IMG-LOGO
Humor

Ceramah Duduk dan Berdiri

Selasa 23 Januari 2018 13:45 WIB
Ceramah Duduk dan Berdiri
Ilustrasi (shutterstock).
KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus mendapat undangan pernikahan putra-putri pasangan kiai di Pesantren Lirboyo, Kediri tahun 2014 lalu. Mempelai putri bernama Khadijah, anak seorang kiai Lirboyo, sedangkan mempelai lelaki bernama Rajih, anak seorang kiai di Pesantren Sarang, Rembang.

Sejumlah kiai lain juga hadir, di antaranya KH Maimoen Zubair, KH Kafabihi Mahrus yang juga shohibul bait, KH Husein Muhammad, dan kiai-kiai lainnya.

Di tengah ngobrol asik dengan Kiai Husein, pembawa acara nikahan tiba-tiba mempersilakan Gus Mus untuk memberikan ceramah atau mau’izah hasanah di atas panggung. Gus Mus sedikit terkejut.

Loh, aku? Sopo sing njaluk aku mau’izah hasanah (Loh, aku? Siapa yang meminta saya mau’izah hasanah)?” gumamnya di samping Kiai Husein karena menurut Gus Mus kala itu banyak kiai sepuh yang lebih pantas memberikan mau’izah hasanah.

Seketika salah seorang dari pihak panitia mendekat ke Gus Mus dan menjawab, “Tuan rumah, kiai”.

Gus Mus sedikit mendebat, “Ah, tuan rumah enggak ngomong karo aku (Ah, tuan rumah enggak ngomong dengan saya).” Suasana tersebut akhirnya terselesaikan ketika Kiai Kafabihi matur sendiri ke Gus Mus.

Gus Mus akhirnya naik panggung. Spontan, panitia menawarkan ke Gus Mus, “Nopo lungguh dateng kursi, nopo ngadeg, kiai (mau duduk di kursi atau berdiri, kiai)?”

Ngadeg ae. Lungguh iso suwe, nek ngadeg iso sedelat (Berdiri saja. Duduk bisa lama, kalau berdiri bisa sebentar),” Gus Mus diplomatis. (Fathoni)

Cerita ini dinukil dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” (2015) karya KH Husein Muhammad.
Tags:
Selasa 23 Januari 2018 15:23 WIB
Cerita Menggelitik Pasca-Gempa
Cerita Menggelitik Pasca-Gempa
Ilustrasi (jogjapos.com)
Suatu siang, ratusan orang dalam sebuah gedung terkejut dan panik merasakan goncangan cukup besar. Benda-benda di sekitar bergoyang. Seketika mereka sadar, itu gempa!

Tanpa ingat untuk membaca doa dan sholawat, dengan cepat mereka bergegas keluar kantor membawa tas, HP, dan lain-lain, tapi tak sempet memakai kembali sepatunya.

Mereka berhamburan menuju tangga darurat. Ternyata, mereka juga tak ingat harus kembali ke kantornya. PULANG. (Ahmad)
Senin 22 Januari 2018 11:0 WIB
Mubaligh dengan Suguhan Minuman Terbanyak di Dunia
Mubaligh dengan Suguhan Minuman Terbanyak di Dunia
Kiai yang terkenal dengan gaya ceramah merakyat adalah KH Anwar Zahid. Pengasuh Pondok Pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafi’iyah Kabupaten Bojonegoro merupakan penceramah kondang yang go internasional karena pernah berceramah di beberapa negara.

Suatu ketika, ia berceramah di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY. 

Gelak tawa tak terelakan ketika dua panitia ke atas panggung, yang satunya membawa pinggan lengkap dengan berbagai minumannya dan yang satunya bersiap menaruh ke atas meja yang berada di depan Kiai Anwar.

Akeeh ngombene (banyak sekali minumannya)!” respons Kiai Anwar Zahid spontan.

Sontak seluruh hadirin tak bisa menahan tawa. 

“Mubaligh sak dunyo iki ceramah sing suguhane ngumbe akeh dewek iki mung Anwar Zahid (mubaligh sedunia ini ceramah yang sajian minumannya banyak sendiri cuma Anwar Zahid,” tambahnya. (Wahyu Akanam)

Rabu 27 Desember 2017 3:1 WIB
HAUL GUS DUR 2017
Cerita Gus Dur tentang Paus Nyetir Mobil
Cerita Gus Dur tentang Paus Nyetir Mobil
Gus Dur ditemani istrinya, Hj. Shinta bertemu Paus Yohanes Paulus II
KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, selain dikenal sebagai sosok ulama, pemikir, penulis, humanis, negarawan, dll, juga dikenal dengan joke atau humornya yang cerdas dan tinggi. Hal itu terbukti dari deretan buku-buku tentang Gus Dur, banyak juga yang mengungkap sisi joke beliau.

Ketika mengisi Orasi Ilmiah dalam rangka Peresmian Kampus Universitas Yudharta, Pasuruan dan Kolokium (seminar) Ulama se-Indonesia di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Pasuruan, Senin, 23 Mei 2005 silam, di depan para ulama dan tokoh lintas agama, ia menyampaikan joke-jokenya.

Salah satu joke yang dibawakan oleh mantan Ketua Umum PBNU ini adalah tentang Sri Paus, pemimpin Gereja Katolik dunia.

“Karena di hadapan Romo, saya tidak tahan, terpaksa, menceritakan yang belakangan ini, sebagai penutup,” ungkap Gus Dur mengawali ceritanya. Semua hadirin menyimak dengan seksama. Kemudian Presiden Republik Indonesia ke-4 ini pun bercerita.

Beberapa bulan sebelum wafatnya, Sri Paus datang ke New York di Amerika Serikat. Sore-sore, dia naik mobil dipinggir kota, kan sepi. 

Dia bilang kepada sopir: “Pir, Anda berhenti. Anda pindah ke belakang, saya ingin belajar nyetir”. 

Umurnya sudah 84 tahun, jalan saja (susahnya) setengah mati, (malah) nyetir! Dua menit masuk selokan. Polisi (kemudian) datang, wiu-wiu-wiu. Diurusi semuanya, beres. Ya ndak kecelakaan, orang pelan saja. Polisi itu menelepon kepada komandannya: 

“Ndan, saya ini lagi ngurusi orang penting kecelakaan.”

“Siapa? Presiden?”

“Bukan?”

“Wakil Presiden?”

“Bukan!”

“Menteri?”

“Bukan!”

“Senator?”

“Bukan!”

“Gubernur?”

“Bukan!”

“Wali Kota?”

“Bukan!”

“Lha, siapa?”

“Ndak tahu. Sopirnya saja, Paus!” 

Hahaha! Hadirin pun dibuat terbahak-bahak.

“Yang diurusi malah sopir yang dibelakang!” imbuh Gus Dur. 

“Lha (cerita) ini, saya ndak tahan: dihadapan pastur terpaksa saya cerita,” pungkas Gus Dur mengakhiri cerita. (Ahmad Naufa)

Sumber: Video ceramah Gus Dur tentang acara tersebut yang diunggah di Youtube.

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG