IMG-LOGO
Daerah

Lagi, Siswi MTs Unggulan Nuris Sabet Juara Olimpiade Sains

Jumat 29 Desember 2017 22:4 WIB
Bagikan:
Lagi, Siswi MTs Unggulan Nuris Sabet Juara Olimpiade Sains
Jember, NU Online
Sekolah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, tak pernah sepi dari prestasi. Kali  ini dua siswi MTs Unggulan Nuris berhasil menyabet juara Olimpiade Sains Ujian Nasional Event Prestasi se-Kabupaten Jember, awal pekan lalu. Keduanya adalah Ana Mutiah dan Weni Maftukha, masing-masing  meraih jaura 2 dan 3.

Olimpiade yang digelar oleh SMK Kesehatan Medika Farma tersebut diikuti oleh 32 peserta dari seluruh SMP dan sederajat se-Kabupaten Jember. Dimulai dengan babak penyisihan yang digelar secara online. Dari situ diambil 10 peserta terbaik  untuk masuk ke babak semifinal. Di babak ini juga digelar secara online, yang dikerucutkan menjadi 5 peserta terbaik.

Baru di babak final dilaksanakan secara langsung dalam bentuk cerdas cermat di aula SMK Kesehatan Medika Farma, Jember. Di babak akhir itu, dua siswi MTs Unggulan Nuris itu berhasil meraih juara.

Dua siswi ini tergabung dalam Madrasah Sains (M-Sains) Nuris. Di situlah keduanya–bersama siswa lain–mendapatkan pembinaan sains yang intensif.

"Alhamdulilah saya sangat senang sekali bisa menjadi juara dalam lomba tersebut. Saya bangga bisa mengharumkan nama MTs Unggulan Nuris, dan saya juga bangga karena  pembinaan Sains di Nuris cukup baik," ujar Weni kepada NU Online di sela-sela aktivitas pesantren, Kamis (28/12).

Kebanggan serupa juga dirasakan koordinator M-Sains SMP dan MTs Unggulan Nuris, Rovita. Menurutnya, apa yang dicapai  kedua siswi tersebut merupakan buah dari pembinaan yang intensif dalam M-Sains. "Kami mempunyai komitmen untuk mencetak siswa-siswi yang mumpuni di bidang sains," ucapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 29 Desember 2017 18:24 WIB
Jelang Tahun Politik, KH Sholeh Baijuri : Pilihlah Pemimpin, Bukan Pemain
Jelang Tahun Politik, KH Sholeh Baijuri : Pilihlah Pemimpin, Bukan Pemain
Bandarlampung, NU Online
Menghadapi pilkada serentak yang akan digelar pada 2018 serta pileg dan pilpres, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH. Sholeh Baijuri mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak. Ia berharap jangan sampai calon yang dipilih merupakan sosok yang tidak bisa memimpin serta memanfaatkan kedudukannya untuk kepentingan pribadi.

"Ada kata bijak mengingatkan kita jangan memilih kucing didalam karung. Karena kenyataan yang terjadi pemimpin yang terpilih sejatinya bukan pemimpin tetapi pemain. Jadi pilihlah pemimpin bukan pemain," katanya dihubungi via telepon, Jumat (29/12).

Fenomena salah pilih ini bisa terlihat mulai dari proses sosialisasi dan tahapan  pemilihan. Menurutnya yang terjadi masyarakat cenderung berfikir pragmatis dan oportunis serta tidak memilih dengan mengedepankan ideologis.

"Wirid kalah dengan duit,  doa kalah dengan avanza,  integritas kalah dengan isi tas," kata pria yang akrab disapa Kiai Sholeh ini.

Sehingga ketika sudah terpilih menjadi pemimpin lanjutnya, ia pun mengabaikan kepentingan dan aspirasi rakyatnya. Ia lebih dominan mendahulukan kepentingan diri, kelompok dan golongannya. 

"Lebih mementingkan kolusi,  korupsi dan nepotisme,  janji politik tinggalah janji.  Ini yang  terjadi saat ini," ungkapnya seraya mengatakan bahwa zaman dulu banyak orang benar walaupun sedikit orang pintar. Namun zaman sekarang ini banyak orang pintar tetapi banyak yang tidak benar.

Saat ini ungkapnya, banyak sosok pemimpin yang sebenarnya memiliki integritas,  kapabilitas dan elektabilitas namun harus kalah dalam pilkada dikarenakan faktor tidak adanya dukungan pendanaan.

"Karena nggak punya fulus,  tidak terpilih.  Tetapi yang terjadi sebaliknya. Siapapun yang punya duit yang terpilih.  Untuk itu penting untuk kita perhatikan," tegasnya.

Ia mengingatkan berbagai akibat dari fenomena negatif ini dengan firman Allah SWT dalam surat Al A'raf ayat 96 yang artinya "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". 

"Disinlah pentingnya keimanan dan ketakwaan seseorang calon pemimpin yang harus dimiliki. Disamping integritas,  kapabilitas,  dan elektabilitasnya. Tentu ini sangat sulit saat ini,  tetapi setidaknya yang mendekati  agar cita cita bangsa terwujud yakni mewujudkan kehidupan yang demokratis dan berkadilan berdasarkan pancasila dan UUD 45," ingatnya.

Oleh karenanya di tahun politik ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatus Sholihin Lampung Selatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan,  hati hati, waspada serta menjaga kebersamaan dalam proses demokrasi sehingga tercipta situasi kondusif,  aman tentram dan terkendali.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Lampung untuk menghindari fitnah black campaign,  saling menjatuhkan dan hoaks. 

"Kedepankan ahlaqul karimah dan santun dalam berpolitik," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Zunus) 
Jumat 29 Desember 2017 15:4 WIB
Antisipsi SARA, Polsek Kaliwates Razia Terompet Bertuliskan Al-Quran
Antisipsi SARA, Polsek Kaliwates Razia Terompet Bertuliskan Al-Quran
Jember, NU Online
Momentum perayaan pergantian tahun (2018), bukan tidak mungkin disusupi oleh oknum-oknum  yang  tidak bertanggung jawab, ingin mengadu domba antarumat beragama dengan memunculkan isu SARA. Hal ini mendorong jajaran Polsek Kaliwates, Polres Jember  melakukan razia terompet berbahan kertas bertuliskan ayat Al-Quran, Kamis (28/12).

Razia tersebut  dipimpin  langsung oleh Kapolsek Kaliwates Kompol H Harwiyono. Mereka  menyisir sejumlah pedagang  terompet yang mangkal di Jalan Gajahmada, Jalan A Yani, Jalan  Trunojoyo hingga Jalan Hos Cokroaminoto Kabupaten Jember. Lokasi tersebut dalam beberapa terakhir ini memang marak dengan pedagang kaki lima dadakan yang menjual aneka terompet untuk menyambut tahun baru 2018.

Menurut H Harwiyono, razia tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada terompet yang bahan pembungkusnya adalah kertas yang bertuliskan ayat-ayat al-Quran. Sebab, jika hal itu terjadi, dikhawatirkan melukai hati  umat Islam, sehingga menimbulkan keresahan, bahkan protes di mana-mana.

"Sekecil apapun kalau itu berbau SARA, wajib kita antisipasi. Sebab, itu bisa menjadi masalah besar," ucapnya kepada NU Online.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak memproduksi sesuatu, termasuk terompet, dengan mengait-kaitkan terhadap sesuatu yang barbau SARA. Sebab, masyarakat sangat sensitif terhadap persoalan yang menyangkut agama.

Dalam razia tersebut tidak ditemukan adanya terompet yang berbahan kertas bertuliskan ayat Al-Quran. Walupun demikian, H Harwiyono menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan tidak ada terompet yang berbaru SARA.

"Dan bagi warga yang mendapatkan itu, tolong hubungi kami," lanjutnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Jumat 29 Desember 2017 13:1 WIB
Putra Leman Kemuning Juara Turnamen Ansor Cup Ke-IV
Putra Leman Kemuning Juara Turnamen Ansor Cup Ke-IV
Bondowoso, NU Online
Putra Leman Kemuning berhasil menjuarai Turnaman Sepak Bola Ansor Cup ke-IV yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Bondowoso yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI.

Kegiatan pertandingan grand final ini mempertemukan kesebelasan Putra Leman Kemuning dan kesebelan Kamala FC Jambesari selaku tuan rumah di lapangan Bola Jambesari Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Rabu (27/12) sore.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengucap syukur atas selesainya turnamen sepak bola tersebut.

"Kesebelasan Putra Leman Kemuning dari Desa Sumber Kemuning Kecamatan Tamanan berhasil menjuarai dan sekaligus mempertahan juaranya di Ansor Cup kemaren di tahun 2014," jelas kepada NU Online seusai laga pertandingan.

Ia juga mengatakan, di tahun 2018 nanti insya Allah GP Ansor akan kembali mengadakan turnamen sepak bola yang lebih besar lagi, yaitu open turnamen antarklub.

Hasil pertandingan tetap berakhir dengan skor imbang yang dilanjutkan dengan adu penalti. Skor akhir dalam pertandingan tersebut adalah 3-2 untuk kemenangan Putra Leman Kemuning sang juara Ansor Cup IV.

Turut hadir dalam pertandingan ini H Tohari yang mewakili Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir karena berhalangan hadir untuk memberikan trofi dan biaya pembinaan kepada juara pertama sekaligus juara bertahan. Juara kedua turnamen ini diraih oleh kesebelasan Kamala FC Jambesari dan juara ketiga Tunas Remaja Lendokombo Jember. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG