IMG-LOGO
Daerah

Pikat Hati Pembeli, Penjual Sari Kedelai Ini Punya Cara Unik


Senin 25 Desember 2017 06:03 WIB
Bagikan:
Pikat Hati Pembeli, Penjual Sari Kedelai Ini Punya Cara Unik
Sidoarjo, NU Online
Beragam cara dilakukan pelaku usaha atau pedagang untuk memikat hati konsumennya. Seperti yang dilakukan oleh penjual sari kedelai ini. Salah satu pengurus GP Ansor Ranting Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Isfaul Adim memiliki cara unik dalam mengemas minuman berbahan dasar kedelai itu.

Sari kedelai yang dijual seharga Rp 5 ribu per bungkus plastik, terdapat beberapa tulisan menarik dan unik di antaranya “Siapa Kita: NU, Pancasila: Jaya, NKRI: Harga Mati, Melu Kiai: Sampai Mati, Pesantren dan Santri Benteng Radikalisme, Guruku Kiai Bukan Mbah Google”, dan masih banyak lagi lainnya.

Isfaul Adhim mengatakan, ide awal membuat tulisan itu karena mengikuti perkembangan zaman sekarang dan sasaran pembelinya adalah anak-anak sekolah, jadi harus dibuat semenarik mungkin agar bisa memikat hati pembeli.

Selain itu, lanjut Faul, karena mendapatkan nilai plus dari kampunya, ia kemudian mengembangkan usahanya tersebut. "Awalnya saya mendapatkan tugas kewirausahaan dari kampus STKIP Pasuruan. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai baik sehingga bisa saya kembangkan," katanya, Ahad (24/12).

Menurutnya, nama sari kedelai sudah ada sejak lama. Namun karena saat ini lagi ngetren javamilk, ia pun kemudian membuat sari kedelai berbahan kedelai dicampur beberapa varian rasa seperti strawberry, melon, oreo, moka dan coklat. Meski begitu, ia tetap menjaga kualitas aslinya.

"Selama ini tidak ada komplain dari pembeli. Karena kualitasnya sangat saya jaga, sehingga sari kedelai ini bisa bertahan sekitar 6 jam dan kalau dimasukkan freezer bisa sampai sehari. Tentu tidak ada bahan pengawetnya sehingga anak-anak hingga orang dewasa bisa meminumnya. Bahkan ketika sudah merasakan, mereka ketagihan dan ingin membeli lagi," ucapnya.

Untuk distribusnya, ia memasarkan ke sekolah-sekolah madrasah yang ada di Wonoayu, Jabon Sidoarjo dan Gempol Pasuruan. Bahkan terkadang ada orang yang langsung membeli di rumahnya untuk dipasarkan kembali.

"Omset yang saya terima alhamdulillah lumayan cukup banyak Mas, jutaan," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)
Bagikan:
IMG
IMG