IMG-LOGO
Nasional
RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2018

Kiai Ma'ruf Amin: NU Mandiri, Negara Kuat, Islam Kuat

Rabu 31 Januari 2018 1:15 WIB
Bagikan:
Kiai Ma'ruf Amin: NU Mandiri, Negara Kuat, Islam Kuat
Sragen, NU Online
Melengkapi rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU 2018, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit NU di Sumberlawang, Selasa (30/1) sore. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, disaksikan peserta Rakornas dan masyarakat sekitar.

Kiai Ma’ruf berharap pembangunan rumah sakit tersebut cepat selesai agar bisa segera memberikan manfaat. 

“Fikrah amaliyah NU adalah berkhidmat memberikan pelayanan kepada umat (khidmatun ummah). Pelayanan kepada publik memudahkan untuk orang-orang yang memerlukan,” kata Kiai Ma’ruf.

Pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan dana yang dihimpun melalui Kotak Infak (Koin) NU. Karenanya Kiai Ma’ruf mengungkapkan rasa bangganya atas semangat warga NU di Sragen melakukan iuran demi terbangunnya rumah sakit NU. 

“Alhamdulillah, saya merasa bangga, dan bangga luar biasa. Di Sragen ini dibangun rumah sakit menggunakan Koin NU,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Ia menyebut apa yang dilakan warga Sragen sebagai contoh yang tiada duanya.

“PCNU Sragen menjadi PCNU terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Karena itu apa yang dilakukan di Sragen pantas menjadi teladan yang dapat ditularkan.

Kiai Ma'ruf juga memuji gerakan PCNU Sragen yang dapat menyinergikan berbagai lembaga dan banom NU dengan NU Care-LAZISNU, sehingga dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

"NU Sragen membangun sendiri rumah sakit, kantor NU, sekolah Maarif," katanya.

Dikatakan warga NU hendaknya tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain, namun lebih utama harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. 

“NU mandiri, negara kuat, Islam akan kuat,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 31 Januari 2018 20:1 WIB
HARLAH KE-92 NU
Presiden Joko Widodo: NU Selalu Tampilkan Islam Ramah dan Damai
Presiden Joko Widodo: NU Selalu Tampilkan Islam Ramah dan Damai
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat hari lahir ke-92 tahun Nahdlatul Ulama melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (31/1) malam. Ketika berita ini ditulis twit itu telah dibalas 110 kali, ditwitt ulang 1193 kali  dan disukai 1944 kali. 

“Sejak lahir hingga sekarang NU selalu menampilkan Islam yang ramah, Islam yang damai. Selamat Hari Lahir ke-92 NU, 31 Januari 2018 –Jkw,” ungkapnya. 

Beberapa Menteri Jokowi seperti hanif Dhakiri dan Rudiantara misalnya, juga mengucapkan harlah ke-92 NU melalui akun pribadinya. 

Ribuan ungkapan dari warganet menghiasi Twitter dengan tagar #Harlah92NU, 92 NU, #HarlahNU92. Setelah tagar-tagar itu tenggelam, ketika berita ini ditulis, muncul tagar #NUMasaDepan #NUperekatBangsa. (Abdullah Alawi)

Rabu 31 Januari 2018 19:16 WIB
Temui Ormas-ormas Islam, Kapolri Klarifikasi Video Pidato Viral
Temui Ormas-ormas Islam, Kapolri Klarifikasi Video Pidato Viral
Jakarta, NU Online 
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengklarifikasi video pidatonya yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu. Menurut dia, video itu merupakan pidato dia di Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara Banten pada 8 Februari tahun lalu. Keseluruhan durasi video itu, kata dia, sekitar 26 menit. Kemudian ada pihak yang memotongnya menjadi 2 menit.  

“Mungkin ada pertanyaan sehubungan dengan adanya viral video pada saat saya memberikan kata sambutan, yang mungkin dalam bahasanya kurang nyaman,” katanya saat bertemu dengan pengurus ormas-ormas yang tergabung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (31/1) sore.  

Menurut dia, karena dipotong menjadi dua menit tersebut, ada kesan dan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Oleh karena itu ia mengklarifikasi konteks pidato saat itu kepada pimpinan-pimpinan ormas di LPOI.

“Alhamdulillah bisa dipahami dan tidak sedikit pun ada niat dari saya selaku Kapolri apalagi institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan organisasi Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Polri sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas mana pun sepanjang itu satu visi, artinya untuk menegakkan NKRI dan Pancasila. Karena Polri konsisten dengan itu."

Ia berjanji, itu ke depan pihaknya akan membangun hubungan lebih erat dengan ormas-ormas Islam yang lainnya, selain NU dan Muhammadiyah. 

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj menegaskan, setelah pimpinan ormas-ormas Islam dengan Kapolri di PBNU, polemik video tersebut selesai. 

“Video viral itu sudah selesai. Tidak ada kelanjutan. Sudah tidak diperlukan lagi untuk tabayun. Sudah selesai di sini. Kalau ada yang ingin mengembangkan itu, berarti ada tujuan yang kurang baik,” pungkas kiai yang Ketua Umum PBNU itu. 

Pimpinan-pimpinan ormas yang hadir pada pertemuan itu adalah Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Sarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Ittihad Al-Islamiyah, Mathla’ul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Adzikra, Al-Washliyah, Perti, HMBI, dan Nahdlatul Wathon. (Abdullah Alawi)

Rabu 31 Januari 2018 18:34 WIB
Kapolri Temui Ormas-ormas Islam di PBNU
Kapolri Temui Ormas-ormas Islam di PBNU
Jakarta, NU Online 
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian bertemu dengan pengurus ormas-ormas yang tergabung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (31/1) sore. Pertemuan dilakukan secara tertutup di ruangan Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj. 

Perwakilan ormas yang hadir adalah Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Sarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Ittihad Al-Islamiyah, Mathla’ul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Adzikra, Al-Washliyah, Perti, HMBI, dan Nahdlatul Wathon.

Selepas pertemuan, Kiai Said mengatakan, Kapolri telah bertemu dengan pengurus 14 ormas Islam. 

“Tujuannya untuk memperkuat silaturahim, saling terbuka, saling sharing, tukar pendapat demi menjaga keamanan, ketenangan menghadapi tahun politik ini,” kata kiai yang juga ketua Umum PBNU itu. 

Pertemuan itu mengharapkan agar pilkada yang akan berlangsung tahun ini berjalan dengan damai, aman penuh kerja sama antara kepolisian dan ormas Islam yang ada di LPOI dan ormas lain. 

Sementara Tito mengatakan, pertemuan antara Polri dan LPOI bukan pertama kali. Sebelumnya ia pernah bertemu saat ia menjabat di Kapolda, di BNPT, dan sekarang saat menjadi Kapolri. 

Ia menambahkan, Polri membangun hubungan dengan semua ormas Islam. 

“Polri berkepentingan membangun kerja sama dengan ormas sevisi, yang berdieologi Pancasila. Ke depan saya akan berkunjung ke ormas-ormas,” katanya. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG