IMG-LOGO
Daerah

Mufarrihul Hazin, Dari Jualan Koran Kini Sandang Gelar Doktor Termuda

Sabtu 16 Desember 2017 13:0 WIB
Bagikan:
Mufarrihul Hazin, Dari Jualan Koran Kini Sandang Gelar Doktor Termuda
Surabaya, NU Online
Mufarrihul Hazin kini sudah berhak menyandang gelar doktor. Perjuangan yang berat dan panjang harus ia lakukan untuk meraih predikat tertinggi di dunia pendidikan. Karena keterbatasan ekonomi keluarga, pria kelahiran Palembang ini mengaku pernah jualan koran di Jalan Cengger Ayam Malang untuk memenuhi kebutuhannya.

"Waktu itu, saya sudah membuat kesepakatan dengan orang tua, kalau mau kuliah harus biaya sendiri," kata Mufarrihul Hazin ini saat ditemui NU Online di Kantor Nusantara Educeter, Jumat (15/12).

Meski begitu, orang tua tetap menjadi motivasi utama dalam melanjutkan pendidikan. Kini perjuangan panjangnya berbuah manis pada akhir perkuliahan dengan meraih gelar doktor di usia 26 tahun. Pria mantan penjaga toko ini, mengaku biaya penelitian untuk desertasinya mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

Doktor termuda di bidang manajemen pendidikan Universitas Negeri Surabaya ini dalam desertasinya mengangkat tentang kebijakan pendidikan karakter di perguruan tinggi. Karena menurutnya selama ini pendidikan karakter hanya terfokus pada pendidikan dasar, menengah pertama dan menengah atas.

Farih mengatakan mahasiswa tidak hanya sebagai agen intelektual, tapi agen sosial. "Karena mahasiswa nantinya akan kembali kepada masyarakat dan dunia kerja, maka dari itu dibutuhkan penguatan pendidikan karakter," kata pria yang kerap diundang sebagai motivator di berbagai lembaga.

Maka ada beberapa karakter yang harus diberikan kepada mahasiswa. Pertama karakter kepedulian. Menurut pria kelahiran 1991 ini, mahasiswa harus ditanamkan kepedulian pada lingkungan dan sesama. "Ketika mereka bergabung dengan masyarakat maka kepedulian inilah karakter yang dibutuhkan di masyarakat," ujar Wakil Sekretaris PW IPNU Jatim ini.

Kedua karakter fleksibelitas dan adaptabilitas, artinya mahasiswa dituntut untuk beradaptasi. Kondisi masyarakat sekarang ini sangat beragam, maka dari itu, mahasiswa harus berada di dalam untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri.

Ketiga mahasiswa harus dibekali dengan keterampilan problem solving. Penyelesaian di masysakat tidak cukup hanya dengan berpikir kritasi, namun harus mampu menemukan dan membuat solusi.

"Berpikir kritis dan problem solving yang harus diajarkan," terang pemilik website trainerpendidikan.com ini.

Maka upaya yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi adalah mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi yang selama ini terkesan parsial dan hanya sekedar slogan saja. Selain itu dilakukan melalui kegiatan kemahasiswaan berupa ormawa dan ekstra  yang kongkrit.

"Integrasi pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan langkah strategis untuk mengembangan karakter mahasiswa selain melalui kegiatan kemahasiswaan," terang dosen STAIN Kediri itu.

Selain itu, pria yang aktivitasnya menjadi trainer diberbagai lembaga baik swasta maupun pemerintah ini dalam disertasinya merekomendasikan supaya perguran tinggi memiliki naskah akademik pengembangan pendidikan karakter. Kedua, perguran tinggi harus membuat lembaga atau unit yang bertanggung jawab penuh terhadap pengembangan karekter mahasiswa.

"Kementerian Dikti dan Kemenag harus memformulasikan kebijakan pendidikan karakter di perguruan tinggi secara kongkrit sampai pada tahap implementasinya," pinta konsultan pendidikan ini.

Wakil Sekretaris Pergunu Jawa Timur ini meminta agar perguruan tinggi juga mengakomodir dan memberikan prioritas beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki akhlaq baik selama mengikuti proses perkuliahan, tidak hanya mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. (Rof Maulana/Fathoni)
Bagikan:
Sabtu 16 Desember 2017 23:5 WIB
Pelajar NU Harus Kuasai Medsos dengan Berita Positif
Pelajar NU Harus Kuasai Medsos dengan Berita Positif
Demak, NU Online
Media sosial (medsos) sudah menjadi makanan keseharian anak manusia di zaman global seperti sekarang ini. Anak manusia dituntut bisa mengikuti zaman dengan menyampaikan hal positif pada khalayak, karena itu akan bermanfaat dalam kehidupan tatkala berita yang disampaikan merupakan sesuatu yang dibutuhkan.

“Sama-sama menulis di media sosial usahakan menulis yang bermanfaat bagi umat karena itu merupakan berita yang disajikan pada konsumen dan dicerna apa adanya," kata General Manager Aswaja TV H Syaifullah Amin, pada Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik dan IT di Pesantren Al Fattah Bintoro Demak (16/12).

Lebih lanjut Syaifullah mengharapkan kader IPNU IPPNU mampu untuk menyampaikan berita pada publik dengan kesadaran penuh karena akan dibaca banyak orang dan informasi berantai pada khalayak umum yang berkesinambungan dengan apa yang berkembang di lingkungannya

“Setelah pulang pelatihan peserta harus mampu untuk menulis perihal positif, tidak hanya menuliskan untuk pribadi, sampaikan berita yang benar kepada publik,” harapnya.

Pelatihan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Demak ini diikuti oleh Pengurus Cabang, Anak Cabang dan Komisariat IPNU IPPNU se-Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (A.ShiddiqSugiarto/Kendi Setiawan)

Sabtu 16 Desember 2017 22:35 WIB
SMA Maarif 1 Pamekasan Pelajari Etika Penggunaan Media Sosial pada Maulid Nabi
SMA Maarif 1 Pamekasan Pelajari Etika Penggunaan Media Sosial pada Maulid Nabi
Pamekasan, NU Online
Momentum peringatan maulid nabi dimanfaatkan untuk melek media oleh pelajar NU di SMA Maarif 1 Pamekasan, Sabtu (16/12). Acara yang juga dikemas dengan pelantikan OSIS tersebut dimeriahkan oleh Majelis Shalawat Riyadul Jannah SMA Maarif 1 Lamekasan.

Dengan mendatangkan pemateri dari Dinas Kominfo Kabupaten Pamekasan, mereka belajar etika bermedsos. Ada empat materi yang diberikan pemateri dari Kominfo, yakni seputar registrasi simcard, media literasi, jumlah pengguna internet di Indonesia, dan sosialisasi UU ITE.

Ketua OSIS SMA Maarif 1 Pamekasan, Mudani, menyatakan kesiapannya untuk mengabdi kepada sekolah, bahkan untuk NU melalui perjuangan di OSIS.

"Kami mohon dukungan dari semua pihak termasuk para guru, kakak senior, dan teman-teman pengurus OSIS," tegas Mudani.

Pihak sekolah yang diwakili Ustadz Busiri menyampaikan terima kasih kepada semua para guru yang menyempatan hadir. Menurutnya, itu sebagai wujud loyalitas terhadap lembaga dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

"Juga kami sangat berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sangat mandiri. Itu terbukti pelaksanaan maulid dan pelantikan ini tidak ada subsidi sedikit pun dari sekolah. Kemandirian ini memang harus dimiliki oleh calon-calon pemimpin masa depan," tegas Ustadz Busiri.

Pihaknya berharap  agar peringatan maulid Nabi Muhammad yang merupakan tradisi NU harus dipelihara. Itu sebagai media silaturrahmi dan tabarrukan.

Setelah acara selesai, langsung ramah tamah di tempat dengan membentuk lingkaran sembari diadakan saling tukar hidangan antarkelas.

"Hidangan membawa sendiri sebagai wujud keakraban dan kerukunan antara sesama teman bahkan dengan guru," tukas Ustadz Busiri. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Sabtu 16 Desember 2017 21:33 WIB
Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU
Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU
Probolinggo, NU Online
Untuk menanamkan rasa kecintaan kepada perjuangan ulama NU, puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan mengadakan ziarah ulama (muassis) NU dan penegah agama Islam, Kamis dan Jum’at (14-15/12).

Ziarah ulama NU dan penegak agama Islam ini diikuti 45 orang dari seluruh pengurus cabang IPNU baik dari pengurus harian maupun seksi dari setiap lembaga yang ada di Kota Kraksaan.

“Selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi NU sekaligus menjaga kebiasaan para muassis NU yaitu ziarah. Di samping juga menjaga silaturrahmi antarpengurus,” kata Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam.

Menurut Imam, ziarah ke makam wali ini dilakukan melalui fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. “Banyak motivasi dan manfaat dalam melaksanakan ziarah kali ini. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW juga lebih leluasa karena dilakukan di malam hari,” jelasnya.

Ziarah makam muassis NU ini mengambil rute start dari Kantor PCNU Kota Kraksaan. Selanjutnya rombongan pelajar NU Kota Kraksaan ini menuju KH Hamid Pasuruan. Kemudian langsung menuju ke beberapa wali dan diakhiri di Surabaya ke makam Sunan Ampel.

“Kegiatan disini selain kita membaca Surat Yasin dan dilanjutkan tahlil bersama. Karena ciri khas dari NU yaitu ziaroh dan tahlil. Harapannya ke depan semoga kebiasaan ini akan selalu dilakukan oleh NU, khususnya pelajar NU untuk membentengi dari ormas lain,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG