IMG-LOGO
Daerah

Khutbah Iftitah Konfercab NU Boyolali Pakai Bahasa Jawa

Ahad 24 Desember 2017 1:0 WIB
Bagikan:
Khutbah Iftitah Konfercab NU Boyolali Pakai Bahasa Jawa
Boyolali, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-21, Sabtu (23/12). Perhelatan akbar 5 tahunan ini diselenggarakan di Gedung NU Center Boyolali, Jl Boyolali-Semarang Km 1, Winong, Boyolali.

Dalam khutbah iftitah pembukaan Konfercab, Mustayar PCNU Boyolali KH Habib Masturi berharap agar konferensi ini melahirkan pemimpin NU berusia muda.

"Ketua Tanfidziyah harus yang muda, patah tumbuh hilang berganti, jadi harus ada regenerasi," ungkap Kiai Masturi.

Khutbah iftitah yang biasanya disampaikan dalam Bahasa Arab, oleh Kiai Masturi dibawakan dengan Bahasa Jawa.

Hal tersebut dilakukan agar apa yang disampaikan mudah dipahami seluruh peserta dan tamu undangan pembukaan Konfercab.

"Biar Pak Wakil Bupati dan yang lainya juga mengetahui," kata Kiai Masturi.

Konfercab dibuka Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat.

Ia berharap konferensi membawa keberkahan untuk warga NU di Boyolali.

"Semoga hasil hasil konferensi ini membawa manfaat dan keberkahan bagi warga NU Boyolali pada khususnya dan warga Boyolali pada umumnya," papar dia.

Konfercab diikuti 290 peserta dari MWC dan Ranting NU se-Boyolali. (Maghfur/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Ahad 24 Desember 2017 22:1 WIB
GP Ansor Jabar: Kampus Medan Penguatan Kebangsaan
GP Ansor Jabar: Kampus Medan Penguatan Kebangsaan
Majalengka, NU Online 
Dunia kampus merupakan medan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan malah menjadi kawah candradimuka lahirnya kader-kader radikal dan anti negara. 

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar pada Seminar Keagamaan bertema "Modernitas dalam Presfektif Islam dalam Menciptakan Keutuhan NKRI" yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di Auditorium Universitas Majalengka, Sabtu (23/12).

Sebagai narasumber, pria yang akarrab disapa Kang Deni menjelaskan, betapa pentingnya mencintai Tanah Air sebagaimana yang dikumandangankan oleh para pendiri bangsa ini, khususnya para kiai NU. 

"Hakikat cinta Tanah Air itu adalah cinta pada diri kita sendiri. Karena adanya kita, berasal dari tanah dan air yang ada di NKRI ini. Jadi, salah besar mereka yang akan merusak tanah airnya sendiri, padahal mereka dilahirkan di negeri ini," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa NKRI ini sudah bersyariat Islam dan tidak harus di dipaksakan untuk memformalkan dalam embel-embel NKRI bersyariat. Sejak berdirinya, semua unsur pembentuk NKRI itu sudah berdasarkan syariat islami, mulai dari dasar negara, sistem negara, maupun perundang-undangan yang ada. 

"Mana coba di negeri tercinta ini yang tidak berlandaskan syariat islam. Jadi semuanya sudah dipikirkan matang-matang oleh pendahulu kita bahwa subtansi syariat Islam sudah ada semua di NKRI ini. Makanya para pemuda khususnya mahasiswa ini jangan terjebak pada retorika baru yang tidak berdasar dan tidak jelas. Nanti yang rugi kita sendiri lho," canda pria yang belum lama ini mengundurkan diri dari jabatan Ketua KPU Purwakarta demi konsentrasi mengurusi Ansor.

Terkait dengan modernisasi, Deni menjelaskan bahwa modern itu harus dimaknai bukan sekadar simbol-simbol baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, melainkan harus dimaknai pada konsep diri untuk memandang jauh ke depan. Dengan konsep diri yang sudah terbangun tersebut, maka kita akan terus berpikir dan berusaha bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik dan menjadi pemain bukan sekadar penonton.

"Untuk menjadi orang modern itu gampang kok, manakala kita sudah bisa melakukan semua hal secara efektif dan efisien, maka kita dipastikan jadi orang modern dan memainkan modernisasi saat ini," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Majalengka Encu Shobari mengatakan, acara yang diselenggarakan dalam rangkaian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan acara rutin tahunan yang digagas oleh para pengurus BEM sebagai bagian dari pengamalan ide dan kreativitas mahasiswa. 

"Seminar ini akhir dari rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berjalan selama satu minggu ini", ungkapnya.

Ia juga menjelaskan sengaja mengadakan seminar keagamaan dengan mengangkat tema seperti ini sebagai upaya dirinya dan organisasinya untuk memberikan kesadaran dan kekuatan bagi keluarga besar Unma dalam memahami dan mengaplikasikan pentingnya menjaga keutuhan NKRI walapun dengan latar belakang yang berbeda baik dalam segi pandangan agama, sosial, ekonomi maupun budayanya. 

"Dengan tema ini diharapkan kita semua paham dan mengamalkan betapa pentingnya menjaga NKRI walapun presfektif agama berbeda-beda dan dengan gaya modernitas yang berbeda. Semoga semua menjadi terbuka dan terjalin satu konsep untuh tentang kebangsaan di kampus tercinta ini," tambah aktvis PMII Majalengka ini dengan penuh harap.

Pihak Rektorat Unma beserta jajarannya, Ketua PC GP Ansor Majalengka Ahmad Cece Ashfiyadi beserta jajarannya, Ketua PC IPNU Ramlan, Fatayat NU, Muslimat NU, IPPNU, Banser dan ratusan mahasiswa perwakilan dari unsur organisasi kemahasiswaan Unma. (Aan/Edi/Abdullah Alawi)

Ahad 24 Desember 2017 21:1 WIB
Puluhan Banser Datangi Mapolsek Arut Selatan, Ada Apa?
Puluhan Banser Datangi Mapolsek Arut Selatan, Ada Apa?
Kotawaringin Barat, NU Online
Kasus yang menimpa Warioboro (53) warga Karang Mulya Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah bersama tiga rekannya ini dinilai banyak pihak makin berbelit-belit.

Pasalnya, meski sudah ditahan selama 25 hari dan pihak keluarga sudah mengajukan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan per tanggal 6 Desember 2017 bahkan baru dikabulkan pada Kamis, (21/12).

Tapi nyatanya sampai tanggal 23 Desember 2017 yang bersangkutan masih di dalam jeruji besi Mapolsek Arut Selatan yang merupakan titipan Polsek Pangkalan Banteng.

"Hari ini pernyataan dikirim ke Polres," ujar Sri Lestari anggota DPRD Kotawaringin Barat kepada Online melalui telepon selulernya, Jum'at (22/12).

Menanggapi perkembangan kasus yang dinilai makin hari makin aneh, puluhan anggota Barisan Serbaguna (Banser) dan GP Ansor dipimpin langsung Kasatkorcab Muhammad Rozikin dan para penggede lainnya, Kamis (21/12) menyambangi Mapolsek Arut Selatan untuk memberikan dukungan moril kepada sahabatnya yang sedang meringkuk di sel tahanan.

"Persahabatan anggota Banser itu hanya maut yang bisa memisahkan. Satu sakit yang lain ikut merasakan. Sahabat Warioboro ini anggota Banser, wajar jika kami semua memberikan dukungan," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Wasekjen Ansor, Muhammad Sulthon. Ia mengatakan, asus yang menimpa Warioboro dinilai terlalu dini. Karena tidak ada peringatan terlebih dahulu, apalagi ia sudah mengantongi izin resmi dari Kecamatan setempat.

"Ada kesan buru-buru dalam penangkapan ini. Ini kan sudah punya Izin, jika ada yang kurang kan diarahkan, bukannya langsung ditangkap," tandasnya.

Meskipun Warioboro sudah mempunyai IUMK dengan Nomor: 503.5/442/PB-IUMK/XI/2017, namun pihak kepolisian menjerat dengan Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. (Suhud Mas'ud/Fathoni) 
Ahad 24 Desember 2017 20:5 WIB
GP Ansor Sulang Jawara Turnamen Futsal Ansor Rembang
GP Ansor Sulang Jawara Turnamen Futsal Ansor Rembang
Rembang, NU Online
Tim futsal Ansor Sulang FC sukses menjuarai Ansor Futsal Tournament Hanies Cup 2017 di Les Blues Futsal Stadium Tireman, Rembang, Ahad (24/12). Atas hasil itu, Ansor Sulang FC berhak atas trofi juara dan hadiah uang pembinaan Rp 3 juta. Sedangkan runner-up Ganas FC Gunem diberi trofi dan uang pembinaan Rp 1,5 juta.

Panitia turnamen tidak memberikan hadiah bagi terbaik ketiga, karena tidak ada laga guna perebutan peringkat ketiga.

Sebagai gantinya, operator memberikan hadiah uang tunai Rp 500 ribu bagi pencetak gol terbanyak yang jatuh pada Slamet Haryanto dari Obor FC Sumber dengan 11 gol.

Ketua GP Ansor Rembang M Hanies Cholil (Gus Hanies) mengucapkan selamat kepada perwakilan tim PAC yang berhasil juara, dan sekaligus terima kasih bagi kader Anak Cabang atas partisipasi yang diberikan.

Menurutnya, strategi berkonsolidasi melalui bidang olahraga dinilai cukup berhasil. Semua PAC GP Ansor di Rembang mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk ikut bersaing menjadi yang terbaik.

"Kami rasa model konsolidasi seperti ini cukup berhasil. Karena mereka semua mengirimkan kader terbaiknya. Semua bertanding secara sportif," kata Gus Hanies.

Ia menambahkan, GP Ansor Kabupaten Rembang akan mengusulkan sebuah turnamen futsal di tingkat Pimpinan Wilayah (PW), maupun turnamen yang serupa di tingkat karisidenan sehingga potensi kader dapat terwadahi.

"Ke depan kami akan mengusulkan agar diadakan turnamen yang serupa di tingkat PW maupun di tingkat karisidenan," tambah Hanies saat dihubungi wartawan.

Ansor Sulang FC menundukkan Ganas FC Gunem dengan skor 6-3 di partai puncak, meskipun sempat tertinggal 1-3 di babak pertama.

Tim dari Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Sulang itu melaju ke final setelah mengandaskan perlawanan Obor FC Sumber dengan skor tipis 4-3 di babak semifinal.

Ganas FC melenggang ke partai puncak setelah menumbangkan Barca FC Rembang Kota dengan skor telak 7-3 di semifinal.

Tim yang juara akan dipersiapkan untuk menjadi andalan Ansor Rembang bila ada turnamen yang sama di tingkat yang lebih tinggi.

"Tim yang yang menjadi juara akan kita persiapkan bila nanti ada kejuaraan yang sama di level atas. Atau jika ada yang ingin laga persahabatan," pungkas Hanies. (Asmui/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG