IMG-LOGO
Trending Now:
Pesantren

Perkuat Aswaja, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Hadirkan Syekh dari Libanon

Selasa 16 Januari 2018 18:49 WIB
Bagikan:
Perkuat Aswaja, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Hadirkan Syekh dari Libanon
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur mengadakan kuliah umum keaswajaan. Tema yang diangkat adalah Ahlussunnah wal Jama’ah dan Tantangannya di Era Milenial dengan narasumber al-Habib Syekh Muhammad Hassan Awkal al-Hasani dari Global University, Beirut Libanon. Kegiatan dilangsungkan di aula pesantren setempat, Selasa (16/1).

Dalam paparannya, syekh kelahiran Beirut Libanon dan saat ini menetap di Amerika Serikat tersebut mengemukakan bahwa akidah yang benar adalah Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja. “Yang dimaksud dengan Aswaja adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah,” katanya di hadapan ratusan santri dan pelajar yang memadati ruangan. 

Mengapa menjadikan Imam Asy’ari dan Maturidi sebagai rujukan, lantaran para ulama melihat ajaran keduanya sesuai dengan al-Quran dan Hadits. “Dan ada isyarat dari al-Quran tentang kebenaran akidah Asy'ariyah ini,” tandasnya.

Salah seorang keturunan Rasulullah dari jalur Sayyid Hasan tersebut mengingatkan jangan hanya belajar akidah untuk  diri sendiri. “Tapi untuk diajarkan kepada orang lain, dan jangan bosan atau malu untuk terus belajar akidah,” tandasnya. Baginya, akidah tidak kalah penting dibandingkan dengan ilmu-ilmu modern seperti matematika dan sejenisnya. 

Pengikut Tarekat Rifaiyah ini tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya lantaran umat Islam Indonesia adalah mayoritas pengikut Aswaja. “Dan itu berkat jasa para ulama termasuk KH. Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

Di ujung penjelasan, al-Habib Syekh Muhammad Hassan Awkal al-Hasani berharap agar pengajaran Aswaja terus digalakkan. Pengajaran akidah Aswaja sangat penting agar akidah umat Islam tidak salah. “Hal tersebut juga sebagai sarana bisa bertahan dari gempuran berbagai aliran yang tidak benar seperti Wahabi,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)
Tags:
Bagikan:
Ahad 7 Januari 2018 7:0 WIB
15 Hari, Mahasantri Tremas Ngaji Bersama Dosen Beirut
15 Hari, Mahasantri Tremas Ngaji Bersama Dosen Beirut
Pacitan, NU Online
Ma'had Aly Attarmasi Pesantren Tremas Pacitan menerima kunjungan delegasi dosen dari Global University Beirut Lebanon. Dosen bernama Syekh Amjad Arrfat ini akan bermukim di pesantren Tremas selama lima belas hari ke depan untuk memberikan mata kuliah kepada para mahasantri.

Naib Mudir Bidang Akademik KH Abdillah Nawawi mengatakan, Ma'had Aly Attarmasi merupakan satu dari 13 Ma'had Aly di Indonesia yang mendapatkan kunjungan  delegasi dosen dari Global University Beirut. Kedatangan dosen di Ma'had Aly ini merupakan bentuk kerja sama akademik antara Direktorat PD Pontren Kementerian Agama RI dan Global University Beirut.

"Malam ini kita bersyukur sekali Ma'had Aly kita kedatangan dosen tamu dari Global University Beirut Lebanon. Oleh karenanya para Mahasantri harus bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Caranya dengan sering bertanya dan berdiskusi dengan Syekh," katanya saat acara penyambutan yang dikemas dengan kegiatan Muhadloroh Ammah atau stadium Generale, di serambi Masjid pesantren Tremas, Sabtu (6/1) malam.

Kedatangan Syekh Amjad tidak sendiri. Ia didampingi oleh seorang penerjemah bernama Akmal Marzuki dari Yayasan Shahamah Jakarta. Selama bermukim di Tremas, ia akan mengajar mata kuliah aqidah dan fiqih.

Syekh Amjad mengaku terkesan dengan Pesantren Tremas yang merupakan tempat kelahiran ulama berkaliber internasional yang dikenal sebagai ahli hadits dan pengarang kitab yang produktif, yakni Syekh Mahfudz Attarmasi. Di hadapan mahasantri, ia berharap agar mahasantri Ma'had Aly kelak bisa meneruskan estafet keilmuan dari para ulama Tremas.

"Kita harus berterima kasih kepada para ulama kita. Kita harus bisa membalas jasa para ulama dengan semangat belajar, mengaji, dan menghafalkan," ajak Syekh Amjad seperti yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemahnya.

Ia mendorong mahasantri agar lebih giat lagi dalam mempelajari bahasa arab. Sebab, katanya, Bahasa Arab merupakan salah satu sumber dari keilmuan. Selain itu, mahasantri tidak boleh berpuas diri hanya belajar di satu tempat saja.

"Mari kita perdalam bahasa Arab hingga ke sumbernya, Arab sana. Jadilah kalian seperti Syekh Mahfud Attarmasi yang belajar hingga ke Makkah dan menjadi ulama besar disana, " katanya.

Seperti diketahui, Ma'had Aly Attarmasi pesantren Tremas Pacitan sejak berdiri pada tahun 2008 mengembangkan takhassus Fiqih dan Ushul Fiqih. Ma'had Aly menyelenggarakan dan melaksanakan kaderisasi ulama’ dengan membekali dan menanamkan tardisi amaliyah salaf shalih. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Sabtu 6 Januari 2018 11:4 WIB
Nurul Jadid dan Darul Lughah wal Karomah Miliki Kesamaan Perjuangan
Nurul Jadid dan Darul Lughah wal Karomah Miliki Kesamaan Perjuangan
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka memperkuat ukhuwah ma’hadiyah, Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/1) mendapatkan kunjungan dari Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan.

Kunjungan dari Pesantren Darul Lughah Wal Karomah ini diterima langsung oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid di Aula Nurul Jadid Paiton bersama keluarga besar Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Ketua Yayasan Darul Lughah Wal Karomah KH Mu'tafi menyampaikan kedatangannya ke Pesantren Nurul Jadid bertujuan untuk belajar dalam rangka mengejar ketertinggalan pesantren agar sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Sudah saatnya pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pembelajaran saja, melainkan sudah harus berfokus pada aspek lain, seperti dakwah Islamiyah dan pengkaderan. Kami ingin tadarus ke Nurul Jadid terkait dengan hal ini,” katanya.

KH Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren Nurul Jadid menyampaikan bahwa antara Pesantren Nurul Jadid dan Pesantren Darul Lughah Wal Karomah memiliki ikatan kekerabatan dan kekeluargaan yang sangat dekat. Bahkan termasuk pesantren yang memiliki kesamaan perjuangan secara historis.

“Oleh karena itu, kegiatan ini bukan merupakan studi banding, tapi tadarus ma'hadiyah, untuk sama-sama memajukan pendidikan pesantren, mengingat banyaknya santri secara kuantitas dan cakupan jaringan yang sangat luas,” ujarnya.

Menurut Kiai Abdul Hamid, hal ini sangat perlu dilakukan dalam rangka memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembelajaran, lembaga dakwah dan pengkaderan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Jumat 29 Desember 2017 11:5 WIB
Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga
Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga
Buleleng, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Jadid Pemuteran Kabupaten Buleleng menggelar Pekan Olahraga yang didukung oleh Kemenpora RI. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 26 sampai 28 Desember 2017.

Dalam pekan olahraga ini, aneka macam perlombaan digelar mulai dari futsal santri, tenis meja, badminton, dan lari cepat 100 meter serta olahraga tradisional yakni gobak sodor. Selain itu, pekan olahraga ini diawali dengan penampilan atraksi pencak silat dari grup Pagar Nusa Buleleng.

Perlombaan ini diikuti tujuh pondok pesantren, yakni Pesantren Nurul Jadid, Pesantren Mirqotul Falah, Pesantren Bustanul Ulum, Pesantren Nurul Iman, Pesantren Nurul Hasan, Pesantren Nurul Fatah, Masjid Remas Ainul Yaqin dan MI Assyafi'iyah.

Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Gus M Sa'doellah Yamin memgatakan, kegiatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi kepada pesantren untuk meningkatkan prestasi dan semangat olahraga di pesantren.

"Selain bantuan langsung Kemenpora RI, kegiatan ini, juga didukung PAC Anshor Gerokgak. Saya juga mengajak semua komponen masyarakat untuk terus ikut serta menggelorahkan olahraga. Khususnya dilingkungan Pesantren dan terus bersinergi dengan visi dan misi Kemenpora," ucapnya. Kamis (28/12) malam.

Menurut Gus Sa'doellah, olahraga harus dilestarikan di pesantren agar para santri juga sehat dalam raganya sehingga ketika mengikuti pelajaran umum dan agama. Mereka juga bisa bersemangat.

"Mari kita berdoa semoga di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Ini sangat cocok sekali dengan nilai-nilai pesantren," imbuhnya.

Gus Sa'dullah menuturkan bahwa olahraga hal yang sangat penting untuk para santri karena santri di kompleks pesantren juga bisa meningkatkan potensinya di berbagai bidang olahraga yang digemarinya.

"Harapan saya, pesantren tidak hanya mencetak seorang kiai, ustadz, atau guru. Tapi juga atlet olahraga. Yang nantinya, bisa ikut serta mengharumkan nama negeri ini. Sejak dulu santri selalu ikut mewarnai pentas nasional. Insya Allah semoga santri Nurul Jadid bisa berprestasi dalam bidang apapun, supaya bermanfaat pada masyarakat, khususnya di lingkungannya," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG