IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

NU Care-LAZISNU Jember Himpun Dana dengan Gerakan Koin

Kamis 8 Februari 2018 7:0 WIB
Bagikan:
NU Care-LAZISNU Jember Himpun Dana dengan Gerakan Koin
Jember, NU Online
NU Care-LAZISNU Jember akan memaksimalkan penggalangan dana lewat gerakan Kotak Infak (Koin), sebab gerakan ini dinilai cukup efektif untuk mengumpulkan dana tanpa harus 'memaksa' orang untuk beramal.  

Dalam pandangan Direktur NU Care-LAZISNU Jember, Muhammad Ardi Wiranata, sebenarnya gerakan Koin sudah dilakukannya sejak awal tahun lalu. Namun, pelaksanaannya kurang maksimal.

"Sekarang akan kita maksimalkan,” tegasnya, Rabu (7/2). 

Dirinya memastikan akan memanfaatkan keberadaan LAZISNU untuk hal ini. Dalam bayangan Ardi, keinginan tersebut akan sesuai rencana dan disambut positif.

“Insyaallah gerakan ini massif," tuturnya kepada NU Online di Kantor NU Care-LAZISNU Jember. 

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan setidaknya seribu kaleng guna diberikan kepada masyarakat, terutama warga NU.

“Kaleng-kaleng tersebut akan diedarkan oleh petugas atau kader NU ke daerah tertentu,” tandasnya.

Selain itu, pengurus ranting juga akan dititipi kaleng untuk tujuan serupa.

"Dalam waktu tertentu kaleng-kaleng itu akan ditarik kembali guna dilakukan pengecekan berapa hasil yang didapat," lanjutnya.

"Untuk sementara kita coba beberapa MWC dan ranting, kita sisir dulu kawasan yang potensial," jelasnya seraya menambahkan bahwa dana yang terkumpul dari gerakan Koin itu digunakan untuk layanan kesehatan, pendidikan, siaga bencana dan pemberdayaan ekonomi.

Mahasiswa Politeknik Pertanian Jember itu menegaskan keyakinannya bahwa gerakan Koin akan mendapat tanggapan bagus dari warga NU. Penarikan sumbangan model kaleng  tidak memberatkan dan dapat dilakukan seikhlas pemegang kaleng atau kotak infak.

Di samping semua itu, hal terpenting adalah pertanggungjawaban yang harus jelas.

"Saya kira kalau pertanggungjawabannya jelas dan transparan, masyarakat tidak akan ragu untuk mengisi kaleng itu. Jadi kuncinya adalah transparan," pungkasnya. (Aryudi  A Razaq/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Kamis 8 Februari 2018 22:15 WIB
Jaga Silaturahim, PCNU Bandung Barat Ngaji Kitab Karya Mbah Hasyim
Jaga Silaturahim, PCNU Bandung Barat Ngaji Kitab Karya Mbah Hasyim
Bandung Barat, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan pengajian Kitab At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan, karya pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, di Kantor PCNU KBB, Jl GA Manulang 52, Jayamekar, Padalarang, Bandung Barat, Kamis (8/2) siang.

Pengajian dipimpin oleh Wakil Rais Syuriah KH. Abdul Majid yang membahas pentingnya silaturahmi antarwarga NU dan nasihat tentang akhlak yang lebih tinggi daripada suatu perintah kewajiban.

"Kitab At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan merupakan kumpulan beberapa pikiran khususnya yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturahim dengan sesama serta bahayanya memutus tali sillaturohim,"ujar KH Abdul Majid.

"Di dalam kitab ini pula, termuat Qunun Asasi atau undang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU), serta 40 hadits Nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Ketua PCNU KBB H Agus Mulyadi, didampingi Sekretaris H Yusuf Sugiana, mengatakan tujuan pengajian tersebut adalah dalam rangka mempererat silaturahim antarpengurus dan untuk lebih memahami ke-NU-an dari nasihat Mbah Hasyim.

Pengajian dihadiri Pengurus Harian, Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, banom, MWC NU dan jamaah sekitar kantor PCNU KBB.(Saprudin/Kendi Setiawan)
Kamis 8 Februari 2018 21:10 WIB
Haul Kiai Sholeh Tsani Meriahkan Desa Bungah Gresik
Haul Kiai Sholeh Tsani Meriahkan Desa Bungah Gresik
Gresik, NU Online
Pondok Pesantren Qomaruddin, Gresik, Jawa Timur memperingati Haul KH M. Sholeh Tsani ke-119. Rangkaian peringatan Haul dimulai sejak Selasa (6/2) yang diisi dengan Lailatul Qiro’ah.

Acara tersebut dihadiri oleh santriwan-santriwati dari beberapa pondok pesantren di wilayah Desa Bungah. Acara juga dengan mendatangkan Qori’ dan Qori’ah berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional. Penutupan Lailatul Qiro’ah ditutup dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadzah Mestia Lestaluhu, juara 2 MTQ Internasional 2016 di Malaysia.

Agenda lainnya Rabu (7/2) diisi dengan kegiatan Tadarrus Qur’an bil Ghoib oleh beberapa hafidz di wilayah Jawa-Madura. Puncak peringatan haul diisi dengan kegiatan tahlil yang dimulai dengan tahlil putra pada Kamis (8/2)pukul 08.00-12.00WIB, dilanjutkan dengan tahlil putri pada pukul 13.00-17.00 WIB.

Rangkaian kegiatan haul ditutup dengan Maulid Hadrah pada Kamis (8/2) malam dimuali pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh ISHARI se-JawaTimur .

Majlis tahlil diikuti lebih dari 3000 orang alumni, wali santri maupun  masyarakat umum. Mereka datang karena takzim kepada para muassis Pondok Pesantren Qomaruddin. Sesuai tradisi, kegiatan tahlil putra dan putri juga diisi dengan pembacaan Manaqib Shohibul Haul.

Ia bernama asli Nawawi Sholih pemangku Pesantren Qomaruddin yang ke-5. KH M Sholeh Tsani sempat tinggal selama satu tahun di Makkah pasca menjalankan ibadah haji. Selama satu tahun tersebut, KH M Sholeh Tsani menimba ilmu kepada ulama-ulama Makah, di antaranya kepada Sayyid Bakri Syatha, penyusun kitab I’anatutThalibin.

Secara singkat, dari jalur ibu, KH Moh Sholeh Tsani merupakan cicit dari Kiai Qomaruddin, pemangku pertama Pondok Pesantren Qomaruddin. Sedangkan dari jalur ayah, KH M Sholeh Tsani bersambung pada Mbah Sabil Menakanggrung (Padangan, Bojonegoro).

Tradisi haul KH M Sholeh Tsani yang diperingati setiap tahun menjadi event yang selalu menjadi daya tarik lain dari Desa Bungah. Pasalnya warga Desa Bungah melakukan open house, di mana sanak saudara dan handai taulan mengunjungi rumah-rumah warga di Desa Bungah.

Melihat hal ini, penjual berdatangan dari dalam dan luar Desa Bungah. Dahulu, hanya segelintir penjual yang berdatangan. Kini, ratusan penjual memadat di sepanjang jalan masuk desa hingga ke makam para muussis Pondok Pesantren Qomaruddin.

Tak hanya itu, penjual juga menjajakan dagangan di sepanjang Jl Raya Bungah. Apalagi, lapangan Desa Bungah yang jaraknya sekitar 1 km dari Pondok Pesantren Qomaruddin dipadati wahana-wahana yang ternyata berhasil menarik pengunjung.

Fenomena ini mampu menarik dan mendatangkan orang-orang yang sebenarnya tidak mengikuti rangkaian kegiatan haul, namun tertarik berjalan-jalan di sepanjang jalan di mana penjual berjaja hingga ke lapangan tempat wahana-wahana dimainkan. (Red: Kendi Setiawan)

Kamis 8 Februari 2018 20:0 WIB
MAUWH Tambakberas Sukses Luncurkan Album Perdana
MAUWH Tambakberas Sukses Luncurkan Album Perdana
Jombang, NU Online
Sejumlah siswi di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas Jombang memiliki kemampuan olah vokal yang mumpuni. Lewat seleksi yang dilakukan, terpilih para penyanyi dan akhirnya mampu mengeluarkan album religi.

“Album pertama dari madrasah kami diberi judul El-Hijaz MAUWH,” kata Ustadz Sahri kepada media ini, Kamis (8/2). Dan dari proses aransemen dan latihan yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan dengan jadwal latihan setiap pekan lahirlah album tersebut, lanjutnya. 

Setelah proses rekaman dilakukan, maka proses berikutnya adalah membuat video klip. “Untuk pembuatan videonya membutuhkan waktu selama dua hari,” kata Wakil Kepala MAUWH bagian Hubungan Masyarakat atau Humasy tersebut. 

Ustadz Sahri mengemukakan setidaknya ada tiga vokalis yang terlibat pada album ini. Mereka adalah Shendy Alisa Handayani, Liala Ishomatul Faizah, serta Vianty Malasari. “Untuk backing vokal yang terlibat saat rekaman yakni enam anak,” tandasnya. 

Sedangkan untuk kebutuhan shooting, ada dua lokasi yang digunakan. “Pertama adalah Masjid Moeldoko, serta Museum Nusantara di Tebuireng,” jelasnya. Sedangkan yang kedua dengan mengambil lokasi di Balai Tani Bareng, lanjutnya.

Pada album ini setidaknya ada sejumlah lagu yang dinyanyikan. Masing-masing adalah antal amin, busyro lana, habibi ya Muhammad, habibi ya Rasulallah, huwa annur, mali haliq, mauju' qalbi, serta raqat aina

“Tujuan pembuatan album yang utama adalah untuk mewadahi dan mengasah talenta peserta didik agar makin berkembang,” katanya. Hal tersebut juga sebagai bukti bahwa MAUWH sangat peduli terhadap minat dan bakat yang dimiliki peserta didik, lanjutnya.

Untuk album volume pertama ini diproyeksikan sebagai media syiar untuk semakin mengenalkan madrasah. “Untuk tujuan komersilnya belum kami pikirkan,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG