IMG-LOGO
Daerah

Banyak Capaian Membanggakan, MAUWH Tambakberas Harus Tingkatkan Prestasi

Selasa 2 Januari 2018 17:31 WIB
Bagikan:
Banyak Capaian Membanggakan, MAUWH Tambakberas Harus Tingkatkan Prestasi

Jombang, NU Online

Tidak ada pilihan lain saat memasuki pergantian tahun selain terus meningkatkan khidmat dan prestasi. Hal tersebut penting agar bisa menjawab berbagai tantangan yang semakin berat dan kompetitif.

Hal ini disampaikan Ustadz Faizun Amir kepada sejumlah guru dan karyawan Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Kepala MAUWH tersebut mengungkapkan banyak capaian yang telah diraih, namun sejumlah kekurangan hendaknya harus juga ditutupi.

“Sejak 2016 izin operasional madrasah kita telah berbunyi unggulan,” kata Ustadz Faiz, Selasa (2/1). Demikian pula MAUWH adalah madrasah aliyah swasta pertama yang melaksanakan K13. Mendahului sekitar 80 madrasah lain di Jombang, lanjutnya.

Prestasi membanggakan berikutnya adalah MAUWH sebagai madrasah aliyah swasta pertama, bersama dengan 8 madrasah negeri, yang tahun lalu sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK.

“Dan selama dua tahun terakhir, perolehan siswa baru juga meningkat pesat. Ini bukti kepercayaan masyarakat semakin tinggi,” kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ. Berkat berbagai publikasi dan prestasi, dalam semester ini setidaknya sudah ada dua lembaga luar daerah yang melakukan studi banding ke MAUWH. “Juga madrasah kita berhasil meraih peringkat keempat Aksioma 2017, di atas 70an lebih madrasah swasta dan negeri se-Kabupaten Jombang,” ungkapnya.

Yang turut membuat bangga adalah dikibarkannya sepuluh bendera negara di halaman madrasah. “Ini sebagai pertanda bahwa alumni kita telah dapat diterima dan melanjutkan belajar di sepuluh negara,” tandasnya.

Kendati demikian, ada sejumlah hal yang harus ditingkatkan lantaran berbagai prestasi gagal diraih. “Karenanya mari satukan tekad agar tahun 2018 MAUWH mampu semakin berprestasi,” pungkasnya.

Hari ini, seperti seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas telah masuk kembali. Kegiatan di MAUWH diawali dengan istighotsah di halaman madrasah. (Ibnu Nawawi) 

 

 

Bagikan:
Selasa 2 Januari 2018 21:2 WIB
Ini Pesan Alm KHM Syafi’i Hadzami untuk Ustadz yang Sering Marah-marah
Ini Pesan Alm KHM Syafi’i Hadzami untuk Ustadz yang Sering Marah-marah
(Ilustrasi)
Jakarta, NU Online
KH Suripno menyampaikan pesan yang sering diulang-ulang oleh KHM Syafi‘i Hadzami sewaktu hidupnya di hadapan seratus lebih jamaah Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami. Kiai Suripno mengatakan bahwa santri harus ngaji sampai kenyang agar tidak menjadi ustadz tanggung.

Demikian disampaikan KH Suripno dalam Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami, Jalan KHM Syafi‘i Hadzami, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12) malam.

Kiai Suripno menambahkan, santri harus puas mengaji. Kalau sudah mengajar sekalipun dan dipanggil “ustadz” oleh masyarakat, mengaji kitab kuning kepada guru-guru harus terus dilakukan.

“'Rip, ente ngaji biar kenyang. Orang kalau kurang kenyang bawaannya marah-marah.' Ini pesan muallim. Orang bilang kalau kagak kenyang ‘musang-masing.’ Makanya banyak ustadz sekarang pada sering marah,” kata Kiai Suripno yang mengaji kepada almarhum KHM Syafi‘i Hadzami sejak tahun 1970-an hingga wafatnya pada 2006.

Di hadapan murid-murid almarhum dan jamaah haul, Kiai Suripno mengapresiasi istiqamah almarhum KHM Syafi‘i Hadzami dalam belajar mengaji dan mengajar ngaji. Meskipun sudah mengajar, ia masih tetap berguru kepada Habib Ali bin Husein Al-Atthas.

“Saya mengikuti ke mana muallim ngajar ngaji. Hanya saya kagak dapat ilmu. Saya hanya dapat nasihat. Kemurahan hati muallim seperti angin. Angin itu siapa saja orang dapat. Muallim kalau masih bisa mengerjakan kerjaannya sendiri meskipun berat, ia akan lakukan sendiri. Ketika beras turun dari becak, dia pikul sendiri saat muallim dulu di Kepu masih buka warung,” kata Kiai Suripno.

Ia juga menceritakan karamah muallim KHM Syafi‘i Hadzami. Waktu tinggal di Kepu, Senen, almarhum memelihara banyak burung. Itu burung berisik. “Tapi herannya, kalau muallim lagi ngajar ngaji di rumahnya, burung pada berhenti bunyi. Kagak ada yang bersuara. Ngajinya waktu itu Kitab Rahmatul Ummah pinggir Mizan Sya'rani dan Kitab Muhadzdzab,” kata Kiai Suripno.

Sebagaimana diketahui, almarhum KHM Syafi‘i Hadzami bertempat tinggal di Kebayoran Lama Utara sejak tahun 1975. Sebelumnya almarhum KHM Syafi‘i Hadzami sekeluarga tinggal di Senen. Almarhum KHM Syafi‘i Hadzami pernah menjadi Ketua MUI DKI Jakarta dan Rais Syuriyah PBNU 1994-1999 M. (Alhafiz K)

Selasa 2 Januari 2018 20:30 WIB
Zumi Zola Harap NU Jambi Rutin Zikir dan Istighotsah Bersama Pemprov
Zumi Zola Harap NU Jambi Rutin Zikir dan Istighotsah Bersama Pemprov
Gubernur Jambi usai Silaturahim dan Istighotsah bersama PWNU Jambi (28/12)
Jambi, NU Online
Untuk memperkuat jalinan dan sinergi ulama dan umara khususnya di Provinsi Jambi, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi melaksanakan Silaturahim dan Istighotsah bersama Pemerintah Provinsi Jambi, Kamis (28/12).

Acara ini dihelat di rumah Dinas Gubernur Provinsi Jambi. 

Ketua PWNU Provinsi Jambi, KH M Aminullah Amit mengatakan istighotsah ini bermakna meminta pertolongan. 

“Dalam konteks kekinian yang sarat dengan perkembangan sains dan teknologi, keberadaan istighotsah diharapkan menjadi energi positif bagi umat manusia dalam mengurai setiap persoalan kehidupan yang sedang dihadapi,” papar dia.

Pihaknya berharap dengan silaturahim akan memperkokoh ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menghadapi berbagai persolan umat dan negara.

Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli mengatakan, hubungan silaturahim antara ulama dan umara penting dijalin dengan baik.

“Silaturahim dan istighotsah ini selain diharapkan dapat terjalin hubungan baik dan bersinergi antara ulama dan umara, kami juga mengharapkan agar ulama memberikan dukungan spiritual bagi Pemerintah Provinsi agar dapat menjalankan pemerintahan dengan baik dan terjauhkan dari segala musibah,” kata Zola.

Gubernur tampak senang dengan kemeriahan dan kesuksekan acara yang dihadiri banyak tokoh dan anggota NU Provinsi Jambi, yang jumlahnya melampaui target.

Karena itu ia berharap agar istighotsah dan dzikir  dapat dirutinkan.

"Karena selain menjalin silaturahim yang kuat dengan ulama, juga menjadi wadah yang bermanfaat melalui zikir dan kajian tentang agama," tandas Gubernur.

Pada acara itu pembacaan ummul Qur'an oleh Wakil Rais Syuriyah KH M Lohot Hasibuan; memimpin istighotsah Ketua LD PWNU Jambi, Hasbullah; serta pembacaan doa oleh Ketua Syuriyah, KH Syamsuddin Ali. 

Turut hadir antara lain Mustasyar PWNU Jambi yang juga Mantan Ketua PWNU Jambi, KH Najmi Qodir; Wakil Wali Kota Jambi KH Abdullah Sani; jajaran PWNU Provinsi Jambi; lembaga-lembaga dan badan otonom di lingkungan NU Jambi. (Red: Kendi Setiawan)

Selasa 2 Januari 2018 19:34 WIB
Jelang Santri Kembali, Pesantren Nurul Huda Surabaya Lakukan Persiapan
Jelang Santri Kembali, Pesantren Nurul Huda Surabaya Lakukan Persiapan
Surabaya,  NU Online
Sebelum para santri kembali dari rumah menuju pesantren, Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya mengadakan rapat koordinasi lebih awal. Kegiatan berlangsung sejak pagi dan membahas berbagai hal. 

KH Abdurrahman Navis selaku Pengasuh YPP Nurul Huda Surabaya kepada para pengurus mengingatkan akan kewajiban untuk kembali sebagai abdi pondok.  "Semoga liburan kemarin menjadi refreshing untuk kembali lagi menjalani mencari ilmu pada semester mendatang," kata Kiai Navis, sapaan akrabnya, Selasa (2/1). 

Direktur Pengurus Wilayah Aswaja NU Center Jatim ini menyampaikan beberapa pesan khususnya untuk menyiapkan penyambutan saat santri kembali dari libur panjang. 

Kiai yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut mengingatkan kewajiban pengurus untuk datang lebih awal. “Itu untuk menyiapkan penyambutan kedatangan santri,” ungkapnya. 

Berikutnya, Kiai Navis mengingatkan pengurus untuk melakukan kerja sama yang baik dalam pelaksanaan tugas keseharian di pondok. “Jangan lupa melakukan evaluasi apa yang sudah dikerjakan agar setiap hari dapat mengetahui seberapa jauh perkembangan yang didapat,” terangnya.

Ustadah Maryatul Qibtiyah selaku kepala biro menambahkan bahwa menjadi pengurus sebagai amanah apalagi sudah dibaiat di hadapan santri, "Kalian semua itu jadi contoh pagi para junior, karenanya berikan contoh yang baik," katanya. 

Rapat persiapan penyambutan dihadiri KH Abdurrahman Navis selaku Pengasuh YPP Nurul Huda Surabaya, Ustadzah Maryatul Qibtiyah yang dipercaya sebagai Kabiro Kepesantrenan,  Ustad Fauzi Az-Hari sebagai pembina ketua pondok putra. Juga ada Ustadzah Khodijah Navis yang dipercaya selaku pembina pondok putri, Ketua pondok putra, Ustad Khusairi Akbar, serta ketua pondok putri, Ustadah Nur Jannah. (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG