IMG-LOGO
Nasional

Inilah 6 Rekomendasi Hasil Rakernas Majelis Dzikir Hubbul Wathon

Jumat 23 Februari 2018 14:12 WIB
Bagikan:
Inilah 6 Rekomendasi Hasil Rakernas Majelis Dzikir Hubbul Wathon
Jakarta, NU Online
Rapat Kerja Nasional I Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu-Jumat (21-23/2) mengahasilkan enam rekomendasi. Salah satu poin esensial yang menjadi perhatian bersama yakni semangat kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Berikut ini enam rekomendasi yang dibacakan Sekjen Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi, Jumat (23/2).

  1. Islam dan kebangsaan tidak bertentangan. Sejarah mencatat kombinasi Islam dan kebangsaan menjadi kekuatan fundamental dalam upaya melawan kolonialisme. Islam dan kebangsaan justru memperkokoh persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathoniyah) dan semangat cinta tanah air (hubbul wathon) dalam memproteksi keutuhan NKRI.
  2. Sinergi ulama dan umara' harus terus ditingkatkan. Karena keduanya punya domain strategis dalam upaya membangun bangsa. Jika umara' memiliki tanggung jawab mewujudkan kesejahteraan umat, maka para ulama bertanggung jawab membangun moralitas umat.
  3. Kaum Islamis dan nasionalis harus bersatu membangun bangsa. Karena membangun bangsa bukan hanya tanggung jawab satu pihak, namun diperlukan sinergi antar-seluruh elemen bangsa.
  4. Kesenjangan antara kaya dan miskin harus dipersempit. Karena itu, MDHW mendorong terwujudnya kesejahteraan yang merata melalui gerakan pemberdayaan ekonomi umat.
  5. Ulama harus bersatu, apapun aliran dan kelompoknya. Para ulama harus memiliki orientasi kebangsaan yang kuat. Karena ulama adalah ujung tombak persatuan umat.
  6. Pendidikan pesantren harus mendapat perhatian yang sama dengan pendidikan umum lainnya. MDHW mendorong kepada pemerintah untuk mangalokasikan dana khusus untuk pengembagan kualitas pendidikan pesantern. Karena pesanteran adalah tempat bersemai dan tumbuhnya pendidikan kerakter bangsa sejak dini.
Bagikan:
Jumat 23 Februari 2018 21:30 WIB
Usai Gizi Buruk Asmat, Pemerintah Lakukan Program Berkesinambungan
Usai Gizi Buruk Asmat, Pemerintah Lakukan Program Berkesinambungan
Agats, NU Online
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani didampingi Menteri Sosial, Idrus Marham, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Kepala Staf Presiden, Moeldoko hari ini melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua. Menko PMK beserta rombongan tiba di dermaga Aswan, Agats, pukul 09.00 WIT, Kamis (22/2).

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan kunjungan kerja kali ini dalam rangka monitoring dan evaluasi pasca dicabutnya KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat. Pemerintah ingin memastikan agar pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan bansos berjalan dengan baik. Begitu pula dengan percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan masyarakat. Menko PMK berserta rombongan melakukan penyisiran dan pengecekan berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita melakukan penyisiran dan pengecekkan. Sembilan puluh persen program bantuan yang diberikan pemerintah pusat sudah disalurkan. Bantuan yang ada, dikirim langsung ke kabupaten dan tidak lagi melalui provinsi,” ungkapnya. 

Terkait tenaga-tenaga pendidik dan kesehatan, Menko PMK menegaskan akan diatur sesuai kebutuhannya. Sudah ada 4 tim kesehatan yang telah diterjunkan oleh Kementerian Kesehatan. Bulan ini rencannya akan ditambah dengan Tim Nusantara Sehat berjumlah 30 orang yang akan menyisir dan memberikan pelayanan ke distrik-distrik di seluruh Kabupaten Asmat.

“Sebelumnya, kita sudah mengirim 4 tim dari Kemenkes. Mulai bulan ini akan ada Tim Nusantara Sehat yang terdiri dari 30 orang dan akan menyisir ke distrik-distrik di seluruh Asmat,” ujar  Menko PMK.

Secara umum kondisi kasus gizi buruk, Menko PMK kembali menegaskan bahwa saat ini telah tertangani dengan baik. Dari 80 kasus gizi buruk yang sempat terjadi kini tinggal 2 pasien dengan kondisi 1 pasien sudah diperbolehkan pulang dan satu lagi masih butuh perawatan karena ada kelainan medis.

Meski demikian Menko PMK berharap mitigasi terkait dengan KLB gizi buruk dan campak bisa dilakukan secara holistik dengan semua kementerian dan lembaga terkait dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemerintah ingin melakukan langkah-langkah holistik berkesinambungan secara bertahap. Jadi bukan karena KLB-nya sudah dicabut lalu ditinggalkan. 

“Memang banyak hal yang harus dilakukan seperti terhadap perubahan perilaku hidup bersih, pola makan sehat dan bergizi. Bagaimana kita menanam pangan sehingga ada ketahanan pangan. Memang sagu ada di sini, tapi bagaimana cara mengolahnya dengan baik. Sosialisasi dan edukasi ini harus dilakukan secara bertahap,” pesan Menko PMK.

Dalam rangkaian kunjunganya kali ini, Menko PMK meninjau langsung fasilitas air bersih sumur bor di distrik Agats. Menko juga berkesempatan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan air bersih untuk mandi kepada anak-anak. Selanjutnya Menko PMK berserta rombongan menuju GOR Badminton untuk memberikan bantuan kepada para ibu dan anak balita yang ikut program 1000 Hari Pertama Kehidupan yang diprogramkan Kabupaten Asmat.

Tempat kunjungan selanjutnya yakni di PAUD  De Ces CU Bemap. Di tempat ini Menko PMK memberikan secara simbolis bantuan dari bantuan 1000 alat permainan edukatif, tas berupa buku cerita, dan alat tulis serta paket makanan kepada 15 PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Asmat. Menko PMK juga mengunjungi langsung RSUD Agats untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat pasca KLB dan dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis di aula Widya Mandala.

Bantuan yang diberikan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Siswa Berprestasi, bantuan pembangunan sekolah, bantuan alat-alat kesehatan, dan bantuan untuk komunitas adat terpencil. Pada kesempatan ini Menko PMK juga mengukuhkan satuan anggota Taruna siaga Bencana (Tagana) serta meresmikan Kampong Siaga Bencana (KSB) yang ada di kabupaten Asmat. (Red: Kendi Setiawan)

Jumat 23 Februari 2018 20:30 WIB
Setelah Aceh, LAZISNU Bantu Renovasi Masjid Semarang
Setelah Aceh, LAZISNU Bantu Renovasi Masjid Semarang
Semarang, NU Online
Setelah memberikan bantuan renovasi masjid di Banda Aceh Desember 2017 lalu, hari ini, Jumat (23/2) NU Care-LAZISNU memberikan bantuan untuk renovasi Masjid Al Furqon, Semarang, Jawa Tengah.

Bantuan renovasi Masjid Al Furqon yang berlokasi di Jl Dolog Lor Raya, Tlogosari Wetan Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah ini bekerja sama dengan Alfamart dan merupakan pemanfaatan dari donasi pelanggan Alfamart.

Ketua Yayasan Al Furqon Tolhah mengungkapkan kebahagiaannya atas upaya yang dilakukan NU Care-LAZISNU dan Alfamart yang melakukan renovasi masjid di wilayahnya.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga ukhuwah antarsesama umat semakin terjalin," kata Tolhah.

Direktur Fundraising NU Care-LAZISNU Nur Rohman berharap bantuan tersebut sebagai wujud nyata dalam upaya memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Ia menegaskan renovasi masjid-masjid oleh NU Care-LAZISNU diagendakan juga dilakukan di Papua.

Sementara itu Manager Alfamart Wilayah Semarang Demak, Slamet Mulyono mengatakan ikut berbangga karena pihaknya bisa ikut memberikan hal yang bermanfaat bagi umat.

"Alhamdulillah, Alfamart bisa membantu renovasi Masjid Al Furqon. Ke depan kita akan galakkan lagi bantuan-bantuan untuk menunjang kebermanfaatan umat," ujar Slamet Mulyono.

Selain melakukan renovasi Masjid Al Furqon, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada fakir miskin. Bantuan berupa paket sembako, seperti minyak goreng, beras, biskuit. Sedikitnya 50 orang menerima manfaat paket bantuan tersebut. (Agus Fuat/Kendi Setiawan)
Jumat 23 Februari 2018 18:30 WIB
Di Balik Film 'Upin-Ipin' sampai 'Samurai X'
Di Balik Film 'Upin-Ipin' sampai 'Samurai X'
Jakarta, NU Online 
Akhir-akhir ini, tema-tema kebangsaan menjadi wacana yang ramai diperbincangkan. Berbagai seminar kebangsaan diselenggarakan di banyak tempat untuk menjaga komitmen kebangsaan warga Indonesia. 

Meningkatnya pembahasan kebangsaan karena ada sebagian kelompok yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menginginkan Indonesia menjadi negara yang berbasis agama. 

Berbagai tokoh nasional, seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sangat vokal dalam menjaga keutuhan NKRI. Bahkan dalam banyak kesempatan, Kiai Said sering menyampaikan tentang kecintaaan kepada tanah air, hubbul wathon minal Iman (nasionalisme bagian dari iman). 

KH Ahmad Muwafiq dari Sleman, Yogyakarta juga tidak kalah vokal kalau bicara tentang komitmen kebangsaan. Menurutnya, komitmen kebangsaan memang harus di jaga, tapi dalam  dengan cara yang beragam dan sesuai kapasitasnya.

"Saya akan membangun komitmen kebangsaan dari sisi ulama," katanya kepada NU Online beberapa hari lalu di Jakarta Timur. 

Kiai yang berambut gondrong ini memaparkan tentang cara negara-negara luar, seperti Malaysia dalam membangun komitmen kebangsaan warganya, khususnya terhadap generasi muda.

"Malaysia contoh membangun komitmen kebangsaan. Anak-anak kecil diajarkan pewaris Malaysia masa depan kan si Upin-Ipin, dia diajarkan komitmen kebangsaan, dia harus berkenalan dengan India, maka dibikinkan tokoh Jarjit Singh. Dia berkomitmen kebangsaan dengan anak-anak China, maka dibikin tokoh dengan nama Mei Mei. Dia harus berkomitmen dengan anak-anak Indonesia, maka dibikin tokoh Susanti," katanya mencontohkan. 

Tidak berhenti di Malaysia, kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq ini juga menjelaskan tentang cara Amerika Serikat membangun komitmen kebangsaannya kepada generasi penerusnya.

"Membangun komitmen dengan cara membikin film  dengan tokoh Rambo. Amerika kebangsaannya tidak boleh kalah dengan China karena tidak punya spiritualitas, dia pasti akan mengambil spiritualitas China dengan cepat agar anak-anak Amerika tidak malu ketika ngambil. Bikinkan American Saolin, American Kungfu, American Ninja, bahkan film terakhir Samurai, tokohnya berasal dari Amerika, Tom Cruise," jelasnya.

Begitu juga negara Jepang membuat film  dalam upaya komitmen kebangsaan. Negara yang mendapat julukan matahari terbit ini membuat film Samurai X agar tidak lagi terjadi pembantaian rezim Tokugawa oleh restorasi Meiji. 

"Agar anak-anak muda tidak malu dan tidak mengulangi itu. Bikinkan komitmen kebangsaan yang sederhana, bikinkan film Samurai X," ujarnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG