IMG-LOGO
Nasional

Yenny Wahid: Potensi Perempuan Perlu Dibangkitkan


Jumat 9 Februari 2018 23:00 WIB
Bagikan:
Yenny Wahid: Potensi Perempuan Perlu Dibangkitkan
Direktur Wahid Foundation Zannuba Yenny Wahid
Jakarta, NU Online
Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) yang digagas Wahid Foundation resmi dibuka, Jumat (9/2)

Pembukaan festival dengan rangkaian peragaan busana (fashion show) yang diikuti ibu-ibu. Terdapat 23 orang ibu-ibu kampung dampingan Wahid Foundation. 

Selain itu juga dihadirkan pameran produk desa binaan, stand-up komedi, dan tampilan musik akustik. 

Selain peserta fashion, pembukaan festival ini juga dihadiri oleh puluhan perempuan dari berbagai daerah binaan Wahid Foundation, tamu undangan, kalangan media, dan pengunjung umum. 

Direktur Wahid Foundation Zannuba Yenny Wahid mengatakan, festival tersebut merupakan bagian dari program Wahid Foundation Women for Inclusive Society (WISE). Tujuan program mengajak kaum perempuan untuk mencoba suatu hal yang baru. 

“Jika kita mencoba sesuatu yang baru, akan muncul dua kemungkinan, gagal atau berhasil. Jika gagal kita akan tetap di tempat, tapi kalau berhasil akan luar biasa,” ujar Yenny saat membuka rangkaian festival. 

Putri Gus Dur itu menambahkan, kaum perempuan memiliki potensi luar biasa, namun kurang dihargai.

“Walau perempuan-perempuan ini berasal dari desa, mereka adalah sosok perkasa yang memiliki kekuatan besar. Kekuatan ini perlu dibangkitkan sehingga mereka bisa menjadi inspirasi bagi warga desanya,” kata Yenny.

Yenny juga mengungkapkan hasil survei Wahid Foundation tentang perdamaian. Perempuan Indonesia adalah orang-orang yang sangat toleran dan antiradikalisme. 

Survei tersebut, kata Yenny, digelar di seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan responden pria dan wanita.

“Ini sungguh luar biasa. Perempuan adalah makhluk yang toleran. Mereka memberikan kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan damai,” tegasnya.

Dikatakan Yenny, Festival Toleransi menjadi penting karena efeknya langsung mengena di masyarakat. Perempuan desa bisa menjadi agen perdamaian.

"Karena itulah Wahid Foundation mengajak kaum perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi, membangun usaha bersama, untuk merekatkan toleransi dan meminimalkan konflik," ujar Yenny.

Ia menegaskan semua warga negara Indonesia berhak hidup di negeri ini tanpa memandang suku, agama, atau warna kulitnya. Negara mengakui hak tiap warganya dengan setara. Kerukunan dan kedamaian yang akan membuat Indonesia menjadi besar.

Yenny berpesan kepada para peserta fashion show dan seluruh hadirin agar menjadi penyebar perdamaian di daerah masing-masing. Perempuan tidak hanya cantik parasnya, tapi juga cantik hatinya.

“Itulah program yang kita jalankan selama ini, yakni  perempuan yang bisa memperjuangkan kohesi sosial,” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG