Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Metode Amtsilati PP Al-Aqobah Kian Digemari Sejumlah Madrasah Negeri

Metode Amtsilati PP Al-Aqobah Kian Digemari Sejumlah Madrasah Negeri
Pelatihan membaca kitab kuning metode Amtsilati diikuti siswa siswi MAN Jombang (Foto: MAN Jombang)
Pelatihan membaca kitab kuning metode Amtsilati diikuti siswa siswi MAN Jombang (Foto: MAN Jombang)
Jombang, NU Online
Metode Amtsilati belakangan ini kian digemari oleh sejumlah pihak, tidak hanya pesantren, beberapa madrasah negeri khususnya di Jombang, Jawa Timur juga mulai melirik metode tersebut.

Salah satu madrasah yang sudah menggunakan metode itu adalah MAN 4 Denanyar, Jombang. Untuk menyerap bagaimana metode tersebut menjadi penting diterapkan di lingkungan sekolah, madrasah ini bekerja sama dengan Pondok Pesantren (PP) Al-Aqobah, Diwek, Jombang dalam bentuk pelatihan metode Amtsilati itu, Senin (12/2) di lingkungan madrasah setempat.

A. Kanzul Fikri, Ketua Yayasan PP. Al-Aqobah memaparkan, PP Al Aqobah selama ini memang istiqomah menerapkan metode Amtsilati sejak 2005. Metode Amtsilati itu sendiri adalah metode cepat membaca kitab kuning yang terdiri dari 5 jilid dan khulasoh (rangkuman bait Alfiyah 1-184 nadzam).

"Tahun ini, PP. Al Aqobah sudah mendampingi 5 MAN di Jombang, yang terbaru adalah MAN 4 Denanyar Jombang di bawah pimpinan H. Syamsul Maarif, M.Pdi selaku Kepala Madrasah," katanya.

Sementara empat madrasah binaan yang lain, lanjutnya, diantaranya adalah MAN Jombang, MAN Rejoso, MAN Banjarsari dan MAN Ngusikan.

Lebih jauh, pria kelahiran Probolinggo 4 juli 1987 ini mengurai, kelebihan metode Amtsilati yaitu sangat mudah diterapkan. Pasalnya, sudah disertai contoh-contoh yang beragam, dan materinya sangat berjenjang di setiap jilidnya.

"Semoga membawa berkah bagi para santri di masa mendatang," ungkapnya.

Gus Fikri, sapaan akrabnya berharap, dengan metode yang simpel dan akseleratif itu, mampu mencetak santri dan siswa yang handal dalam membaca kitab kuning.

"Semoga kelak para siswa-siswi menjadi calon ulama di masa mendatang," ujarnya.

Pantauan di lokasi, para siswa-siswi yang jumlahnya sekitar 50 itu nampak antusias dengan metode ini. Mereka akan mengikuti kegiatan ini selama 1 bulan ke depan dengan intensif. (Syamsul Arifin/Zunus)
Posisi Bawah | Youtube NU Online