IMG-LOGO
Nasional

Tim Kemanusiaan NU untuk Asmat Diberangkatkan Besok

Rabu 24 Januari 2018 20:20 WIB
Bagikan:
Tim Kemanusiaan NU untuk Asmat Diberangkatkan Besok
Jakarta, NU Online
Melalui NU Peduli Kemanusiaan dikirimkan relawan ke daerah yang mengalami campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Pemberangkatan relawan dilakukan Kamis (25/1) besok, sementara pelepasan berlangsung Rabu (24/1) sore di Ruang NU Care-LAZISNU, lantai 2 Gedung PBNU Jakarta Pusat.

Para relawan merupakan perwakilan dari NU Care-LAZISNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklan (LPBI) PBNU, dan dokter dari Lembaga Kesehatan (LK) PBNU.

Muhammad Wahib, relawan LPBI PBNU mengatakan pada pemberangkatan pertama ini dikirimkan bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan. 

“Sebelumnya kami telah berkomunikasi dengan Pemda dan PCNU setempat, serta pihak terkait,” kata Wahib.

Dihubungi terpisah, Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zainy menyampaikan penghargaan atas inisiatif kemanusiaan yang digagas NU Care-LAZISNU dengan mengirimkan tim kemanusiaan dan memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan yang diperlukan.

“Mudah-mudahan ini bagian dari terus merekatkan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan) kita sebagai  entitas bangsa Indonesia dalam menjalin ukhuwah di antara kita,” kata Sekjen Helmy.

Sebelumnya diberitakan sebagaimana info dari Pemda setempat, tenaga medis di Asmat sangat minim. Selain itu, kegiatan Posyandu pun kurang begitu aktif.

Wakil Bendahara Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Makki Zamzami menjelaskan bahwa keadaan yang melanda anak-anak di Asmat disebabkan oleh malnutrisi, status gizi yang buruk, dan kurangnya protein dalam tubuh.

Masyarakat suku Asmat tidaklah mengalami kekurangan makan. Hanya saja, gizi pada makanan yang masuk dalam tubuh yang monoton dan hanya itu-itu saja. Selain memberikan pengobatan, pihaknya akan melakukan edukasi sebagai pencegahan gizi buruk yaitu dengan memberikan pemahaman masyarakat setempat untuk memberi minimal enam bulan ASI eksklusif pada anak.

Hal itu sebagai nutrisi yang baik bagi anak. Adapun untuk mencegah campak bisa dilakukan dengan pemberian vaksin. Akan tetapi,  pemberian vaksin pun harus diimbangi dengan nutrisi yang baik dalam tubuh. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 24 Januari 2018 21:25 WIB
Kunjungi Kantor Kemenpora, Siswa SMPIT As Shibgoh Antusias Lihat Berbagai Fasilitas
Kunjungi Kantor Kemenpora, Siswa SMPIT As Shibgoh Antusias Lihat Berbagai Fasilitas
Jakarta, NU Online
Sebanyak 143 siswa SMPIT As Shibgoh, Tangerang yang didampingi Kepala Sekolah SMPIT As Shibgoh Surma berserta 11  guru  SMPIT As Shibgoh berkunjung ke Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kunjungan tersebut untuk bersilahturahmi sembari memahami program kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga. 
 
Tiba di Teater Wisma Kemenpora, Rabu (24/1) pagi, rombongan SMPIT As Shibgoh di terima  oleh Karo Humas dan Hukum Amar Ahmad bersama Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Suryati serta Kabag Humas  Agus Lesmana. 
 
Dalam penjelasannya kepada para siswa SMPIT As Shibgoh tersebut, Karo Humas dan Hukum Amar Ahmad menyampaikan bahwa Kemenpora ini merupakan kantor yang mengurus pemuda dan olahraga.“Pemuda yang kita urus itu, pemuda yang berusia 16 sampai 30 tahun. Di bidang olahraga, kalian yang masih SMP sudah masuk pada usia dini untuk dilatih sesuai dengan bakat olahraga yang kalian miliki. Seperti yang disampaikan kepala Sekolah SMPIT As Shibgoh,bahwa ada siswa yang mempunyai talenta di bidang olahraga. Talenta seperti ini yang harus terus dibina,”ucapnya.  
 
Selain itu, Amar juga meminta kepada para siswa untuk terus berkarya. “Kalian adalah calon pemimpin masa depan Indonesia. Karena itu, teruslah berkarya, gunakan waktu kalian secara baik, sekarang ini seusia kalian sudah mengunakan gadget. Gunakan gadget ini secara benar, dengan gadget ini kalian dapat mencari informasi, berita dan pengetahuan yang bermanfaat,” lanjutnya.
 
Sementara itu, Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Suryati menyampaikan beberapa program Kemenpora.“Tugas saya sebagai Asdep Industri dan Promosi Olahraga selain mempromosikan program Kemenpora juga memfasilitasi para pelaku industri olahraga, antara lain dibidang produk olahraga. Kami juga memfasilitasi mantan atlet untuk membuat alat olahraga seperti bola sepak, Shuttlecock dan alat olahraga lainya,” ujarnya.
 
Kabag Humas Agus Lesmana mengucapkan terima kasih atas kunjungan SMPIT As Shibgoh.“Kami sangat terbuka menerima siapa saja yang datang ke Kemenpora, baik itu dari mulai tingkat SMP, SMA, Universitas bahkan dari Organisasi Kepemudaan. Intinya kami sangat terbuka dengan adik-adik dan seluruh masyarakat bahwa inilah kantor Kemenpora dan yang sekarang adik-adik berada ada di gedung teater. Gedung teater ini bisa digunakan siapa saja untuk membangun kreatifitas pemuda,” tuturnya.
 
Kunjungan siswa SMPIT As Shibgoh tersebut diakhiri dengan peninjauan keliling untuk melihat dan memperoleh penjelasan tentang komplek Kantor Kemenpora. Dari mulai meninjau Media Center, ruang Sitroom, DILo sampai ke ruang fitnes center. (Red-Zunus) 
Rabu 24 Januari 2018 21:7 WIB
Gus Mus: Allah dan Para Nabi Memuliakan Manusia
Gus Mus: Allah dan Para Nabi Memuliakan Manusia
Jakarta, NU Online 
Para Nabi adalah manusia yang memuliakan manusia dan memperlakukan manusia sebagai manusia. Bahkan Allah Sang Pencipta alam semesta juga sejak awal memuliakan manusia. Demikian dinyatakan KH Mustofa Bisri saat menerima penghargaan Hak Asasi Manusia dari Yayasan Yap Thiam Hien di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (24/1) malam.
Baca: Malam Ini Gus Mus Terima Yap Thiam Hien Award
Baca: Gus Mus Ingatkan Kita pada Kecerdasan dan Keluasan Islam
Menurut Gus Mus, dalam ajaran Islam, landasan utama dalam memuliakan dan memanusiakan manusia terdapat dalam kitab Suci Al-Qur'an yang berbunyi Wa laqod karromna banii aadama yang artinya Allah sejak awal memuliakan manusia. (QS. 17:70).

Lebih lanjut Gus Mus menjelaskan, dirinya bukanlah orang yang mengagungkan HAM karena didengungkan oleh orang-orang Barat. Namun dirinya hanya memperjuangkan terciptanya keadilan bagi siapa pun manusia. Itulah yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan ajaran para gurunya. 

Dalam nada kelakar Gus Mus menyatakan, "Saya ini tidak tahu HAM karena pendidikan saya hanya sedikit lebih rendah dari Bu Susi (Susi Pujiastuti/Menteri Perikanan dan Kelautan). Bu Susi tamat SMP, sedang saya hanya sampai kelas satu Madrasah Tsanawiyah (setara kelas 1 SMP)."

"Saya ini ndak tahu apa itu HAM, nasionalisme, dan lain-lain karena sejak kecil saya dididik di pesantren. Saya hanya diajari bahwa Indonesia adalah rumahmu, maka kamu harus jaga. Jangan rusak rumahmu dan jagalah rumahmu dari gangguan orang lain," terang Gus Mus disambut tepuk tangan meriah hadirin. 

Lebih lanjut, Gus Mus menandaskan, ketidakadilanlah yang membuat orang marah dan kemarahan itulah yang membuat orang bersikap ekstrem. 

"Maka kuncinya adalah bagaimana keadilan ditegakkan agar tidak menimbulkan kemarahan dan tindakan ekstrem lainnya," tandasnya. 

Penghargaan Yap Thiam Hien sendiri diserahkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti sebelum Gus Mus menyampaikan sambutannya. (Syaifullah Amin)

Rabu 24 Januari 2018 21:0 WIB
Muharik-Preneur, Upaya LTM PBNU Kuatkan Ekonomi Berbasis Masjid
Muharik-Preneur, Upaya LTM PBNU Kuatkan Ekonomi Berbasis Masjid
Salah satu aktivitas muharik masjid kota Bandung
Jakarta, NU Online
Terkait penguatan ekonomi masyarakat berbasis masjid, Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) mencanangkan akan mencetak Sejuta Kotak Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid (Gismas) dan mencetak Sejuta Pengusaha Muda.

“Hal itu seperti ditegaskan Ketua LTM-PBNU Kiai Haji Muhammad Mansyur Saerozy dalam diskusi pengurus LTM-PBNU bersamaan Family Gathering 20-21 Januari 2018 di Cianjur, Jawa Barat,” kata Sekretaris LTM-PBNU Ibnu Hazen, Selasa (24/1) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Penguatan ekonomi menjadi salah satu arena perjuangan LTM-PBNU 2015-2020.

“Strategi mewujudkan hal itu adalah dengan Pelatihan Muharik-Preneur,” Ibnu meneruskan.

Muharik-Preneur atau pemuda pelopor dalam waktu dekat diagendakan dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan dan pertanian intensif.

“Pertanian intensif dengan salah satu fokusnya pertanian jagung. Menjadi pertimbangan di mana delapan puluh persen jagung di Indonesia masih impor, ini menjadi ironi kita dan mendorong LTM-PBNU menggerakkan pertanian tersebut bagi pemuda pelopor,” papar Ibnu.

(Baca: Penguatan Akidah, Arena Pertama Perjuangan LTM-PBNU)
Pelatihan Muharik-Prenuer bertujuan melahirkan para pemuda tani yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Untuk itu akan dibentuk Forum Komunikasi Wirausaha Muda (FKWM).

Lebih jauh diharapkan para pemuda memberikan sumbangsih masjid dalam pembangunan.

Sumbangsih serupa juga diberikan oleh para muharik masjid yakni para ustadz yang merupakan pemimpin-pemimpin di masjid dan mushala.

“Pemimpin atau muharik masjid menjadi tokoh anutan, menjadi dai dan daiyah, sehingga mereka memiliki jiwa kepemimpinan sosial yang sesuai dan sekaligus mengembangkan karakter, kapasitas dan ideologi aswaja annahdliyah,” tandas Ibnu. (Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG