IMG-LOGO
Pesantren

Peduli Palestina, GP Ansor Probolinggo Doa Bersama

Sabtu 23 Desember 2017 4:3 WIB
Bagikan:
Peduli Palestina, GP Ansor Probolinggo Doa Bersama
Probolinggo, NU Online
Sebagai rasa peduli terhadap Palestina, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo bersama ratusan masyarakat mengadakan doa bersama di Pondok Pesantren Darul Muhlasin Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/12) malam.

Doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap warga Palestina. Terutama terkait dengan statemen Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai  Ibu Kota Israel.

“Kita mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kita mendoakan agar umat muslim Palestina diberi ketabahan dan kekuatan,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.

Menurut Muchlis, meski pihaknya marah besar terhadap Donal Trump atas pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel, tetapi kemarahan itu harus dilampiaskan dengan baik dan benar. Sebab, umat Islam memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan pendapat di samping berdoa.

“Banser Kabupaten Probolinggo sudah siap untuk diberangkatkan ke Palestina. Tetapi upaya membantu kemerdekaan Palestina harus dilakukan dengan baik dan benar, yaitu dengan aksi damai dan doa menjadi salah satunya,” ujarnya.

Doa bersama itu dihadiri sejumlah tokoh agama mulai dari MWCNU, Camat, Polsek, Koramil serta sejumlah tokoh di Kecamatan Tegalsiwalan. Tidak ketinggalan pula para pemuda Ansor dan Banser di Kecamatan Tegalsiwalan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)


Bagikan:
Jumat 22 Desember 2017 18:36 WIB
Sebelum Liburan, Santri Probolinggo Setor Hafalan Imrithi dan Taqrib
Sebelum Liburan, Santri Probolinggo Setor Hafalan Imrithi dan Taqrib
Probolinggo, NU Online
Pondok Pesantren (PP) di Kota Probolinggo mempunyai cara tersendiri untuk mendisiplinkan santri dalam belajar. Salah satunya sepertinya yang diterapkan di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.

Saat memasuki liburan pesantren, para santri yang ada di pondok pesantren ini boleh pulang ke rumah masing-masing dengan syarat harus menyetor minimal 30 bait hafalan Kitab Nadzam Imrithi dan Kitab Al-Ghayah wat Taqrib (Taqrib) bab Thaharah.

Sebagaimana diketahui, Kitab Nadzam Imrithi berisi Tata Bahasa Arab (ilmu alat) karya Syaikh Syarafuddin Yahya Al-Imrithi (Wafat tahun 890 H/1485 M). Kitab Taqrib, merupakan kitab hukum Islam (fiqh) karangan Ibnu Syuja'.

“Mulai Kamis kemarin (21/12) siang para santri sudah mulai pulang dan libur selama 10 hari. Namun mereka boleh pulang apabila berhasil menghadap 30 bait Nadzam Imrity dan hafal kitab Taqrib Thahara,” ujar Ketua Yayasan Raudlatul Muta'allimin KH Muatanjid Billah, Jum’at (22/12).

Lebih jauh, pembina dan pembimbing sorogan kitab kuning, KH Abd Azis menjelaskan, salah satu tujuan diterapkannya sistem tersebut agar para santri melatih tanggung jawab pada dirinya sendiri dalam mencari ilmu.

Selain itu untuk mendisiplinkan santri selama dalam proses belajar suatu bidang ilmu. Serta sebagai bentuk laporan kepada wali santri bahwa anak santri yang mondok di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’alimin dalam keadaan pembinaan keilmuan yang benar dan ada hasilnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Rabu 20 Desember 2017 19:2 WIB
Gandeng Ahlul Qohwah, Pesantren An-Nasyiin Galang Dana untuk Palestina
Gandeng Ahlul Qohwah, Pesantren An-Nasyiin Galang Dana untuk Palestina
Pamekasan, NU Online
Pesantrem An-Nasyiin, Grujugan Larangan, Kabupaten Pamekasan bersama komunitas Ahlul Qohwah Pesantren Queen Al-Falah, Ploso Mojo, Kediri, melakukan bakti sosial penggalangan dana untuk Palestina, Rabu (20/12).

Para santri tersebut tampak menyisir jalan raya. Gerimis tak membuat surut semangat mereka.

R Kholil Mubarok Fauzi selaku Korlap Komunitas Ahlul Qohwa menyampaikan, bakti sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian komunitas Ahlul Qohwa kepada saudara se-Muslim di Palestina.

"Arus hujan pun tidak menjadi kendala untuk memaksimalkan penggalangan dana yang kita lakukan demi saudara kita. Alhamdulillah mencapai kurang lebih Rp. 5.000.000. Jumlah yang lumayan cukup untuk kita sumbangkan," imbuhnya.

Bakti sosial ini merupakan bentuk sumbangsih kecil komunitas Ahlul Qohwa bersama santri Pesantren An-Nasyiin. Pihaknya berharap semoga besar manfaatnya kepada saudara kita di Palestina.

Moh Helmi sebagai korlap dari Pesantren An-Nasyiin juga menyampaikan, penggalangan dana merupakan bentuk partisipasi santri Pesantren An-Nasyiin yang peduli sesama, pun juga memberikan pendidikan moral sosial kepada kita semua sebagai kaum santri, untuk mengaktualisasikan salah satu visi dan misi pesantren, mengamalkan sunah Rasulullah Muhammad SAW.

"Yakni, selalu peduli terhadap orang yang membutuhkan," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Rabu 20 Desember 2017 9:2 WIB
Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah
Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah
Surabaya, NU Online
Sekitar dua puluh lima ribu santri berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya. Tercatat sekitar 450 bus terparkir di area Masjid. Para santri yang didampingi orang tuanya mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Kubro ke 8 TPQ An-Nahdliyah dan madrasah diniyah se-Cabang Pondok Langitan Tuban.

Acara dihadiri Wakil Gubenur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, KH Sholeh Qosim, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Abdullah Faqih, KH Muhammad Ali Marzuqi, KH Munif Marzuqi, dan segenap Pengasuh Pesantren Langitan Tuban.

Wakil Gubenur Jawa Timur mengapresiasi peran alumni Pesantren Langitan Kabupaten Tuban. Selama ini, ribuan alumni Pesantren Langitan dinilai sukses menjadi tokoh dan teladan bagi masyarakat di berbagai bidang.

"Saya gembira dan senang sekali. Alumni Pesantren Langitan telah berkiprah di tempat masing-masing. Mereka menjadi tokoh, panutan dan guru. Semuanya itu diakui keilmuannya," kata Saifullah Yusuf di Masjid Al-Akbar, Surabaya (19/12).

Alumni Pesantren Langitan yang tersebar di seluruh Jawa Timur dan provinsi lain merupakan aset bangsa. Mereka bersama pemerintah telah berkontribusi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di usia dini.

"Pada usia satu sampai delapan tahun menentukan perkembangan anak. Untuk itu, perlu ditanamkan pendidikan karakter," ujarnya.

Menurut Ketua PBNU ini, terkadang alasan pertama menjadi seorang santri ingin mencari ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ketika santri ingin mencari keberkahan, maka ia harus hormat dan takzhim kepada muassis atau gurunya.

"Kesuksesan alumni menjadi tolok ukur dari seorang santri yang akan menimba ilmu di sebuah pesantren, kondisi inilah yang akhirnya diikuti oleh santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di pesantren," pungkas Gus Ipul.

Para tamu undangan dan para santri disambut langsung oleh Direktur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Endro Siswantoro. Endro menyampaikan terima kasih pada Pesantren Langitan yang telah memercayakan Masjid Nasional Al-Akbar sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi dan Istighatsah Kubro ke-8.

"Masjid Nasional Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua se-Indonesia, setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Kami senang sekali apabila acara seperti ini dilaksanakan kembali di Masjid Nasional Al-Akbar," kata Endro. (Rofi’I Boenawi/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG