IMG-LOGO
Nasional

Soal Larangan Ucapkan Selamat Natal, Ini Tanggapan Menag

Rabu 20 Desember 2017 20:40 WIB
Bagikan:
Soal Larangan Ucapkan Selamat Natal, Ini Tanggapan Menag
Foto: Syatiri Ahmad
Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan adanya pandangan umat Islam di Indonesia yang berbeda-beda terkait boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal, harus disikapi dengan saling menghormati dan memahami.

“Kita memahami bahwa kita masyarakat yang beragam. Di (umat) Islam sendiri terjadi keragaman pendapat dalam menyampaikan ucapan selamat Natal kepada saudaranya yang umat Kristiani,” demikian Menag menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran Al-Qur’an dan Terjemahan Bahasa Daerah di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (20/12) siang.

(Baca: Tiga Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Daerah Diluncurkan Kemenag)

Ia mengatakan ada sebagian umat Islam yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal kepada umat Kritiani, karena beranggapan dengan ucapan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap kelahiran Yesus Kristus yang dalam akidah Islam bukanlah Tuhan sebagaimana umat Kristiani memahaminya.

Namun, ada sebagain umat Islam yang berpandangan mengucapkan selamat Natal bukanlah haram sehingga dibolehkan, karena ucapan selamat Natal tersebut ditujukan atas kelahiran Nabi Isa. 

“Jadi yang dipersepsikan adalah peringatan kelahiran Nabi Isa,” kata Menag.

Menurutnya jangankan terhadap nabi, terhadap orangtua, saudara, keluarga dan teman-teman kita pun setiap tahun dirayakan hari kelahiran atau hari ulang tahun.

“Apalagi kepada nabi, (mengucapkan ulang tahun) tidak semata boleh, tetapi juga dianjurkan,” lanjut dia.

Menag menegaskan keragaman pandangan semacam ini karena persepsi dan interpretarsi yang tidak sama. Oleh karenanya yang terpenting tidak perlu saling menyalahkan. 

“Bagi mereka yang memang mengharamkan, ya sudah kita hormati. Kita maklumi kalau tidak mengucapkan selamat Natal, sehingga umat Kristiani juga harus berjiwa besar karena ada sebagian saudara mereka yang karena keyakinannya tidak membolehkan mereka mengucapkan selamat Natal,” papar Menag.

Tetapi, sambung Menag, kita juga harus menghormati mereka yang berpandangan bahwa mengucapkan Natal itu dibolehkan. 

“Demi menjaga hubungan baik, menjaga persaudaraan sebangsa dan sebagai sesama manusia,” tandas Menag.

Ia menegaskan hal yang sama-sama diyakini umat Islam adalah larangan mengikuti ritual upacara keagamaan atau melakukan amaliyah peribadatan dalam peringatan Natal. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 20 Desember 2017 21:50 WIB
Tips Lindungi Tubuh Hadapi Perubahan Cuaca
Tips Lindungi Tubuh Hadapi Perubahan Cuaca
Ilustrasi: youtube
Jakarta, NU Online
Saat menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah, banyak orang mudah terkena gangguan seperti demam, flu dan batuk. Flu dikatakan bukan gangguan berat, namun terbukti mengurangi kenyamanan dalam beraktivitas.

Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Hisyam Said Budairi, mengungkapkan sebenarnya setiap individu dapat melakukan upaya pencegahan dari gangguan-gangguan tersebut.

“Paling mudah adalah mengikuti anjuran Gerakan Masyarakat Sehat (Germas),” ujar Hisyam di ruang kerjanya, Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

Panduan dalam Germas dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang cukup dan bergizi seimbang, istirahat yang baik, dan biasakan olahraga

“Makanan harus ada sayur, protein, karbohidrat. Kalau  itu semua terpenuhi kesehatan akan terjaga, karena manusia memang didesain bisa sehat dengan cara seperti itu,” ujar lulusan Fisika Kesehatan Instrumentasi Universitas Indonesia, dan Operation Riset dari sebuah universitas di Amerika.

Menurut Hisyam di kota-kita besar seperti Jakarta yang masyarakatnya selalu diburu kesibukan, dalam hal mengonsumsi makanan dilakukan dengan cepat.

“Makan seadanya atau ngasal, kualitas makan jelas tidak bagus,” tambah pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu.

Demikian juga karena pulang pergi bekerja bersaing dengan kemacetan lalu lintas, waktu istirahat menjadi tidak baik.

Artiya gangguan-gangguan seperti flu sebenarnya terjadi karena ketidakmampuan kita dalam mengendalikan situasi. Hal itu menambah besar peluang datangnya gangguan tubuh, ketika daya tahan tubuh kita sedang tidak baik.

“Kalau daya tahan tubuh bagus, nggak masalah. Kalau kurang bagus akan jadi pemicu gangguan-gangguan itu,” papar pengajar di kelas internasional sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

(Baca juga: Cara Sederhana Ini Bisa Cegah Difteri)

Asupan makanan seimbang dapat juga diatasi dengan kecukupan zat-zat yang didapatkan dari buah-buahan. Di Indonesia yang terkenal tropis dapat dengan mudah dan murah diperoleh pepaya dan pisang. Pepaya mengandung kalsium juga vitaman C-nya dominan. Pisang megandung potasium yang bisa memperkuat pembuluh darah. 

“Nggak harus buah yang mahal kayak apel, atau jeruk impor. Buah-buahan dari tukang sayur juga bisa jadi solusi. Jadi kita berpikir yang realistis saja,” kata dia.

Hisyam menyebut buah-buahan sangat penting karena mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan. 

“Sisa-sisa makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh akan dibuang. Kalau mengendap di tubuh akan jadi racun. Kalau siklus tubuh bagus akan sangat menolong tubuh, juga bisa mengendalikan kolesterol berlebih,” ujar pria yang juga aktif di Teknical Working Group TBC di Kementerian Kesehatan.

Jika seseorang mengonsumsi nasi terlalu banyak dan hanya sedikit lauk dan sayur serta buah, keadaan tubuh juga mudah terserang berbagai gangguan kesehatan.

Untuk mengimbangi kebutuhan serat dan vitaman dari buah ada anjuran memakan buah lebih dahulu sebelum mengonsumsi nasi agar tubuh tidak terlalu merasa lapar sehingga konsumsi nasi berlebih bisa dicegah.

Konsumsi nasi yang berlebih menyebabkan karbohidrat terlalu tinggi, dan lama kelamaan menimbulkan tingginya kadar gula darah. 

Terkait dengan olah raga, bagi masyarakat yang sibuk dengan aktivitas kerja sehingga kurang memiliki waktu untuk olahraga, Hisyam memberi solusi, olahraga yang sederhana tetapi efektif dapat dilakukan untuk membantu tubuh lebih sehat. 

“Jalan kaki olahraga yang paling murah dan simple. Kalau di kantor misalnya ada lift jangan naik lift, jalan lewat tangga pelan-pelan saja. Kalau kencang-kencang akan masalah juga,” Hisyam menambahkan.

Selain itu, bila di tempat kerja ada kesempatan melakukan gerakan fisik, hal itu bisa dilakukan.

“Jangan segan-segan ambil minuman sendiri. Atu ngeprint ke tempat yang agak jauh, jangan mengandalkan bluetooth. Itu sengaja agar ada aktivitas fisik supaya ada gerakan. Kalau duduk terus juga nggak bagus,” pungkas Hisyam. (Kendi Setiawan)

Rabu 20 Desember 2017 19:40 WIB
Tiga Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Daerah Diluncurkan Kemenag
Tiga Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Daerah Diluncurkan Kemenag
Foto: Syatiri Ahmad
Jakarta, NU Online
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama meluncurkan Al-Qur'an dan Terjemah Bahasa Daerah Melayu Ambon; Al Qur’an dan Terjemah Bahasa Banjar Kalimantan; dan Al-Quran dan Terjemah Berbahasa Bali. 

Peluncuran dilakukan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (20/12).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tujuan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah adalah untuk memberikan pelayanan keagamaan, terutama kepada masyarakat Muslim yang tidak akrab dengan Bahasa Indonesia.

“Serta menjaga dan melestarikan dan menyelamatkan budaya Nusantara melalui penguatan bahasa daerah,” kata Menag.

Menag menceritakan, beberapa hari yang lalu dirinya mengirimkan informasi peluncuran tersebut melalui akun twitter, dan mendapat kritikan dari warganet dengan adanya penerjemahan bahasa daerah.

“Al-Quran diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia saja masih menghadapi berbagai pemaknaan, bagaimana kalau diterjemahkan ke bahasa daerah?” kata Menag menirukan kritikan tersebut.

Namun, ia berkeyakinan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah akan lebih menyentuh hati dan pemahaman masyarakat pengguna bahasa daerah tersebut.

Menag mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim yang dibentuk yang telah bekerja dalam penerjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa daerah.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas'ud mengatakan, peluncuran Al-Qur'an bahasa daerah juga sebagai revitalasi untuk kembali menghidupkan kearifan lokal yang sejatinya telah tersebar di Nusantara. 

“Peluncuran produk ini sangat penting dan merupakan salah satu program unggulan Badan Litbang dan Diklat,” kata Mas’ud.

Menurutnya hal itu sangat penting dalam upaya lebih membumikan Al-Qur'an kepada masyarakat.

“Kalau menurut Imam syafii, Barangsiapa yang mendalami bahasa maka akan menjadi lembut perangainya," ujarnya.

Ia menambahkan penerjemahan Al-Qur'an ke bahasa daerah dilakukan sejak 2012. Hingga saat ini telah dilakukan penerjemahan ke dalam 12 bahasa daerah.

Selain penerjemahan tiga bahasa daerah yang diluncurkan hari ini, sebelumnya Kemenag telah menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Sasak (NTB), Kaili (Sulawesi Tenggara), Makassar (Sulawesi Selatan), Toraja (Sulawesi Tengah), Bolaang Monggondow (Sulawesi Utara), Batak Angkola (Sumatera Utara), Minang (Sumatera Barat), Banyumas (Jawa Tengah), dan Dayak (Kalbar). (Kendi Setiawan)

Rabu 20 Desember 2017 17:57 WIB
UNUSIA Jakarta Baca Hizib Nashor untuk Kedaulatan Palestina
UNUSIA Jakarta Baca Hizib Nashor untuk Kedaulatan Palestina
Warek III UNUSIA, KH Mujib Qulyubi.
Jakarta, NU Online
Dukungan bagi rakyat Palestina terus mengalir dari berbagai elemen di tanah air, termasuk dari civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta. Mereka mengadakan pembacaan hizib nashor, Rabu (20/12) malam ini di Kampus UNUSIA Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.

Wakil Rektor III UNUSIA, Dr KH Mujib Qulyubi mengungkapkan, selain menindaklanjuti instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 19 Desember 2017, pembacaan hizib nashor ini penting dikirimkan bagi bangsa Palestina yang sedang dalam kondisi terdesak dan tidak menentu pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump.

“Hizib nashor ini penting dilakukan mengingat kondisi terakhir terkait Yerusalem belum menemukan titik temu bagi kebaikan bangsa dan negara Palestina,” ujar Kiai Mujib, Rabu (20/12) di Jakarta.

Dia mengungkapkan beberapa alasan kenapa hizib nashor harus dibacakan. Pertama, menurutnya, karena ada instruksi dari PBNU pada 19 Desember 2017, sebagai perwujudan solidaritas perjuangan warga Palestina agar warga NU membacakan doa qunut nazilah dan hizib nashor. 

Kedua, sebagai upaya berdoa kepada Allah, maka tradisi membaca hizib nashor ini sudah biasa bagi para santri salafiyah pada saat genting dan mendesak,” jelas Kiai Mujib.

Ketiga, imbuhnya, sesuai dengan namanya, hizib nashor ini sebagai doa mohon pertolongan kepada Allah, sudah dilaksanakan oleh para kiai sepuh sejak zaman penjajahan. 

“Belum ada alat canggih dan teknologi senjata waktu itu, yang ada ya doa-doa khusus seperti hizib nashor ini,” ungkapnya.

Keempat, penyusun dan pembuat hizib nashor ini adalah seorang mursyid thoriqoh Syadziliyah, Syekh Abu Hasan As-Syadzili, yang terkenal sangat sufi tapi kaya raya. 

Kelima, tandas Kiai Mujib, doa bersama dalam tradisi NU itu biasa dan bahkan dianjurkan. Doa 40 orang laksana doanya wali. 

Keenam, dalam hadits disebutkan doa dengan dhohril ghoib itu lebihh cepat dikabulkan oleh Allah SWT daripada diketahui sasaran yang kita doakan,” tuturnya.

Selain pembacaan hizib nashor dan qunut nazilah, UNUSIA Jakarta juga menggelar agenda istighotsah, maulid Nabi, manaqiban Syekh Abdul Qadir Jaelani, dan doa Surah Al-Fil Liharosatil a’da. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG