IMG-LOGO
Daerah

Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda


Sabtu 20 Januari 2018 23:47 WIB
Bagikan:
Berziarah ke Ajengan Abdullah Bin Nuh, Ulama Produktif Sunda
Bogor, NU Online 
Para ajengan dari Bandung Barat berziarah ke makam Mama Ajengan KHR. Abdullah Bin Nuh di Pondok Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Sabtu (20/1). Para ajengan itu mendapat sambutan yang hangat dari KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh,  putra Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh beserta keluarga.

Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh adalah seorang mahaguru ulama dari Tatar Sunda keturunan ketujuh dari Eyang Dalem Wiratanu Datar (Dalem Cikundul), Cianjur. Ia dikenal sebagai ulama produktif menulis. Lebih dari 70 buah karya tulis lahir dari pemikirannya dalam bidang fiqh, ushuludin, sejarah, sastra dan sebagainya. Sebagian karyanya telah tersebar dan menjadi rujukan di berbagai belahan dunia Islam. 

Menurut Kiai Toto, Mama Ajengan Abdullah bin Nuh merupakan seorang ulama yg teguh dan gigih dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) sebagaimana terangkum dalam karya monumentalnya sebanyak 36 jilid Ana Muslimun, Suniyyun, Syafi'iyun yang telah dicetak di Mesir. 

Sayangnya, kata dia, figur ulama kharismatik yang nasionalis sejati ini telah diselewengkan peran sejarahnya sebagai salah seorang pendiri HTI. Pihak keluarga secara tegas menolak klaim tersebut. Klaim tersebut sebagai bentuk yang tidak bertanggung jawab.

Di Bandung Barat, jejak Mama Ajengan Abdullah Bin Nuh merupakan salah satu tokoh penting berdirinya Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB) Cililin tahun 1970 bersama Kiai Mayor Makmun dan Kiai Supardan.

Mulai 10 Februari 2018, rencananya karya-karya intelektual ulama Sunda kelas Internasional ini akan secara rutin dikaji bersama ajengan-ajengan Bandung Barat dipandu langsung oleh putranya KH Toto Mustofa Abdullah Bin Nuh.

Selain jamuan yang sempurna dari keluarga Mama Ajengan, para peziarah diberikan oleh-oleh tiga buah buku karya Mama Ajengan tersebut, yaitu Ana Muslimun Suniyyun Syafi'iyun jilid 1, Islam dan Materialisme dan Mencintai Keluarga Nabi. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG