pemberdayaan Islam yaitu zakat dan wakaf," ujar Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang.

Menurutnya wakaf tanah 90% tidak produktif dan itu merupakan kondisi riil yang terjadi. Wakaf uang di Indonesia sangat berpotensi, namun potensi itu tidak sesuai dan masih jauh dengan kenyataan.

"Untuk meningkatkan perekomnomian umat dengan zakat dan wakaf, yaitu dengan cara meningkatkan kualitas SDM umat sehingga dapat bekerja cerdas, meningkatkan kesehatan umat yaitu dengan melakukan layanan kesehatan cuma-cuma. Contohnya dengan melakukan wakaf produktif seperti wakaf hotel, SPBU, dan rumah makan (perekonomian), serta wakaf pertanian," jelasnya. (Abdus Salam/Kedi Setiawan)

Bagikan:
Senin 11 Desember 2017 19:30 WIB
Perlu Kedewasaan Politik Pemimpin Muslim untuk Atasi Konflik Palestina-Israel
Perlu Kedewasaan Politik Pemimpin Muslim untuk Atasi Konflik Palestina-Israel
Jakarta, NU Online
Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui secara resmi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kritik dan protes dari berbagai pihak.

Presiden RI Joko Widodo juga mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat tersebut. Keputusan Trump tersebut dinilai melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dan dikhawatirkan bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Terkait hal ini, Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) mendukung langkah Presiden RI yang memprotes keputusan sepihak AS tersebut.

"Tindakan AS tersebut dapat merusak proses perdamaian Palestina-Israel yang selama ini terus diupayakan," tegas Sekjen FKDMI, Moh Nur Huda, di Jakarta, Senin (11/12).

Seperti diyakini banyak pihak, status Yerusalem adalah masalah yang menyangkut seluruh masyarakat internasional. Yerusalem adalah kota khusus, karena sakral bagi kaum Muslim, Yahudi, dan Kristen. Menempatkan kota itu sebagai pangkal problem baru sungguh tidak bijaksana dan menyakiti umat Islam khususnya.

"Keputusan sepihak jelas menunjukkan tidak sensitifnya pihak AS dalam masalah Israel-Palestina. Setiap langkah seharusnya diambil dengan cermat dengan memperhitungkan semua aspek. Oleh karenanya umat Islam lewat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus bersatu dan menolak kebijakan Trump," tegas Huda.

Menurut Huda, FKDMI yakin kedewasaan politik pemimpin Muslim diperlukan demi membela rakyat Palestina dan menjaga kota Suci yang di dalamnya ada tempat yang dimuliakan seluruh umat Islam yaitu Masjidil Aqsa. Ia meminta pemimpin Muslim untuk bersatu padu melawan hegemoni kekuasaan Israel dan Amerika Serikat.

"Salah satu bentuk komunikasi itu adalah sidang khusus OKI, seperti disarankan Presiden Jokowi, untuk membahas persoalan krusial ini dengan pemimpin negara-negara muslim lainnya," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)
 
Senin 11 Desember 2017 19:1 WIB
Mensos: Peran Relawan Signifikan Dalam Penanggulangan Bencana
Mensos: Peran Relawan Signifikan Dalam Penanggulangan Bencana
Pacitan, NU Online
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi signifikansi peran relawan dalam penanggulangan bencana alam dan bencana sosial di Indonesia, baik tahap kesiapsiagaan maupun layanan saat dan paska bencana. 

"Apresiasi dan hormat saya kepada para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga serta jejaringnya dalam semua proses penanggulangan bencana. Saya mohon semua elemen relawan terus menjaga solidaritas dan kesetiakawanan sosial serta menebarkannya di lingkungan sekitar dan mengajak partisipasi masyarakat menjadi relawan-relawan di berbagai bidang," tutur Mensos saat menyampaikan arahannya pada Peringatan Hari Relawan Sedunia di Pendopo Kabupaten Pacitan, sekaligus peluncuran dimulainya Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) sebagai rangkaian Hari Kesetiakawanan Sosial yang puncaknya jatuh pada tanggal 20 Desember 2017 di Surabaya pekan lalu. 

Dihadapan sekira 1.000 relawan, Khofifah mengungkapkan solidaritas dan kesetiakawanan penting untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya relawan mengatasi masalah-masalah sosial yang ada dalam rangka pengembangan praktek kemanusiaan berbasis kerelawanan. 

"Sejarah mencatat NKRI dijaga dan dikawal oleh para relawan. Indonesia berhasil meraih kemerdekaan atas peran relawan dimana rakyat bahu-membahu bersama seluruh komponen bangsa melawan penjajah. Semua bersatu padu dengan semangat kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk satu tujuan yakni kemerdekaan Indonesia. Setelah itu  kerelawanan sangat penting untuk menjaga kemerdekaan yang telah kita raih," papar Khofifah serius. 

Peringatan Hari Relawan Internasional yang kedua tahun ini  dilaksanakan di Kabupaten Pacitan untuk mengapresiasi ribuan relawan yang tengah membantu warga Pacitan yang terdampak banjir dan longsor tanggal 29 Nopember lalu. Mereka berasal dari berbagai daerah, institusi dan profesi. Mereka membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran paska banjir 29 November lalu, layanan kesehatan, air bersih, perlengkapan sekolah, dan lain-lain.

Relawan dari unsur Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kemensos bersama relawan dari berbagai unsur dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah warga dan daerah terparah akibat banjir. Juga di pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Termas, pesantren Al-Anwar, Desa Mlati, Ploso Kidul, Ploso Lor dan titik terdampak lainnya.

"Kegiatan ini merupakan dukungan  relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu meringankan beban paska bencana di Pacitan. Semoga yang kita lakukan dapat menjadi pengobat bagi masyarakat Pacitan agar segera pulih dan bangkit kembali," ujar Khofifah.

Untuk itu secara khusus Mensos mengucapkan terima kasih kepada relawan yang sudah membaktikan dirinya membantu masyarakat terdampak. Kita selalu menjaga jangan sampai terjadi demotivasi akibat musibah yang menimpa mereka.

"Terima kasih pula kepada perwakilan United Nation Volunteers yang hadir di tengah-tengah para relawan Indonesia dan memberi semangat serta sapaannya," kata Mensos. 

Program Officer UN Volunteers Miyeon Park mengungkapkan rasa bahagianya bisa bertemu dengan relawan Indonesia dan bertukar pikiran tentang penanganan kebencanaan. 

Ia mengatakan UN Volunteers memberi perhatian khusus dalam bencana alam banjir dan tanah longsor di Pacitan, memahamk kesulitan yang dialami warga dan upaya pemulihan di kabupaten tersebut. 

"Bencana alam bisa terjadi kapan saja. Hari ini kita menjadi relawan, tapi mungkin di lain waktu kita menjadi korban. Maka itu perlu kita menjalin kerja sama yang baik, meningkatkan solidaritas kemanusiaan dan bekerja keras bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan bencana alam," ujar Miyeon. 

Oleh karena itu, lanjutnya, UN Volunteers terus memberi dukungan kepada relawan di Asia, Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

Sementara itu Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) mengatakan dalam peringatan Hari Relawan Internasional, Kementerian Sosial menyerahkan santunan kepada 13 orang ahli waris korban meninggal banjir Pacitan masing-masing Rp15.000.000.

Bantuan simbolis satu unit mobil truk penanggulangan bencana alam untuk Dinsos Pacitan, Mobil Dapur Umum Lapangan, bantuan Relokasi Rumah korban longsor tujuh unit rumah, penyerahan paket perlengkapan makan dan alat dapur, serta penyerahan bantuan sarana air bersih untuk Desa Ngadirejan Kecamatan Pringkuku dan Desa Kalipelus Kecamatan Tulakan. 

"Bantuan ini dari Kementerian Sosial didukung sejumlah stakeholder. Tentunya ini merupakan wujud solidaritas dan kesetiakawanan sosial kepada sesama," katanya. (Red: Fathoni)
Senin 11 Desember 2017 18:0 WIB
JATMAN: Jadilah Pengurus yang Bisa Menyelesaikan Masalah
JATMAN: Jadilah Pengurus yang Bisa Menyelesaikan Masalah
Cirebon, NU Online
Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) meminta kepada pengurus yang baru saja dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah bukan sebaliknya pengurus yang menambah masalah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Mudir Am JATMAN KH Abdul Hadi di pelantikan pengurus Idaroh Wushto Jatman Jawa Barat periode 2017-2022 di Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jalan dr Sudarsono Cirebon, Ahad (10/12).

"Jangan sampai ada pengurus usai dilantik tidak taat dengan perintah organisasi, jalan sendiri untuk kepentingan sendiri atau kelompok. Jangan sampai Idaroh Wustho JATMAN Jawa Barat melakukan hal yang demikian. Jadilah pengurus yang bisa menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah," ujar Guru Besar UIN Walisongo Semarang.

Dikatakan, saat ini JATMAN sedang mengalami banyak tantangan yang cukup besar baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi hingga paling bawah untuk menjaga kekompakan dan kesolidan pengurus.

Usai pelantikan, kegiatan diisi dengan musyawarah kubro dan diakhiri dengan pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di kompleks Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang didahului dengan pawai ratusan mobil yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan pelantikan, jajaran TNI Polri dan ribuan santri dengan start dari Kampus 2 UNU dan finish kompleks pesantren Babakan Ciwaringin.

Koordinator Muskerwil dan Peringatan Maulid Ahmad Rifqi Mirza mengatakan, pelantikan, Muskerwil, pawai mobil dan peringatan maulid diletakkan di Cirebon merupakan arahan dan petunjuk dari Rais ‘Aam Idaroh Aliyah JATMAN Habib Luthfi bin Yahya.

Ia menyampaikan terima kasih kegiatan besar yang dipusatkan di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang didukung oleh 43 pesantren dapat berjalan dengan lancar. Apa yang dia lakukan bersama asosiasi pesantren di Babakan diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah dan jalinan antarpesantren sebagai pusat kegiatan para mursyid thariqah JATMAN. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG