IMG-LOGO
Daerah

Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali

Senin 25 Desember 2017 23:50 WIB
Bagikan:
Terpilih Kembali Ketua Demisioner Tanfidziyah PCNU Boyolali
Boyolali, NU Online
Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Boyolali ke-21 selesai dilaksanakan, Sabtu (23/12). Perhelatan di Gedung NU Center tersebut membawa Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2012-2017, H Masruri kembali terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali untuk masa khdimat 2017-2022.

Sebelumnya, terdapat 3 kandidat calon dalam pemilihan Ketua Tanfidliyah PCNU Boyolali yakni H Masruri, KH Habib Masturi dan Ansor Budiono. Dari 20 suara yang masuk, 18 suara memilih H Masruri, 1 suara memilih KH Habib Masturi, dan 1 suara memilih Ansor Budiono. Sesuai peraturan, dari ketiga kandidat calon tersebut yang lolos hanya H Masruri. 

Dikarenakan hanya ada 1 calon,keputusan dilaksanakan melalui musyawarah dan atas persetujuan dari Syuriyah terpilih. Seluruh peserta pun menyetujui H Masruri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali masa khidmat 2017-2022.

"Berdasarkan hasil musyawarah, semua menyepakati bahwa Drs.H Masruri sebagai ketua Tanfidliyah PCNU Boyolali dan tinggal menunggu persetujuan Ahwa," ungkap  H Najahan Musyafa' dari PWNU Jateng  yang juga pimpinan sidang.

Sementara itu dalam pemilihan Ahwa, terdapat 24 bakal calo. Dari 24 nama tersebut, terpilihlah 5 orang Ahwa yakni KH Habib Masturi, KH Joko Parwoto, KH Muh Muallim, KH Wartono Abdullah dan Kiai Iqbal Mulyanto. 

Selanjutnya, musyawarah Ahwa dilakukan untuk memilih Rois Syuriah PCNU Boyolali. Dalam musyawarah tersebut,  KH Habib Masturi dipilih sebagai Rais Syuriyah. Akan tetapi, Kiai Habib tidak bersedia manjadi Rais Syuriyah, bahkan keempat dewan Ahwa lainnya pun tidak ada yang bersedia. 

Akhirnya, mereka bersepakat untuk memilih satu nama di luar Ahwa untuk menjadi Rais Syuriyah yakni KH Ahmad Charir sebagai Rais Syuriyah PCNU Boyolali. 

Dikarenakan kiai Charir berhalangan hadir, komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon. Melalui telepon, Kiai Charir menyatakan bersedia menjadi Rais Syuriyah dan menyetujui H Masruri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali. (Maghfur/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Senin 25 Desember 2017 23:15 WIB
IPNU Tangsel Ajak Remaja Masjid dan OSIS Matangkan Kualitas
IPNU Tangsel Ajak Remaja Masjid dan OSIS Matangkan Kualitas
Tangsel, NU Online
Puluhan pemuda dan pelajar yang berasal dari beragam Ikatan Remaja Masjid (Irmas) dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  se-Kota Tangerang Selatan memadati Taman Wisata Situ Gintung, Kamis (22/12). Mereka hadir untuk mengikuti Workshop Manajemen Organisasi Pemuda dan Pelajar yang digagas PC IPNU Tangerang Selatan.

Workshop yang digelar selama dua hari hingga Jumat (23/12) mengusung tema Peningkatan Semangat dan Kinerja Pemuda, Pelajar, dan Remaja secara Profesional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan IPNU Tangsel dalam terlibat aktif bersama elemen pemuda dan pemerintah dalam menjadikan pelajar Kota Tangsel sebagai pelajar yang siap untuk membangun Tangsel.

Selain itu kegiatan juga untuk mewujudkan pelajar yang cerdas, modern, dan religius.

“Tangsel dianggap sebagai daerah merah, rawan teroris. Semua itu terjadi karena adanya pemahaman agama yang salah,” ungkap Amizar Isma, tokoh muda Tangerang Selatan dalam sambutannya.

“Pemuda merupakan masa perkembangan menuju pematangan, tidak hanya biologis/fisik, tetapi juga perkembangan mental. Oleh karena itu, sasaran kita adalah remaja, kaum muda, dan pelajar. Khususnya mereka yang aktif di masjid, baik sebagai IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) maupun partisipan saja,” imbuhnya.

Arif Jamaludin, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap agar alumni dari acara ini dapat menjadi pionir di masjid mereka masing-masing untuk menggerakan kegiatan kepemudaan yang positif.

“Tujuannya, agar adik-adik remaja masjid lebih memahami bagaimana mengelola masjid yang ramah untuk kaum muda, sehingga kaum muda senang, nyaman, dan bisa lebih memakmurkan masjid,” jelasnya.(Hamdi Ramdhani/Kendi Setiawan)

Senin 25 Desember 2017 22:45 WIB
Pelajar NU Boyolali Bahas Kisah Walisongo
Pelajar NU Boyolali Bahas Kisah Walisongo
Boyolali, NU Online
Madrasah Tis'ah PC IPNU IPPNU Boyolali Jilid 2 dilaksanakan pada Ahad-Senin, 24-25 Desember 2017. Sebanyak 41 peserta dinyatakan lolos dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Nurul Yaqin, Jombong, Boyolali, Jawa Tengah.

Sesuai dengan peraturan departemen Kaderisasi PC IPNU IPPNU Boyolali, Madrasah Tis'ah dilaksanakan dengan sistem gugur. Artinya, seluruh peserta Madrasah Tis'ah Jilid 2 merupakan peserta yang lulus Madrasah Tis'ah Jilid 1 yang telah dilaksanakan pada tanggal 25-26 November 2017.

Madrasah Tis'ah Jilid 2 diawali dengan Muqoddaman Al-Qur'an. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nahdliyah dan Mars IPNU-IPPNU.

"Pertemuan kedua ini peserta diwajibkan menghafal shalawat Nahdliyah biar bangkit semangat ber-Nahdlatul Ulama para kader IPNU-IPPNU," papar Lukman Al Hakim selaku Ketua Departemen Kaderisasi PC IPNU Boyolali.

 Kegiatan ini mendiskusikan Sejarah Islam di Nusantara dan Sejarah Walisongo. Setiap peserta wajib membawa referensi saat diskusi berlangsung. 

"Kader Tis'ah harus melek sejarah sebagai bagian jati diri IPNU IPPNU," tambah Lukman.

Diskusi Sejarah Islam di Nusantara dan Sejarah Walisongo membawa kesan tersendiri bagi peserta. Seperti disampaikan Lia, dia merasa ilmu yang didapatkan dari diskusi Madrasah Tis'ah sangat bermanfaat. 

"Di kuliah, saya tidak mendapatkan pembahasan ini. Padahal sejarah Islam itu penting dipahami biar kita tidak buta sejarah," ungkap mahasiswa Ekonomi salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta. (Maghfur/Kendi Setiawan)
Senin 25 Desember 2017 22:20 WIB
Ketua PWNU Lampung Ajak Umat Islam Ramaikan Tahun Baru 2018
Ketua PWNU Lampung Ajak Umat Islam Ramaikan Tahun Baru 2018
Bandarlampung, NU Online
Menyambut datangnya Tahun Baru Masehi 2018, Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri mengajak umat Islam untuk melakukan Gerakan Meramaikan Tahun Baru. Wujud meramaikan Tahun Baru tersebut adalah dengan melakukan berbagai macam ibadah di malam pergantian tahun seperti bershalawat, berdzikir dan bertasbih.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi agar masyarakat khususnya anak-anak dan pemuda tidak melakukan kegiatan negatif dengan berfoya-foya dan pesta kembang api.

"Mari ajak anak-anak untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya (dengan)  kegiatan yang positif, bisa melalui hadrah, maulid simtudduror, istighotsah, pembacaan ratib," katanya dihubungi via telepon, Senin (25/12).

Kegiatan tersebut, lanjut pria yang biasa dipanggil Kiai Sholeh ini bisa dilakukan di masjid-masjid, pesantren, mushala dan di tempat-tempat lain seperti majelis talim.  

"Ajak IPNU, IPPNU, ANSOR, Fatayat, Muslmiat, PMII di masing-masing tingkatan. Insyaallah malam tahun baru akan sepi di jalan-jalan dan tempat hiburan," lanjutnya.

Kegiatan dzikir, jelas Kiai Sholeh, merupakan perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al Ahzab ayat 41-42.

Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berdzikir sebanyak-banyaknya dengan menyebut nama Allah. Juga disebutkan bahwa berdzikir dan bertasbih dapat dilakukan di waktu pagi dan petang.

Ia berharap melalui langkah ini setiap individu umat Islam akan menjadi pionir untuk mengajak kepada hal yang baik sekaligus mencegah kepada hal-hal yang munkar.

"Hal ini juga selaras dengan Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 110 yang artinya, Kalian adalah umat yang terbaik dikeluarkan untuk manusia, memerintahkan yang ma'ruf, mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG