IMG-LOGO
Internasional

NETO, Jembatan untuk Meningkatkan Ekonomi Nahdliyin


Selasa 23 Januari 2018 06:00 WIB
Bagikan:
NETO, Jembatan untuk Meningkatkan Ekonomi Nahdliyin
Taipei, NU Online
CEO NU Economic and Trade Office (NETO) atau Kantor Dagang dan Ekonomi NU Anang Abdul Azis menegaskan, NETO bukan lah pesaing daripada Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) namun Kantor Dagang NU ini bisa menjadi mitra KDEI untuk meningkatkan perekonomian warga NU secara khusus dan warga Indonesia secara umum.

“Posisinya bukan sebagai saingan dari Kantor Dagang Indonesia, justru sebagai kolaborator (KDEI),” kata Anang di Taipei, Selasa (23/1).

NETO merupakan sebuah ‘wadah’ yang berada di bawah naungan Lembaga Ekonomi dan Investasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebuah badan khusus. Fokus NETO adalah meningkatkan ekonomi warga NU. 

“Biar muncul konglomerat-konglomerat baru dari Nahdliyin,” tegasnya.

Anang menyebutkan, tugas dan peran NETO adalah sebagai penghubung atau perantara yang menjembatani antara para pengusaha di luar negeri dengan pengusaha NU yang ada di dalam negeri. Pun sebaliknya, jika ada pengusaha NU yang hendak mengimpor produknya ke luar maka NETO bisa menjadi jembatannya. 

“NETO itu semacam inkubator yang menghubungkan pengusaha NU dengan pebisnis luar,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk memiliki ekonomi yang baik maka Nahdliyin tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Mereka harus bersekutu dan membuat komunitas. Karena dengan adanya komunitas, mereka akan solid dan bisa saling mendukung antara yang satu dengan yang lainnya.

“Diharapkan NETO menjadi komunitas jembatannya para pebisnis NU ke depan,” ungkapnya. 

Ke depan, jelas Anang, NETO akan lebih banyak melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan perekonomian Nahdliyin dalam berbagai bidang seperti pendidikan, perdagangan, dan lainnya. Untuk pendidikan, NETO akan menyambungkan kampus-kampus NU yang ada di Indonesia untuk melakukan kerjasama dengan kampus-kampus yang ada di luar negeri. 

“Juga start-up business. Diharapkan dari sini, lima atau sepuluh tahun ke depan akan muncul teknokrat dari Nahdliyin,” jelasnya. 

Selain itu,  NETO juga memiliki peran yang sangat strategis untuk menduniakan NU dan meng-NU-kan dunia, di samping tugas utamanya yakni menumbuhkan ekonomi Nahdliyin. Jika NETO didirikan di setiap negara yang ada PCINU nya maka NU akan semakin dikenal dan mendunia. Karena bagaimana pun juga, dengan adanya NETO maka syiar NU tidak hanya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan saja, tapi juga lewat perekonomian dan perdagangan.  

NETO yang pertama diluncurkan di Taiwan pada Senin (22/1) lalu. Rencananya, NETO akan buka kantor di beberapa negara seperti Jepang, Korea, Hong Kong, Malaysia, dan lainnya. (Muchlishon Rochmat)
Bagikan:
IMG
IMG