IMG-LOGO
Nasional

PBNU Jelaskan Kenapa Kedaulatan Palestina Harus Terus Dibela

Ahad 17 Desember 2017 12:15 WIB
Bagikan:
PBNU Jelaskan Kenapa Kedaulatan Palestina Harus Terus Dibela
Aksi Bela Palestina (Foto: Husny Mubarok Amir).
Jakarta, NU Online
Kedaulatan bangsa Palestina kembali digoyang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Seketika pernyataan sepihak ini menuai kecaman banyak negara, termasuk Indonesia karena AS dan Israel melanggar kesepakatan damai yang selama ini coba dibangun.

Diplomasi kultural juga dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) untuk membela kedaulatan bangsa Palestina. Hal ini menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj tidak lain karena bangsa Indonesia juga mempunyai hutang budi kepada Palestina ketika memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

“Kita bangsa Indonesia mempunyai hutang budi kepada Palestina karena merekalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah itu Mesir kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain,” ungkap Kiai Said kepada NU Online sesaat sebelum Aksi 1712 digelar di Monas.

Terkait Aksi Bela Palestina yang dilaksanakan umat Islam Indonesia pada Ahad hari ini di Monas Jakarta, Kiai Said sepenuhnya mendukung karena alasan kedaulatan sesama bangsa harus dibela. Apalagi Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Terkait aksi bela Palestina ini, NU melalui sejumlah kader mudanya telah melakukan aksi damai di depan Kedubes AS pada Jumat (8/12) lalu di Jakarta untuk memprotes pernyataan Trump soal Yerusalem.

Kali ini, Kiai Said juga mempersilakan para warga NU untuk melakukan aksi damai bersama elemen ormas lain. Namun, Kiai Said mengimbau kepada para kader NU untuk tidak membawa atribut maupun bendera NU untuk mengajak kepada ormas lain agar bergerak murni atas nama umat Islam Indonesia.

Aksi di Monas ini dikomandoi langsung oleh Ketua MUI Pusat yang juga Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan H Marsudi Syuhud (Ketua PBNU) sebagai Ketua Pelaksana Aksi. (Fathoni)
Bagikan:
Ahad 17 Desember 2017 17:17 WIB
Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Pasuruan, Menpora Ingatkan Pentingnya Bershalawat
Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Pasuruan, Menpora Ingatkan Pentingnya Bershalawat
Pasuruan, NU Online
Menpora Imam Nahrawi bersama Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Mas'ud Nashir sekaligus Haul KH M. Dhofir Ali di halaman Pondok Pesantren Al Mas'udi Kamajaya Tex, Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Ahad (17/12) siang.

Bersama alim ulama dan para kiai di Pasuruan dan sekitarnya, Menpora sampaikan bahwa barokah bersholawat akan mempermudah kehidupan. "Mari kita doakan dan perjuangkan Negara Indonesia agar menjadi negeri yang memberikan kemaslahatan dan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT," ucap Menpora.

"Meski dunia sedang berkecamuk hanya bangsa Indonesialah yang damai dengan berbagai kebhinekaannnya, semoga Allah terus melindungi kita semua, ini semua karena perjuangan para kyai penduhulu kita seperti lagunya Ebit G Ade seperti Rumput yang Bergoyang," tambahnya.

Majelis bersholawat menurutnya, adalah yang selalu berzikir dan mengagungkan Asma Allah dan menyebut baginda Nabi Muhammad SWT adalah yang dimaksud seperti rumput yang bergoyang. "Mohon doa restu supaya para pemimpin bangsa ini terus sehat dan selamat," tutur Menpora.

Sebelumnya, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyampaikan rasa syukurnya karena di Pasuruan sholawat terus dikumandangkan.

"Semoga silaturakhim ini dan para kyai terus diberikan kekuatan di bidang pendidikan dan semoga generasi-generasi di Kabupaten Pasuruan menjadi generasi yang bisa meneruskan perjuangan Rosulullah SAW," ucap Bupati Irsyad.(Red-Zunus)
Ahad 17 Desember 2017 12:30 WIB
Menag: Indonesia Konsisten Membela Palestina
Menag: Indonesia Konsisten Membela Palestina
(foto: detik.com)
Jakarta, NU Online
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pemerintah sudah melakukan usaha yang maksimal dalam membantu Palestina mendapatkan kemerdekaannya. Di Konferensi Tigkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Turki beberapa waktu lalu, Presiden Indonesia Joko Wododo menyampaikan dua hal terkait dengan Palestina kepada para pemimpin negara Islam.

Pertama, tidak mengakui keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yerusalem adalah ibu kota Yerusalem.

“Kedua, presiden (Joko Widodo) mengajak OKI untuk tidak mengakui keputusan Trump,” kata Lukman di Area Monas Jakarta, Ahad (17/12).  

Lukman menuturkan, dari dulu hingga hari ini bangsa Indonesia masih terus mendukung agar Palestina mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatannya.

“Bangsa Indonesia tetap konsisten membela Palestina,” ujarnya.

Doa, imbuh Menag, adalah senjata bagi umat Islam. Ia berharap, doa yang dipanjatkan dalam Aksi Bela Islam ini bisa memudahkan bangsa Palestina dalam memperoleh kemerdekaannya.

“Mudah-mudahan ini senjata yang bisa diberikan untuk Palestina,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Ahad 17 Desember 2017 11:16 WIB
Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa
Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa
Jakarta, NU Online
Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina H Marsudi Syuhud mengatakan, Aksi Bela Palestina ini bertujuan untuk membela Palestina dan menolong Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Israel dan Amerika Serikat. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa siapa saja yang membela Masjid Al-Aqsha yang berada di Yerusalem Palestina maka akan mendapatkan  berkah dari Allah.

“Allah sudah menjanjikan bahwa baroknya haulahu (diberkahi sekelilingnya). Termasuk kita yang Aksi Bela Palestina ini akan diberkahi Allah,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu di hadapan peserta Aksi Bela Palestina di Area Monas Jakarta, Ahad (17/12).

“Membela Masjid Al-Aqsha adalah membela Palestina,” lanjutnya.

Ketua PBNU itu mengajak kepada seluruh umat Islam untuk ikut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina. Sudah seharusnya masyarakat Palestina mendapatkan kehidupan yang layak sebagaimana bangsa-bangsa lainnya yang ada di dunia ini. 

"Mari kita bersama-sama mengajak seluruh bangsa di dunia untuk mewujudkan Palestina merdeka dan berdaulat," ujarnya.

Di dalam orasinya, Ketua Umum MUI KH Maruf Amin juga mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Ia menolak klaim sepihak Presiden Amerika Serikat yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Kita mendukung Palestina berdaulat, Palestina berdaulat!” seru Rais ‘Aam PBNU itu.

Kiai Maruf juga menyerukan akan membuat petisi boikot Amerika apabila Donald Trump tidak mencabut keputusannya tersebut. 

“Kita akan buat petisi kepada Pemerintah AS di Kedutaan AS di Jakarta,” ujarnya.

Turut hadir dalam Aksi Bela Palestina ini Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan para pimpinan ormas Islam. (Muchlishon Rochmat)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG