IMG-LOGO
Daerah

Jenazah AGH Rafii Yunus Maratan Sengkang Dikebumikan Hari Ini

Selasa 30 Januari 2018 7:52 WIB
Bagikan:
Jenazah AGH Rafii Yunus Maratan Sengkang Dikebumikan Hari Ini
Alm AGH Rafii Yunus Martan (dok. ist).
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Anregurutta Haji (AGH) Rafii Yunus Martan yang berpulang pada Senin (29/1) sekitar pukul 19.25 waktu setempat dikebumikan hari ini, Selasa (30/1) di Sengkang.

“Insyaallah dimakamkan di Sengkang hari ini,” demikian keterangan resmi pihak Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang.

Gurutta Rafii Yunus Martan meninggal di usia 77 tahun. Ulama yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang ini lahir pada 15 Juli 1941 di Belawa, Wajo.

Dari rahim Pesantren As'adiyah Sengkang ini (dulu bernama Madrasah Arabiyah Islamiyah, MAI) lahir AGH Ambo Dalle dan AGH Abduh Pabbaja (Pendiri DDI), AGH Daud Ismail (Pendiri Ponpes Yatsrib Soppeng), AGH Abdul Muin (Pendiri Ponpes Urwatul Wutsqa Sidrap).

Kemudian lahir juga AGH Yafie (Ayahanda KH. Ali Yafie), AGH Abdul Latief (Pimpinan Ponpes al-Junaidiyah Bone), AGH Prof. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta), AGH Harisah (Pendiri Pesantren Annahdlah, Makassar), AGH Abdul Kadir (Pendiri Ponpes MDIA, Makassar), serta sederet ulama-ulama telah lahir dari rahim Pesantren tertua di Indonesia Timur ini.

Sebagai ulama panutan masyarakat, AGH Rafii Yunus memiliki prestasi akademik tinggi. Meskipun sempat tidak bisa menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin Makassar, ia tidak putus harapan dan cita-cita.

Jalan keilmuannya berlanjut ketika memutuskan untuk mengambil jurusan Perbandingan Agama di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1964. Gelar BA (sarjana muda) diraih pada tahun 1968, dan Drs (doktorandus) berhadil diselesaikan pada tahun 1971.

Seperti dirilis website resmi Pondok Pesantren As’adiyah, ia kembali ke Sengkang dan mengabdi di Pesantren As’adiyah, antara lain memberikan pengajian pesantren Bahasa Bugis di Masjid Agung (Masjid Ummul Quraa) serta sebagai tenaga guru honorer di Madrasah Aliyah antara tahun 1971 sampai 1973.

Ia merasa untuk membangun pendidikan berkualitas, harus bisa mengintegrasikan sistem pendidikan yang berjalan di Barat. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 ke Intitute Of Islamic Studies, McGill University Montreal, Quebec, Canada Jurusan Studi-studi Keislaman bidang kekhususan Teologi Islam, lulus tahun 1976.

Kemudian, AGH Rafii Yunus berhasil menyelesaikan PhD (S3) di Departemen of Near Eastern Studies University of Michigan, Ann Arbor, Michigan USA, Jurusan Studi-studi ke Islaman bidang kekhususan Ulumul Qur’an, dan lulus tahun 1994.

Sejak tahun 1976 atau setamat dari McGill University, ia menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makassar hingga tahun 2007.

Setelah itu Anregurutta Prof Dr HM. Rafii Yunus Martan, MA memangku berbagai jabatan di lingkungan IAIN Alauddin Makassar. 

Antara lain, Sekertaris Fakultas Ushuluddin (1979-1980), Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin (1980-1986), Ketua Jurusan Perbandingan Agama (1981-1986), Ketua Jurusan Tafsir Hadits (1994-1996), Asdir I Bidang Akademik PPS IAIN Alauddin Makassar (1995-2003), serta Guru Besar bidang Ulumul Qur’an Fakultas Ushuluddin Makassar (2002-2006).

Menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif sebagai dosen S2 dan S3 di PPS IAIN (sekarang UIN) Alauddin Makassar dari 1994 hingga kini.

Tercatat, Gurutta Prof Rafii Yunus memimpin PB As’adiyah empat periode, sejak terpilih memimpin Organisasi Islam As’adiyah pada Muktamar tahun 2002 dan kembali terpilih keempat kalinya pada Muktamar As’adiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur 2017 lalu. Gurutta juga menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Wajo. (Red: Fathoni)
Bagikan:
Selasa 30 Januari 2018 20:30 WIB
Habib Luthfi dan Yenny Wahid Akan Hadiri Sewindu Haul Gus Dur di Tegal
Habib Luthfi dan Yenny Wahid Akan Hadiri Sewindu Haul Gus Dur di Tegal
Tegal, NU Online
Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) Kabupaten Tegal akan menggelar Sewindu Haul Gus Dur, Sabtu (3/2) mendatang. Acara ini akan dilaksanakan di gedung KORPRI Slawi. Kegiatan yang mengusung tema Semua Demi Bangsa dan Negara bakal diisi doa bersama lintas agama. 

Ketua FSN Kabupaten Tegal, H Muslih mengatakan kegiatan tidak lain mengenang teladan yang telah diberikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. "Selain mengenang almarhum Gus Dur, acara juga dalam rangka 3 tahun Forum Silaturahmi Nusantara," katanya, Selasa (30/1).

Lanjut Muslih, acara juga bakal dimeriahkan sejumlah kegiatan di antaranya penampilan tari kolaborasi Nusantara, tari sufi dan penampilan dari masing-masing agama. "Panitia menyediakan seribu undangan untuk semua kalangan," katanya.

Mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal itu menambahkan bahwa kegiatan juga akan diisi tausiyah kebangsaan oleh ulama kharismatik dari Pekalongan, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan beberapa tokoh lain. 

Selain Habib Luthfi, sejumlah tokoh yang direncanakan hadir yakni Zannuba Ariffah Chafsoh atau putri Gus Dur yang akrab disapa Mbak Yenny Wahid. “Juga KH Amin Maulana Budi H dari Semarang dan Dewi Kanti dari Kuningan," pungkasnya. (Hasan/Ibnu Nawawi)
Selasa 30 Januari 2018 19:30 WIB
IPNU dan IPPNU Mojowarno Lakukan Evaluasi Kinerja Tiga Bulanan
IPNU dan IPPNU Mojowarno Lakukan Evaluasi Kinerja Tiga Bulanan
Jombang, NU Online
Bila dibandingkan dengan kepengurusan serupa, keberadaan Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Mojowarno, Jombang sarat kelebihan. Salah satunya adalah dengan digelarnya Rapat Pleno Triwulan. Hal tersebut sebagai evaluasi kinerja organisasi, dan berlangsung di Pendopo Balai Desa Gondek, Ahad (28/1).

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Jombang, M Ishomuddin Haidar mengatakan bahwa hanya PAC IPNU-IPPNU Mojowarno yang melakukan rapat evaluasi kegiatan. “Mojowarno adalah satu-satunya PAC yang mengadakan rapat triwulan sebagai evaluasi kegiatan,” kata Haidar. 

Ia menambahkan keberadaan, IPNU dan IPPNU di kawasan ini sebagai barometer administrasi bagi kepengurusan serupa se-Jombang. “Untuk selanjutnya semoga Mojowarno menjadi barometer kaderisasi,” tandasnya.

Tidak hanya itu, PAC IPNU IPPNU Mojowarno selalu memiliki kegiatan baru. “Sebagai bukti bahwa Mojowarno masih tetap disegani karena selalu memiliki kegiatan inovatif,” katanya. Salah satunya Pekan Olahraga dan Seni atau Porseni yang akan diadopsi pimpinan pusat, lanjutnya.

Ketua IPNU PAC Mojowarno masa khitmad 2018-2019, Ahmad Wahyudi Utomo berharap setelah diadakannya kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadi organisasi yang lebih baik. “Semoga Mojowarno terus menjadi PAC yang lebih baik lagi patut dicontoh serta tetap memberi manfaat bagi siapapun,” harapnya. (Izzatul Mufidati/Ibnu Nawawi)
Selasa 30 Januari 2018 17:18 WIB
Konferancab IPNU dan IPPNU Ngantru Jadi Ajang Belajar Demokrasi
Konferancab IPNU dan IPPNU Ngantru Jadi Ajang Belajar Demokrasi
Tulungagung, NU Online
Para pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa langsung mempraktikkan cara berdemokrasi lewat konferensi yang diselenggarakan. Baik itu di tingkatan badan otonom maupun di NU sendiri. 

Hal tersebut sebagaimana dirasakan para pelajar yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU).  Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung menggelar Konferensi Anak Cabang atau Konferancab, Ahad (28/1). Kegiatan diselenggarakan di Desa Bendosari.

Selain pemilihan ketua baru, konferensi juga dilaksanakan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban ketua yang akan domisioner. Dan melalui proses pemilihan, akhirnya rekanita Indah Khoirun Nada terpilih sebagai Ketua PAC IPPNU Ngantru. 

Dalam sambutannya, Indah mengucap syukur serta berterima kasih kepada seluruh pimpinan ranting yang hadir. “Alhamdulillah dan terimakasih kepada rekan-rekanita yang mempercayakan amanah,” katanya usai terpilih. Dirinya mengajak seluruh komponen di IPNU dan IPPNU Ngantru menjadikan organisasi pelajar lebih beradab dan bermartabat demi mewujudkan cita-cita ulama, lanjutnya.

Seperti Indah yang diamanahi menjadi ketua, di tempat itu juga rekan Sandy Sahrizal terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Ngantru periode yang sama yakni 2018 hingga 2020.

Suliana selaku Ketua PC IPPNU Tulungagung menyampaikan bahwa pemilihan yang dilakukan PAC Ngantru sangat demokratis. Terbukti tidak ada golput dalam pemilihan ini. “Saya  berharap konferancab di PAC Ngantru ini bisa menjadi contoh bagi pelajar dalam berdemokrasi, khususnya saat memasuki tahun politik ini,” pesannya. 

Acara yang dihadiri seluruh pimpinan MWC NU dan anggota ranting IPNU IPPNU se Kecamatan Ngantru tersebut berlangsung khidmat. (Puspita Hanum/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG