IMG-LOGO
Daerah

Potensi 50 Miliar Tiap Bulan Jika Nahdliyin Sedekah 1000 Rupiah

Senin 12 Februari 2018 12:0 WIB
Bagikan:
Potensi 50 Miliar Tiap Bulan Jika Nahdliyin Sedekah 1000 Rupiah
Pemalang, NU Online
Menurut data yang lazim kita ketahui, jumlah warga NU ada sekitar 50-an juta jiwa. Apabila dalam satu hari saja, setiap jiwa menyumbangkan uangnya 1000 rupiah untuk NU, semisal tanggal 31 Januari, di mana tanggal tersebut merupakan hari lahirnya NU, sudah hampir dipastikan, 50 miliar ada di depan mata.

Uang sebesar itu tentu dapat digunakan ke dalam banyak hal untuk meningkatkan kesejahteraan warga NU.

Namun yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, bagaimana caranya mengumpulkan uang dari 50 juta jiwa itu?

Pertanyaan tersebut berusaha dijawab dalam forum Halaqah MWC NU Comal bersama dengan NU Care-LAZISNU Jawa tengah yang dilakukan Ahad (11/2) di Kantor MWC NUComal, Kabupaten Pemalang.

Pemateri, Zainuddin, yang juga Sekretaris NU Care-LAZISNU Jawa Tengah mengatakan, lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) merupakan jawaban yang paling tepat.

"Dengan dipagari UU No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, lembaga seperti NU Care-LAZISNU ini dituntut untuk dikelola secara profesional, akuntabel, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Apabila tidak, ada ancaman hukum yang menanti," terangnya.

Dengan pengelolaan yang profesional, serta memaksimalkan seluruh elemen kekuatan NU dari tingkat ranting di desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan bahkan luar negeri, tidak mustahil bahwa iuran 1000 rupiah dari seluruh jiwa warga NU tadi dapat menjadi kenyataan.

Potensi besar itu sekarang mulai digarap dengan serius oleh NU Care-LAZISNU. Berkat penanganan profesional, sampai pada akhir tahun 2017 ini, NU Care-LAZISNU telah berhasil mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah hingga mencapai hampir 200 miliar rupiah. Angka tersebut tentu belum dari seluruh warga NU.

Halaqah yang dilaksanakan berbarengan dengan pelantikan pengurus MWCNU Comal, PAC GP Ansor, PAC IPNU dan IPPNU tersebut diakhiri dengan komitmen kuat dari seluruh pengurus NU Comal dalam memaksimalkan potensi yang ada. (Riza/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Senin 12 Februari 2018 22:45 WIB
Ngaji 35 Tahun, Warga Batur Khatamkan Tafsir Al-Ibriz
Ngaji 35 Tahun, Warga Batur Khatamkan Tafsir Al-Ibriz
Klaten, NU Online
Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Muchlis Hudaf memiliki sebuah rutinan pengajian Kitab Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Musthofa Rembang, yang hingga kini telah berjalan selama kurang lebih 35 tahun.

Pada tahun 1982, Kiai Muchlis mulai membuka majelis taklim bersama jamaah masyarakat di Batur Tegalrejo Ceper, Kabupaten Klaten.

"Alhamdulillah mendapat sambutan yang baik dari sesepuh dan pemuda setempat. Awal mula majelis pengajian Tafsir Al-Ibriz ini bertempat di rumah perorangan kemudian sesuai dengan perjalanan waktu, masyarakat sepakat mendirikan mushalla yang kemudian digunakan untuk shalat berjamaah dan pengajian tersebut, mushala itu diberi nama Baiturridlo," kata Kiai Muchlis, Senin (12/2).

Masyarakat di Batur Ceper yang banyak menekuni usaha pengecoran logam ikut merespon positif kegiatan ini.

"Di kampung kami masyarakatnya pengusaha yaitu usaha pengecoran logam yang cenderung sibuk, seharian kerja dan malam harinya sudah lelah. Tetapi alhamdulillah kegiatan pengajian boleh dibilang tidak pernah libur atau lowong setiap malam Senin selama 35 tahun," kata kiai yang mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Klaten sejak tahun 2004 itu.

Setiap memulai pengajian dengan membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-nas sebagai wujud tawassul kepada para masyayikh terutama kepada Sahibul Al-Ibriz KH Bisri Musthofa dan diakhiri dengan Al-Fatihah doa dan Shalawat Burdah.

"Alhamdulillah kami sangat merasa lega, senang dan bergembira sebab selama 35 tahun Allah SWT memberikan kesehatan dan kesempatan untuk bisa mengkhatamkannya, memang cukup lama karena setiap satu majelis pengajian kami hanya membaca lima sampai tujuh ayat," tuturnya.

Setelah mengkaji selama 35 tahun dan khatam, sejak Januari lalu, pengajian Tafsir Al-Ibriz di Mushala Baiturridlo pun dimulai lagi dari awal. Jamaah boleh berganti, usia pun terus bertambah, namun tak menyurutkan semangat dan keistiqamahan para jamaah untuk tetap mengkaji kitab tafsir berbahasa Jawa itu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Senin 12 Februari 2018 13:0 WIB
Ansor Jawa Timur Ajak Pimpinan Cabang Benahi Manajemen Organisasi
Ansor Jawa Timur Ajak Pimpinan Cabang Benahi Manajemen Organisasi
Pacitan, NU Online
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid mengajak kepada seluruh jajaran pimpinan cabang untuk terus melakukan pembenahan manajemen organisasi. Memasuki zaman yang serba digital, pengelolaan administrasi dituntut untuk bekerja serba cepat dan mau tidak mau harus mengikuti trend zaman.

"Kita tidak bisa menafikan kemajuan zaman. Sekarang zaman serba digital. Sesuatu itu harus praktis, harus ekonomis, dan serba cepat," ujarnya saat membuka Konferensi Cabang ke-X GP Ansor Pacitan di auditorium KH Bakri Hasbullah, Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan, Ahad (11/2).

Rudi mengatakan, sudah saatnya GP Ansor berintrospeksi dan berbenah diri agar tidak kehilangan roh inovasi. PW GP Ansor Jawa Timur  saat ini tengah mengembangkan sebuah sistem administrasi berbasis aplikasi online dan akan menggantikan posisi surat-menyurat dengan menggunakan kertas.

"Kedepan urusan administrasi seperti, surat keputusan, rekomendasi, akreditasi, laporan kegiatan ini semuanya lewat online. Kita tidak usah lagi turun ke 41 pimpinan cabang GP Ansor dan 668 pimpin anak cabang se-Jawa Timur yang menghabiskan banyak tenaga dan banyak biaya. Namun kalau ada data yang meragukan baru kita kroscek, turun ke bawah," jelasnya.

Rudi berharap pimpinan cabang GP Ansor segera berbenah dengan menggunakan teknologi dalam urusan administratif dan dokumentatif organisasi. Dengan memanfaatkan trend digital, bukan tidak mungkin banyak kemajuan yang diraih GP Ansor kedepan.

"Ini sebagai bagian dari mengamalkan kaidah al-Muhafadhoh ‘ala al-Qodim ash-Sholih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah. Kalau zamanya serba digital, GP Ansor juga harus serba digital," katanya.

Konfercab X GP Ansor Pacitan diikuti oleh seluruh pimpinan anak cabang dan pengurus ranting se-Kabupaten Pacitan. Forum musyawarah tertinggi ini mengamanahkan Muhammad Munaji sebagai ketua pimpinan cabang masa khidmah 2018-2022 menggantikan M Khoirul Anam.

Tampak hadir dalam pembukaan Konferensi Cabang ini, Pengurus PCNU M. Nurul Huda, Mantan ketua GP Ansor Pacitan M Zafri Wicaksana, Pengasuh pesantren Al Fattah Kikil KH Burhanuddin HB, Camat Arjosari Munirul Ikhwan, perwakilan badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, PMII, dan Pagar Nusa. (Zaenal Faizin/Fathoni)
Senin 12 Februari 2018 11:1 WIB
Pengurus NU Harus Optimalkan Gerakan Pemberdayaan Ekonomi
Pengurus NU Harus Optimalkan Gerakan Pemberdayaan Ekonomi
Probolinggo, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kotaanyar serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-wilayah Kecamatan Pakuniran masa khidmat 2017-2022 dilantik bersamaan dan dibai'at oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Sabtu (10/2) malam. 

Pelantikan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Rahmah Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo.

Dalam sambutannya Hasan Aminuddin sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah berkhidmat dalam organisasi NU.  “Khoirunnaas anfa’uhum linnas. Jadikan ladang jariyah saat kita berkhidmat di NU,” katanya.

Hasan menghimbau kepada pengurus NU agar saat ini untuk lebih mengoptimalkan program kerjanya pada salah satu pilar NU yaitu Nahdlatul Tujjar (gerakan ekonomi). Hal ini merupakan faktor penunjang utama dalam perjuangan NU dalam menjawab tantangan globalisasi. 

“Perekonomian pengurus dan anggota NU harus ditingkatkan. Karena hal ini akan membuka kesempatan bagi kita untuk makin banyak berjariyah di setiap kesempatan. Pilih gerakan ekonomi yang cocok untuk diaplikasikan, bisa melalui pertanian maupun perdagangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan bahwa umat manusia wajib berbagi, harus senantiasa bersedekah dan beramal jariyah. Tiga hal yang bisa dipilih dalam beramal adalah harta, tenaga dan pikiran. Jika mampu boleh ke tiga-tiganya. “Dengan menjadi pengurus NU otomatis kita minimal sudah mendapatkan dua point yaitu tenaga dan pikiran,” ungkapnya.

Hasan mengilustrasikan orang yang sedang mengejar ayam bagi orang yang hanya sibuk mengejar harta, hanya capek dan penat yang akan dia peroleh. Di satu sisi kita boleh mencari harta dunia, agar sukses dan berhasil kita harus giat bersodaqoh untuk mendapatkannya. 

“Pancing ayam itu dengan taburan jagung, pasti ayam itu akan menghampirimu. Begitu juga dengan rezeki dan harta, akan sangat mudah diperoleh dengan diimbangi sodaqoh dan jariyah kita,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG