IMG-LOGO
Nasional
RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2018

Omset 300 M, Ini Rahasia BMT NU Sejahtera Semarang

Selasa 30 Januari 2018 13:30 WIB
Bagikan:
Omset 300 M, Ini Rahasia BMT NU Sejahtera Semarang
Manager BMT NU Sejahtera Pargono (berdiri) Foto: Wahyu Noerhadi
Sragen, NU Online
Dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU, Selasa (30/1) disajikan beberapa testimoni kesuksesan para pengelola BMT NU. NU Semarang berbagi tips kesuksesan mengelola dana simpan pinjam.

Awalnya BMT NU Sejahtera digagas oleh LPNU Semarang pada 2004. Pada 2008 BMT NU Sejahtera telah mendapatkan izin dari provinsi dan saat ini sudah mengantongi izin nasional.

"Pertama yang harus dikuasai adalah legalitas; kedua kita harus sadar kalau kita mempunyai tanah yang subur yaitu NU," kata Pargono, Manager BMT NU Sejahtera saat memberikan testimoni di lokasi Rakornas, Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah.

Ia menyebut kekuatan NU dari pusat hingga ranting atau anak ranting adalah modal utama untuk bergerak. Belum lagi lembaga/banom yang harus didekati,

"Kita harus pintar, cerdas dan pandai me-PHP yaitu Pemberi Harapan Pasti," kata dia.

PHP yang dimaksud adalah pasti mengembalikan uang dan pasti aman. Kedua ini harus diperhatikan. Ketika masyarakat menyimpan uang pasti aman dan ketika masyarakat meminjam uang pasti kembalinya. Dari itu ada yang harus diperkuat yaitu sistem .

"Misalnya di cabang ada kas berapa dan di pusat sudah tahu, sistemnya harus sinergi," lanjutnya.

Saat ini BMT NU Sejahtera sudah memiliki 65 cabang dan di Sragen sudah mendirikan tujuh cabang. Bahkan dalam waktu lima bulan BMT NU Sejahtera di Sragen pembiayaannya sudah mencapai 1 miliar rupiah.

"Kami sudah memiliki izin secara nasional. Ke depan kami akan mendirikan BMT di Jawa Timur, Jawa Barat. Dan Yogjakarta sudah ada lima cabang yang sudah request (meminta) membuka cabang di sana," terang Pargono.

Dengan memiliki 65 cabang BMT NU Sejahtera Semarang memiliki omset 300 miliar.

"Kuncinya kita bagi hasil antara 1,5 persen sampai 1,7 persen. Tentu di sana ada tawar menawar. Ke depan kita nol koma tidak sampai satu persen bagi hasilnya," tutur Pargono.

Pargono melanjutkan BMT NU Sejahtera sudah melakukan MoU dengan UIN Walisongo.

Terkait Koin NU, ia mengatakan pihaknya sudah silaturahim kepada Kiai Ma'ruf Islamuddin (penggagas Koin NU Sragen) dan sekarang sudah mencapai sembilan ribu kotak, akan tetapi kinerjanya kurang fokus.

"Ke depan kita ingin fokus pada Koin NU, akan dibentuk manager dan memperkuat sistem," pungkasnya. (Rof Maulana/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Selasa 30 Januari 2018 22:34 WIB
Kunjungi PBNU, Komnas HAM Terima Masukan soal Kasus 1965
Kunjungi PBNU, Komnas HAM Terima Masukan soal Kasus 1965
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerima kunjungan Komisioner Komnas HAM di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (30/1). PBNU menyambut baik kunjungan silaturahmi dan sharing gagasan Komisioner Komnas HAM.

Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz didampingi Ketua PBNU H Robikin Emhas, Wakil Sekretaris PBNU H Masduki Baedowi, dan Wakil Sekretaris PBNU Isfah Abidal Azis menyambut rombongan yang diketuai Ahmad Taufan Damanik ini.

Rombongan Komnas HAM terdiri atas Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang didampingi Wakil Ketua bidang Internal Hairansyah, Wakil Ketua bidang Eksternal Sandrayati Moniaga, Sekretaris Jenderal Tasdiyanto, Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Beka Ulung Hapsara, Koordinator Subkomisi Penegakkan HAM Amiruddin Al-Rahab, Komisioner Mediasi Minafrizal Manan, dan Komisioner Pengkajian dan Penelitian Mochammad Khoirul Anam.

Pada pertemuan tersebut, PBNU memberi beberapa masukan terhadap program prioritas Komnas HAM.

Di antara masukannya terkait penanganan penyelidikan peristiwa 1965. Menurut Ketua PBNU H Robikin Emhas, penyelidikan kasus tersebut seharusnya tidak hanya berhenti pada tahun 1965 karena peristiwa itu terjadi bukan karena faktor tunggal.

"Kalau yang diselidiki tahun 1965, maka yang terungkap adalah tidak merepresentasikan realitas seluruhnya," katanya.

Namun demikian, ia melanjutkan, dalam pandangan Nahdlatul Ulama, penyelesaian peristiwa 1965 sebaiknya dengan cara rekonsiliasi alamiah karena hal itu jauh lebih tepat.

Selain persoalan peristiwa 1965, PBNU juga memberi masukan tentang isu radikalisme dan intoleransi, agraria, dan tata kelola Komnas HAM.

Sementara Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku senang telah diberi banyak masukan dari PBNU tentang empat program yang menjadi prioritasnya.

"Masukan dari PBNU bukan hanya bagus, tapi memberikan perspektif kearifan," katanya.

Ditanya agenda selanjutnya, ia mengatakan pihaknya akan mengadakan pertemuan lanjutan yang lebih khusus dan lebih teknis untuk kemungkinan terjadinya kerja sama. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Selasa 30 Januari 2018 21:42 WIB
Peringati Harlah NU ke-92, Menpora Buka Turnamen Bulutangkis Keluarga Besar Nahdliyin
Peringati Harlah NU ke-92, Menpora Buka Turnamen Bulutangkis Keluarga Besar Nahdliyin
Menpora Imam Nahrawi bersama Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh
Jakarta, NU Online
Turnamen Bulutangkis Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Peringatan Hari Ulang Tahun NU ke-92 resmi dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Deputi Bidang Peningkatan Olahraga Prof. Mulyana di Gedung Olahraga (GOR) Bulutangkis Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1) sore.

Menpora sampaikan peringatan Harlah NU dengan bentuk berolahraga badminton adalah baru pertama kali. "Saya harap kegiatan ini tidak berhenti disini, silakan gunakan gedung ini setiap saat sesuai jadwal karena kita selain berolahrasa juga harus olahraga untuk menatap kecemerlangan di masa mendatang, selamat bertanding kita semua sehat lahir batin," ucap Menpora.

Menpora berharap para kader berbakat NU dibidang olahraga dapat terus mengasah skil dan kemampuannya. "Sebenarnya sudah pantas jika kader-kader NU mewakili Indonesia di kejuaraan dunia seperti All England, Thomas-Uber, Sudirman Cup dan Kejuaraan dunia lainnya," harapnya.

Perwakilan PB NU Yuri Ardianto menyampaikan turnamen ini adalah cara NU dan Kemenpora memperingati Harlah NU ke-92. "Perayaan tahun ini sangat sederhana tentu dengan pertimbangan, tahun ini dengan bulutangkis semoga tahun selanjutnya dapat dengan memanah dan berkuda, semoga kedepan kami dapat mempersiapkan dengan lebih matang," ucapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia sekaligus Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh menyampaikan turnamen ini dibanjiri peserta. "Terima kasih atas atensi para peserta yang diluar ekspektasi kami ini adalah adalah forum untuk silaturahmi mengakrabkan kita semua, mohon maaf atas segala kekurangan," ucapnya.

Turnamen Bulutangkis Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang memperebutkan Piala Ketua Umum PBNU dan Menpora RI ini diikuti peserta mulai dari Badan Otonom NU, stasiun televisi nasional, kementerian/lembaga, Polda Metrojaya, paguyuban pasar, majelis zikir, pondok pesantren dan individual. (Red-Zunus) 
Selasa 30 Januari 2018 18:31 WIB
Peringatan Harlah Ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asy’ari Diawali Shalat Gerhana
Peringatan Harlah Ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asy’ari Diawali Shalat Gerhana
Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari.
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asy'ari Jalan Dan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (31/1) malam.

Acara Harlah ini dilaksanakan pada pukul 19.30 sampai 22.25 WIB dan dimulai dengan pelaksanaan shalat gerhana bulan.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sejumlah menteri dan beberapa duta besar negara sahabat dijadwalkan hadir dalam acara ini.

Pada peringatan tersebut Presiden Jokowi akan menyampaikan amanat, Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin mengisi tausiyah, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan sambutan. 

Ketua PWNU DKI Jakarta yang juga ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-92 NU H Syaefullah saat ditemui NU Online di Kantor PBNU Jakarta, Selasa (30/1) mengaku sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk jamaah seperti tumpeng sebanyak 1926. 

Sementara untuk memperlancar jalannya kegiatan, panitia mengerahkan dinas kesehatan, petugas pemadam kebakaran, dan dinas kebersihan Provinsi DKI Jakarta.

Adapun pada Harlah kali ini, panitia mengusung tema Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama: Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah untuk Indonesia Sejahtera

Menurutnya, tema tersebut diangkat untuk merajut benang perbedaan. Apalagi 2018 memasuki perhelatan pilkada serentak di 171 daerah agar persatuan sesama anak bangsa kembali terjalin dengan harmonis. (Husni Sahal/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG