IMG-LOGO
Nasional

Hadir di Majelis Habib Luthfi, SBY Ajak Jamaah Teladani Rasulullah

Senin 25 Desember 2017 14:1 WIB
Bagikan:
Hadir di Majelis Habib Luthfi, SBY Ajak Jamaah Teladani Rasulullah
Pekalongan, NU Online
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak kepada jama'ah maulid yang hadir di Majelis Habib Luthfi bin Yahya untuk selalu meneladani sikap dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari hari.

Setiap kali memperingati maulid nabi selalu bicara keteladanan, yakni keteladanan Rasulullah yakni kepribadiannya, kepemimpinannya dn perjuangn rasulullah yang telh mengubah perjalanan sejarah dari masa kegelapan menuju masa yang dipenuhi cahaya iman dan Islam.

Demikian dikatakan SBY di hadapan ratusan ribu ummat Islam yang hadir di majelis maulid Kanzus Sholawat dalam rangka memperingati maulid nabi SAW yang dihelat Habib Luhfi bin Yahya, Ahad (24/12) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Dikatakan, Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin dunia dan pemimpin agung serta pemimpin bangsa dan negara yang sukses dalam menjalankan dakwah pada zamannya. Oleh karena itu, kita wajib meneladani sikap dan perilaku Rasulllah dalam kehidupan sehari hari.

Presiden RI ke-6 SBY yang hadir bersama kedua putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edi Baskoro (Ibas) berharap dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, agar tanah air damai, pemerintah bersikap adil dan rakyatnya sejahtera. 

Sebelum SBY memberikan sambutan, juga memberikan kata sambutan yaki Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mewakili panitia, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mewakil tuan rumah dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selaku sesepuh masyarakat Jawa Tengah.

Habib Lthfi selaku khodimul maulid memimpin tawassul yang ditujukan kepada para pejuang kemerdekaan, tokoh tokoh NU, para ulama, habaib, pahlawan nasional, regional maupun lokal hingga mantan presiden yakni Soekarno, Soeharto hingga Gus Dur.

Acara yang berlangsung sejak pukul 8 pagi berakhir jam 14.00 berlangsung sangat tertib dijaga oleh ribuan Banser dan dibantu dari Kepolisian dan TNI serta kelompok ormas lain. 

Di akhir acara, jama'ah maulid dijamu dengan makan bersama dengan menu khas nasi kebuli yang disediakan khodimul maulid Habib Luthfi bin Yahya dengan menyembelih kambing sebanyak 1000 ekor. (Abdul Muiz/Fathoni)
Bagikan:
Senin 25 Desember 2017 16:1 WIB
Ingatlah Jerih Payah Nabi atas Nikmat Iman dan Islam,
Ingatlah Jerih Payah Nabi atas Nikmat Iman dan Islam,
Pekalongan, NU Online
Kita diwajibkan untuk senantiasa bersyukur dan bergembira kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dianugerahkan, khususnya nikmat iman dan Islam. Namun, segala nikmat tersebut sudah sepatutnya kita tautkan kepada Nabi Muhammad SAW sebab dari wasilahnya pula kita dapat mengenal Allah SWT.

Hal itu disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Al-Inshof KH Abdullah Sa'ad di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di gedung Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (24/12).

"Jika kita mendapatkan nikmat dari Allah, khususnya nikmat diberikan iman dan Islam, kita harus menyaksikan ada jerih payah perjuangan Rasulullah," tutur Mustasyar PCNU Karanganyar itu.

Ia melanjutkan, dengan mengingat jasa perjuangan Rasulullah akan menghadirkan rasa terima kasih kepadanya.

"Maka, mari kita senantiasa senandungkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW," kata dia.

Acara Maulid yang diselenggarakan Habib Luthfi ini dihadiri antara lain mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jateng beserta Pangdam dan Kapolda. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Senin 25 Desember 2017 13:45 WIB
Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan
Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan
Foto: M Nur Rofiq
Jakarta, NU Online
Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur, HM Syafiq Syauqi menegaskan, Banser sama sekali tidak canggung menjaga gereja, karena pihaknya mengklaim umat Kristiani adalah saudara. 

Menantu Bupati Tuban itu menegaskan, turunnya Banser pada perayaan Natal tahun ini atas permintaan aparat hukum untuk membantu pengamanan. Pihaknya berharap, Natal tahun ini membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat.

"Menjaga dan mengamankan gereja tidak mengurangi sedikit pun kadar keimanan kita, bahkan memupuk persaudaraan dengan umat Nasrani sebagai sesama anak bangsa," Gus Syafiq dengan tegas.

Di Kabupaten Tuban misalnya, Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan ratusan Banser untuk mengamankan perayaan Natal 2017. Mereka ditugaskan di beberapa gereja di dalam kota dan di kecamatan-kecamatan di kabupaten yang sohor dengan sebutan Bumi Wali

Data yang berhasil diterima NU Online dari Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Tuban, Ahmad Syafii, menyebutkan pasukan Banser yang tersebar di gereja-gereja wilayah kota sebanyak dua pleton. Mereka terdiri dafi 70 orang dan ditambah 10 tim intel dari Banser.

"Khusus di kota ada dua pleton Banser. Kalau ditotal yang ikut mengamankan di seluruh kecamatan kurang lebih bih 300 personil," terang Komandan Syafii, Senin (25/12) pagi.

Pengamanan saat Natal, kata Syafii rutin dilakukan setiap tahun. Pimpinan GP Ansor telah menginstruksikan seluruh Banser terjun ke lapangan membantu mengamankan hari raya umat Nasrani ini.

Pihkanya mengklaim, turunnya Banser di kegiatan ini karena mereka dari institusi keamanan di tubuh Nahdlatul Ulama. Untuk itulah pihaknya ikut mengamankan dalam mewujudkan perdamaian dan ketenteraman di bumi pertiwi.

Syafii mengajak msyarakat agar tetap bersatu saling menjaga keutuhan NKRI. Sesama anak bangsa diharapkan bisa menjaga persatuan antar ummat beragama, saling membantu dan tolong menolong demi tercapainya perdamaian dunia.

"Sudah tidak zamannya kita egois ingin menang sendiri," Syafii menandaskan.

Banser Subang Terjunkan 50 Anggota Amankan Natal
Dari Subang, Jawa Barat dilaporkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang siap mengerahkan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam pengamanan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Sebanyak 50 anggota Banser di Kabupaten Subang kami siapkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru," ujar Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata usai mengikuti Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya Tahun 2017 bersama Polres Subang di Aula Pemda Subang, Kamis (21/12).

Dikatakan, keterlibatan anggota Banser akan ditempatkan di berbagai titik rawan keramaian. 

"Dalam hal ini kami juga koordinasi dengan aparat Kepolisian Resort Subang dalam penempatan anggota Banser tersebut," katanya.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni mengapresiasi atas keterlibatan elemen masyarakat dalam pengamanan hari besar.

"Melalui Rakor Linsek Operasi Lilin Lodaya 2017 ini kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Kapolres.

Hadir dalam Rakor tersebut, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono dan jajaran Muspida Subang serta beberapa instansi terkait. (Mochamad Nur Rofiq/Ade Mahmudin/Kendi Setiawan)

Senin 25 Desember 2017 7:4 WIB
Menpora: Santri Lebih Siap Hadapi Perkembangan Zaman
Menpora: Santri Lebih Siap Hadapi Perkembangan Zaman
Pacitan, NU Online
Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi menyebut santri pondok pesantren dewasa ini mampu bersaing dan lebih siap dalam menyambut perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat.

Hal ini disampaikan Menpora saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) dan Reuni Nasional ke-III Ikatan Alumni Pondok Tremas (IAPT) bertema Membangun Pesantren Peradaban di Era Globalisasi, Ahad (24/12) pagi.

"Saat ini pesantren adalah satu-satunya perguruan dan lembaga pendidikan yang memberi akhlak yang baik dalam peran sosial yang dibutuhkan negeri ini, para santrinya juga bisa mengover dan bisa beradaptasi dengan dunia modern yang saat ini berkembang pesat," katanya.

Ia melanjutkan bahwa Kemenpora saat ini sedang berusaha mengelola potensi para santri pondok pesantren. Salah satunya potensi olahraga sepakbola melalui Liga Santri.

"Para santri memiliki nilai-nilai etika bagus dan potensi yang luar biasa bahkan saat diberikan kartu kuning oleh wasit mereka perlihatkan etika yang baik dan sepak bola menjadi alat perekat bangsa, santri juga dilatih untuk siap siaga, kami mohon doa dan restu," tambahnya sembari memberikan beberapa bola sepak kepada pengasuh Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi.

Di hadapan ribuan alumni pesantren Tremas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini, Menpora mengaku terkesan dengan Pesantren Tremas Pacitan. Ia menyebut Pesantren Tremas sangat bersejarah karena telah menelurkan para ulama dan tokoh nasional. Lebih-lebih para pendiri Nahdlatul Ulama banyak yang berguru di pesantren yang berdiri sejak 1830 ini.

Pengasuh Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyati mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menpora H Imam Nahrawi di Pesantren Tremas Pacitan.

Kiai Fuad mengatakan Mubes dan Reuni Nasional kali ini terasa sangat istimewa. Karena dihadiri oleh ribuan alumni dari berbagai periode. Mulai tahun 1950 hingga 2017.

"Di Tremas ini kami mengemban amanah yaitu pendidikan Islam untuk terus dilanjutkan," tutur Kiai Fuad.

Mubes dan Reuni Nasional ke-III yang berlangsung selama dua hari, Ahad-Senin (24-25/12) diisi dengan beberapa sidang komisi yang akan menghasilkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal. Kegiatan ini diharap menghasilkan keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan Pesantren Tremas kedepan.  (Zaenal Faizin/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG